Selubung Memori
Barangkali hanya dengan rangkaian pertanyaan singkat, dia bisa tahu ada dunia lain bernama Perbatasan di dalam Joglo.
Kami menaiki pohon. Pohon itu tumbuh di dekat tebing—bahkan menempel pada tebing. Rasanya seperti tangga. Kami melompat dari satu dahan ke dahan lain, memanjat selayaknya monyet—Lavi mengatakan itu padaku ketika dia kesulitan—dan itu memang sulit karena hampir semua dahan ditumbuhi lumut. Permukaannya licin, tidak mudah digenggam, apalagi dipijak. Aku bisa mengatasinya cukup baik dengan kemampuanku, tetapi tidak dengan Lavi. Setelah sepuluh menit berkutat di pohon itu, akhirnya kami tiba di puncak ketinggian.
Dan di sanalah kami langsung melihat hamparan luas alam liar.
Hot Chapters