Ifat
Supaya bukan kepalaku yang lebih dulu terbentur, aku berusaha memperbaiki posisi jatuh hingga yang kemudian menghantam kanvas adalah bahu kananku.
Sekali lagi, di situ, bahu kanan!
Aku persingkat lagi. Dia menindih tubuhku dari side position, di situ ia menghantamkan lututnya bertubi-tubi ke arah kepalaku. Di susul tebasan sikut yang sangat jahanam.
Akibat itu, selang semenit daerah di seputar pelipis, pipi dan keseluruhan mata kiriku bengkak sebesar telur ayam. Aku mulai kesulitan melihat.
Hot Chapters