Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Sampai-sampai, kedua cucunya sering diteror oleh penunggu benda itu. Ada benarnya kemarin itu, di sebuah sumur tidak mungkin akan ada cahaya seperti lampu yang sangat terang. Tidak mungkin, ada anak kecil yang duduk di kursi meja dengan kedua bulat matanya serasa mau keluar. Tidak mungkin, Nur mengalami kejadian yang di luar nalar; kesurupan. Tidak mungkin, Ani merasakan bulu kuduknya berdiri. Kalau semua itu tidak ada penyebabnya, mana mungkin kejadian di luar nalar bisa terjadi.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa Tak Terjamah

Sang Penguasa Tak Terjamah

Matanya mulai mencalang, kini dirinya dipenuhi akan rasa amarah. Guns yang melihat ekspresi Laki-laki di hadapannya, mulai merasakan kengerian yang bahkan sampai membuat bulu kuduknya berdiri. “Kemana mereka?” Tanya Guns dalam hatinya saat sedari tadi tidak ada satupun orang-orangnya yang datang. Getaran rasa takut mulai dia rasakan. Namun Dia masih mencoba untuk terlihat berani guna mengintimidasi lawannya.
7.92.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70.8K kali sebagai pocong menyeramkan
Tampilkan Ulasan (429)
Baca
+Pustaka
Esther Ernawati
lebih greget bacanya kalau radhit tetep setia dan lepasin esther untuk yrusan masa depan esther.aku lebih suka dan greget kalau radhit tetap setia satu hati buat rachel apapun itu.tolong dong thor ceritanya jgn bikin perempuan perempuan yang baca jadi kesel gan kecewa.
Bertus Zoeckutius Ruanus
judulnya "PENGUASA TAK TERJAMAH", WOW..hebat judulnya namun....biasanya novel² yg menjiplak novel cina selalu tokohnya digambarkan hebat tapi goblok didepan istri dan keluarganya bahkan walau sdh bercerai. Cerita yg begitu itu akibat pengarang atau penjiplaknya juga goblok...dan membuat pembaca mual
Baca Semua Ulasan
Hantu Vila

Hantu Vila

Di tengah kesibukannya, Amprung datang menghampiri Sardi. “Tolong aku, Di.” “Apa lagi, Prung?” tanya Sardi sambil sibuk memotong ayam. “Aku dikejar-kejar pocong.” Sardi malah tertawa mendengarnya. “Pocong? Zaman sekarang mana ada pocong, Prung. Kau mengada-ada saja.” “Ini serius, semalam aku didatangi pocong. Ini semua salahku, Di.”
9.917.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 619 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

"Hahaha, ternyata sejak kamu menghilang membuatmu lupa diri, akan aku buat kau sama sepertiku agar kamu tahu bagaimana rasanya menjadi aku, hahaha." Gawat! Pocong tersebut akan bersiap untuk menyerang Sumelika! Terlihat lidahnya memanjang sepanjang 80 meter, dan dia seperti akan mematuk Sumelika. Ssssstttt! Benar saja! Dia mematuk Sumelika, syukurnya Sumelika bisa menghindar dari serangan pocong itu. Sassssstttt!
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

BAB KE : 73 PEREMPUAN BUNIAN 16+ Suster Ngesot tidak menggubris bentakan si Pocong, dia terus melompat seperti kodok, menjauh dari si Pocong. "Hoyiii! Jangan kabur!" Pocong kembali berteriak sambil melompat-lompat di tempatnya dengan gusar. Namun, teriakan itu tetap tidak digubris oleh Suster Ngesot yang posisinya semakin menjauh meninggalkan Pocong.
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
DUKUN 99

DUKUN 99

Matanya seperti nyala api dan badannya setinggi lima meter. "Apa itu SGM?" tanyaku heran. "Sinting gila mengong!!" jawab pocong sembari meloncat girang. Aku mendengus kesal. Mereka kembali tertawa terbahak-bahak. Aku pun ikutan tertawa. Setidaknya, candaan mereka lebih berair dibanding candaan makhluk peliharaan di rumahku. "Bermain, kuyy?" ajakku pada mereka.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

Pandangannya tetap menusuk ke arah tiga pria itu. “Tadi kalian bilang mau bersenang-senang, ya?” Senyumnya tipis, tapi dingin. “Ayo, gue temani.” Ketiganya langsung menelan ludah. Termasuk Jaja. “Kami cuma bercanda, Bang...” mereka membantah gugup. “Bercanda?” Hilal mengangkat alis. “Baik. Gue juga bisa bercanda.” Tak sampai lima detik, dua orang sudah terkapar di tanah. Terdengar derak tulang dan lolongan kesakitan. Hilal memutar pergelangan satu orang lagi hingga terdengar bunyi krak! tajam.
1019.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 742 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Pikiran para penonton diserbu oleh bayangan es krim paling lembut, sirup paling kental, donat paling berdosa. Simfoni palsu itu menyelimuti stadion, sebuah polusi spiritual yang dirancang untuk membangkitkan rasa lapar paling primitif, menumpulkan akal sehat, dan membuat semua orang mendamba-dambakan sensasi instan. Pendukung Aliansi mulai terbatuk, beberapa memegangi kepala mereka, bingung oleh gelombang keinginan yang asing dan kuat ini. “Dia meracuni udara,” gumam Mbah Soto dari pinggir panggung, wajahnya pucat. “Dia membuat semua orang lapar akan kebohongan sebelum hidangan pertama disajikan.”
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Keringat dingin mengalir deras dari pelipis mereka berdua, menciptakan aroma ketakutan yang menyengat di udara malam yang kelam. Peter mengamati kedua pria itu dengan tatapan yang penuh hiburan, seolah sedang menonton pertunjukan komedi yang sangat menghibur. Ia bahkan tidak repot-repot menyembunyikan senyuman kecil yang bermain di wajahnya. "Pak Wong," bisik Peter sambil tetap mengamati drama yang sedang berlangsung, "inilah saatnya panen untuk mereka yang menanam benih keserakahan."
1046.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Menggoda Sang Paman

Menggoda Sang Paman

ia merasa kalah dalam permainan yang bahkan belum dimulai. "Huh... Berlian, ya?" Ia menyeringai kecil. Suaranya serak. "Cowok itu, yang bisa bikin kamu ketawa sampai ketiduran. Apa senyaman itu bicara dengannya?" Govan mengusap wajahnya kasar, ia merebahkan tubuhnya yang lelah ke kasur, ia berusaha memejamkan matanya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status