Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Exit

Exit

Buatlah versi terbaik dirimu sendiri, semampu, tanpa menambah beban dalam pikiran atau jiwamu. Jika ada lagi yang mengatakan hal buruk tentangmu, ada dua hal yang bisa kamu pilih ; mendengarkan lalu jadikan itu sebuah amunisi, acuan untuk memberi bukti kamu bisa lebih baik dan memutarbalikkan keadaan. Atau kalau kamu tidak mau jika gendang telingamu dimasukki kalimat omong kosong, kamu bisa menutup telinga dengan kedua telapak tanganmu, itu sudah cukup, karena kamu nggak akan mampu buat ngebungkam beribu pasang mulut dengan dua tangan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai please throw me away
Baca
+Pustaka
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

“Kayaknya saya gak bisa antar kamu sampai rumah. Baru setengah jalan aja kamu udah ngerusak kaca mobil, gimana nanti. Jangan-jangan mobil saya yang kamu rusak. Langit diam sesaat lalu menyodorkan lembaran merah yang ada di tangannya. Dan ini buat kamu” Ujar langit sambil mengangsurkan lembaran merah itu di depan Alya. “Maksud kamu apa ya?” Alya kebingungan. Langit tersenyum sinis. “Masak gak ngerti sih? Oke aku jelasin,ini ada uang satu juta. Hitung hitung ucapan terima kasih dari saya karena kamu udah nolong oma. Dan kamu pulang sendiri saja.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai please throw me away
Baca
+Pustaka
CAT-CH ME!

CAT-CH ME!

Ndoro Ranti Kay, hari minggu jogging skuy Di taman yang biasa kamu kasih makan stray cat ajaa Jadi kamu bisa kasih makan kucing, aku jogging Mau yaaaa? Aku males banget kalau jogging sendiri Aku tau kamu hari minggu besok libur kerja Nggak ada alasan kamu buat nolak Kalau kamu nolak, aku culik kamu dari kos Oke, deal
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai please throw me away
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Kejutan Yang Hakiki Lega. Lega. Lega. Plong! Akhirnya, selesai sudah aku membuang semua sampah di rumah ke tempat pembuangan sampah umum, di dekat kopermolen. Meskipun harus berlari-lari untuk itu tapi rasanya benar-benar lega. Nggak, aku nggak mau Kenzy mengatakan aku stupid, pikun atau dengan bad word yang lainnya hanya gara-gara lupa membuang sampah. Pernah, itu pernah terjadi. Sekali, ketika aku dalam penderitaan PMS yang selama ini belum pernah berdamai denganku. Kenzy, mana mau tahu soal itu? Namanya juga batu karang!
1020.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 434 kali sebagai please throw me away
Baca
+Pustaka
Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Ketakutan wanita tua itu bagai hiburan baginya. “Tidak semudah itu, Oma. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Oma … ingin aku menyingkirkan benda ini dari pinggangmu? Itu berarti … Oma harus menyerahkan ponsel Oma padaku. Tenang saja, aku akan mengembalikannya sama Oma. Aku hanya butuh video itu dihapus secepatnya,” sahut Tari. Oma menggeleng pelan. Bagai buah simalakama, situasi itu membuatnya dilema.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai please throw me away
Baca
+Pustaka
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Jika ditagih pasti ada saja alasannya. "Duit lo kemana? Perasaan tadi bisa jajan," "Itu dia, udah abis buat jajan," seperti itulah salah satu contoh alasan yang sering Miko gunakan. "Ck, lo tuh jajan kira - kira, dong. Jangan diabisin semua uangnya," titah Regar sembari merogoh saku celananya untuk mengambil dompet. Tetapi, dompetnya tidak ada di sana.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai please throw me away
Baca
+Pustaka
DUNIAKU YANG HILANG

DUNIAKU YANG HILANG

sakit rasanya mendapatkan perlakuan seperti ini. Ponsel Savanna berdering, menjerit-jerit namun Savanna mengabaikannya. Dering ketiga kali Savanna melihat layar ponselnya, Edward! Ingin diangkat namun ada Thoriq, sungkan. Mau pamit pergi dari situ untuk mengangkat telepon juga gak enak, Savanna serba salah. “Terima telepon kekasihmu, anggap aku tak ada disini....” rahang Thoriq mengeras, sebelah tangannya mengepal namun dalam hatinya tetap merapal istighfar.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai please throw me away
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

Ia tidak habis pikir jika sahabatnya ini masih bisa merecoki urusan pribadi seseorang, padahal dirinya sendiri sedang dalam keadaan bermasalah. Hans mendengkus mendengar pertanyaan balik dari Felix. Tentu saja ia paham maksud perkataan sahabatnya tersebut. “Barang yang sudah bosan digunakan sebaiknya memang harus dibuang sejauh mungkin agar nantinya tidak memenuhi tempat,” jawabnya memberikan pendapat. “Mungkin karena Helena tahu diri dan merasa sudah tidak digunakan lagi, makanya ia lebih memilih untuk resign atas kemauannya sendiri. Jadi, bukan aku yang memecatnya,” Felix menanggapi reaksi sahabatnya tak acuh.
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai please throw me away
Baca
+Pustaka
UNSPOKEN PAIN

UNSPOKEN PAIN

Harry kita buang aja🤣🤣🤣🤸🤸🤸🤸. See you😋😋😋😋. Kasih rate🤬🤬🤬🤬.
1025.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 624 kali sebagai please throw me away
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Rizka Ahmed Syukri
Aduhh Nana kalo aku jadi kamu, stop sampai disini deh, mending malu n sakit ati dari sekarang (batal nikah) daripada nanti pas uda sah, lagian bahaya ini, si butbut aku peta aku prta bisa jadi obsesi nih sama Harry, nyawamu bahaya atau kamu bakal makan ati terus
Cute Ghost
Jadi ceritanya Ilana cemburu karena Harry terlalu perhatian sama adiknya, Adora. Sehingga orang-orang mengira kalau Adora dan Harry punya hubungan spesial jadi Ilana haris bertahan walaupun ia sakit hati.
Baca Semua Ulasan
Go Away

Go Away

Suara itu langsung membuat Diana mengerjap, membuka mata, menemukan tatapan penuh amarah sosok gadis remaja umur 17 tahun hendak melemparinya lagi dengan sebutir telur. "Pergi! Dasar pembawa sial!" sentak gadis itu dengan amarah lebih, melempari Diana lagi dengan sebutir telur, mengenai jidatnya. Diana tetap bergeming. Sedangkan, Juna yang menyimak kegaduhan dalam telepon itu ikut berseru. "Ada apa, Di? Kau baik-baik saja? Yuri melemparimu lagi dengan telur, hah?!"
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai please throw me away
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status