Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kapan Kamu Menyentuhku?

Kapan Kamu Menyentuhku?

Nuri mengangguk paham. Luna adalah remaja berbakat di bidang design, yang baru saja masuk satu minggu ini. Ia tidak sekolah umum seperti biasa karena ia melaksanakan home schooling. Tahu sendiri jika sekolah model rumah gitu bayarannya pasti mahal, sehingga bisa dipastikan orang tua Luna bukanlah dari kalangan biasa. Luna ramah, energik, dan sedikit manja, mungkin karena ia putri satu-satunya. Gadis itu sempat bercerita pada Nuri tentang kesehariannya di rumah, setelah ia pulang dari kursus.
1054.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai planet luna
Baca
+Pustaka
Suamiku, Sayangilah Aku!

Suamiku, Sayangilah Aku!

Pria itu tersenyum sinis, lalu menyalakan mikrofon di samping dan memanggil, "Luna." Suara ini sama persis dengan suara pria di rubanah. Sepertinya dia adalah orang yang mengurung Luna. Luna duduk di tempat tidur dengan tenang. Dia tidak bisa melihat dan mendengar. Namun, Luna bisa mendengar suara pria itu. Lebih tepatnya, dia mendengar suara pria itu yang memanggilnya dari mikrofon. Sebuah alat khusus ditanam di dalam tubuh Luna. Wanita yang mengabaikan Jacob dan Sienna tadi tiba-tiba mendongak. Dia mencari di sekeliling.
9.3855.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.7K kali sebagai planet luna
Tampilkan Ulasan (296)
Baca
+Pustaka
Syima Hasyim
dr sinopsis atas tu udah tau cerita akn panjang dan bertele-tele sbb sienna akan ke luar negeri lgi bertemu FU YANCHENG YG X DEKAT DENGAN WANITA, JATUH CINTA DENGAN DESIGNER BARULAH(SIENNA),YG TOLONG SIENNA KETIKA SUSAH D LUAR NEGERI,harapan sy author jgn tenggelamkan watak jacob ya,SEMANGAT AUTHOR.
Nita Nita
dear mimin, klow boleh saran tolong cepet di ketahui donk klow sis nana sodaraan si shankar kuda......biar lily pingsan lngsung mati. trus biarkan Desmond blik Normal dan siena bisa hidup bahagia breng Desmond, gimana pun itu kan cinta matinya dan dibandingkan jakob aq lbih milih desmon cuz dia tulus
Baca Semua Ulasan
LALI

LALI

Gadis manis dengan lesung pipit di pipi kanannya membuat Harun selalu teringat tentang Asih. Harun merogoh selembar kertas yag ia simpan di balik bantal. Di sana ada gambar perempuan yang haru lalu ia relakan untuk orang lain. Perempuan yang selama ini menunggunya dengan penuh setia dan percaya bahwa ia akan menepati janjinya. Harun mengeluarkan napasnya dengan kasar. Terasa sekali beban berat perasaan yang di pikul. Di elus beberapa kali foto itu. Wajah perempuan disana tidak berubah cemberut atau tertawa.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai planet luna
Baca
+Pustaka
Moonbound Deception

Moonbound Deception

Luna, who used to cry at the sight of a dead ant, now stood before me with a murderous aura. "Luna, please," I whispered with a trembling voice, tears streaming down my face. "Don't do this. I'm your sister. I'm Aria, the one who always protected you." But Luna didn’t respond. Her hand moved to her waist, pulling out something that made my breath catch in my throat. A sword—but not just any sword. The elegant metal handle emitted a dazzling blue light as she activated it. A blade of light, one meter long, appeared from the hilt, vibrating with an energy that sent chills down my spine.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai planet luna
Baca
+Pustaka
TERJEBAK PERNIKAHAN KONTRAK

TERJEBAK PERNIKAHAN KONTRAK

POV Luna Luna gadis remaja berusia 19 tahun , baru saja lulus SMA dan sangat berperestasi. Luna duduk termenung di depan rumahnya yang sederhana, mengamati langit yang mulai berwarna jingga. Hari itu, ia baru saja menerima ijazah SMA-nya. Seharusnya ini menjadi momen bahagia, namun kenyataan hidupnya tak seindah itu. Ayahnya, seorang satpam di sebuah perusahaan besar, tiba-tiba terjerat hutang dari pinjaman online. Semua ini karena biaya ujian sekolahnya yang begitu mahal. Kini, keluarga mereka tenggelam dalam krisis keuangan, dan Luna merasa bersalah.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai planet luna
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

Yuki Sato tetap dengan gaya minimalisnya yang mematikan, sementara Sarah Vance dan Maya tampak sibuk dengan tablet mereka, mencoba menyembunyikan ketegangan. "Aku telah memutuskan," Surya memulai, suaranya tenang namun tajam seperti sembilu. Ia menyesap wine langka tahun 1945. "Pangkalan 'Luna-Alpha' akan segera dibangun. Ini adalah batu loncatan kita menuju Mars. Aku butuh satu orang untuk memimpin operasional di sana. Seseorang yang akan menjadi wakilku di luar atmosfer Bumi." Seketika, suasana di meja itu membeku. Ini bukan sekadar promosi jabatan; ini adalah pengakuan sebagai "Permaisuri Utama" yang akan mendampingi sang kaisar di garis depan peradaban baru.
701 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai planet luna
Baca
+Pustaka
Paman, Berhenti Mengejar Mama!

Paman, Berhenti Mengejar Mama!

Putri sulungnya itu hanya menunjukkan ekspresi datar dan tenang. Olivia dan orang-orang lain juga terkejut, apalagi setelah Liam menambahkan keterangannya, “Nona Luna adalah pemimpin cabang Aura Tech yang belum lama ini dibuka di Veridian City, dan saya sendiri yang memberikan undangan pesta ini padanya, sesuai perintah Tuan Jordan.”
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai planet luna
Baca
+Pustaka
LARA

LARA

keluh Patrick. "Nggak kok. Deket." "Halo Patrick. Kenalin nama aku Angel dan ini Lola," ucap Angel sambil menunjuk Lola. Angel dan Lola tiba - tiba saja datang dan memperkenalkan diri kepada Patrick. "Oh iya. Aku Patrick," jawab Patrick sambil memandang Angel dan Lola. "Kamu mau ke kantin kan? Yaudah bareng aja sama kita berdua. Kita juga mau ke kantin kok," ajak Angel.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai planet luna
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

Di sana juga tampak Bintang duduk tak jauh dari Langit. “Mama!” teriak Langit sambil terisak saat menyadari Purnama telah ada di dekatnya. Purnama segera memeluk Langit dan mengusap-usap punggungnya. Mata Purnama menatap tajam pada Bintang. “Bu, saya ke kelas dulu. Silakan Ibu bicara dengan Pak Bintang.” pamit Bu Wulan. “Iya, Bu. Terima kasih.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai planet luna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status