PELAN PELAN SAYANG
ucap Cipta sambil melirik iparnya itu sekilas.
Rain mengangguk pelan, matanya tidak lepas dari sosok ibunya di balik kaca. “Saya memang psikolog reproduksi, walau kedengarannya jauh, tapi kami para psikolog mempelajari bagaimana pasien berbicara, gesture, mimik wajah, gerak bibir, mata, dan lainnya,” jelas Rain dengan nada profesional namun getir. “Saya bisa melihat ada sinkronisasi antara senyumnya dan matanya saat dia bicara tentang Bima. Itu yang menakutkan, Cip. Dia benar-benar percaya pada imajinasinya sendiri.”
Hot Chapters