Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LORO

LORO

jawab mbok Sumi mengangkat kardus berisi oleh-oleh dan mengikuti langkah keponakannya lewat pintu belakang yang lampunya menyala seketika saat gelap menyapa. "Apike omahe bosmu iki, Lis." "Iya, Mbok, bonsai-bonsai itu koleksinya almarhum pak Wijaya, juga tanaman lain yang langka itu pun koleksi pak Wijaya. Perawatannya mahal, Mbok, kata tukang kebun yang biasa datang."
9.79.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai pohon lobi lobi
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Coba periksa di semak-semak sebelah kiri itu!" Gaok Lodra memacu kudanya untuk menerabas semak-semak sebelah kiri, sebab pohon yang roboh adalah pohon pada jajaran sebetah kiri mereka. Gaok Lodra menerabas masuk semakin dalam, memeriksa keadaan di sekitar pohon yang roboh itu. Sementara itu, Nenggolo dan Sabit Guntur menunggu dengan waspada.
1028.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pohon lobi lobi
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua Sang Legenda

Kesempatan Kedua Sang Legenda

Bab 55: Kalau Tak Suka, Lupakan Saja (2) Para tentara bayaran yang memasuki lobi menara melihat sekeliling dengan takjub. Lobi yang luas dihiasi indah dengan tanaman yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Patung-patung berharga mahal ditempatkan di sana-sini, membuat sulit membedakan apakah mereka berada di menara penyihir atau kastil bangsawan kaya.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai pohon lobi lobi
Baca
+Pustaka
Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

Pangeran Lou kini mendongak melihat ke atas dan pohon besar nan rindang tempatnya beristirahat yang ternyata bukanlah pohon biasa. “Peri pohon, apa ini Kota Avari?” tanya Pangeran Lou, tidak ada rasa takut dari makhluk kecil dengan telinga runcing ini. “Ya, bisa juga tidak. Tempat ini masih kulit luar dari pusat kota, kalau kau mau, aku bisa mengantarkanmu ke sana,” balas pohon besar yang kini terlihat memiliki mata, hidung dan mulut. Tanah seakan bergetar kemudian akar-akar terangkat ke permukaan memperlihatkan sepasang kaki besar.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai pohon lobi lobi
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Sang Bodyguard

Hasrat Terlarang Sang Bodyguard

"Kata siapa obatnya pahit? Obatnya kan rasa stoberi." "Sto...be...li?" "Yap. Buah kesukaan kamu," balas Liam sambil menyentil hidung Lora yang sangat mirip dengannya. "Kalo stobeli Lola cukaa. Tapi Lola gak cuka obat. Ueeek. Gak enak."
1038.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 956 kali sebagai pohon lobi lobi
Baca
+Pustaka
Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy

Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy

Aku sudah sering mendengar tentang gedung pencakar langit miliknya di pusat kota, tapi belum pernah melihat langsung. Dan begitu aku masuk, mulutku terbuka. Lobi kantor Sebastian tingginya tiga lantai. Marmer putih mengilap di lantai, lampu kristal raksasa bergantungan di langit-langit, dan di dinding depan, logo perusahaannya terpampang dalam huruf emas berukuran raksasa. "Apa ini kantormu?" tanyaku seperti orang bodoh. Sebastian tersenyum. Tangannya meraih pinggangku dan menarikku lebih dekat.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pohon lobi lobi
Baca
+Pustaka
World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist

World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist

“Benih pohon kematian?” “Ya pohon kematian atau dalam bahasa lain kita lebih mengenalnya sebagai Qlipoth. Qlipoth adalah pohon yang tercipta untuk mengakhiri seluruh kehidupan. Kalau kita bisa mengendalikan pohon ini maka kita bisa menggunakan kekuatannya sebagai senjata untuk melawan para monster yang berasal dari dimensi lain.”
9.920.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 791 kali sebagai pohon lobi lobi
Tampilkan Ulasan (63)
Baca
+Pustaka
Psychopath Tender
Gila, gila, ini mantap banget 😍 Dikemas dengan apik, gaya bahasanya gak sulit dan mudah dimengerti. Kebayang bumi tamat karena serangan makhluk jahat 😭rasa kek kiamat huhu. Ada scifi juga, mantul emang 🤩
Blue Leviatan
Hai hai 🥳 buku ini adalah buku bergenre fantasy yang pernah saya buat. Setelah mendapatkan pengalaman dan masukan dari para penulis lain, buku yang kedua ini sudah memiliki tata penulisan yang minim typo, mengikuti pedoman PUEBI dan penggunaan kata baku yang sesuai dengan KBBI. Selamat menikmati🙏
Baca Semua Ulasan
Gairah Panas Tuan Arion

Gairah Panas Tuan Arion

Lobi luasnya dihiasi dengan chandelier kristal yang menggantung elegan di langit-langit tinggi, sementara lantai marmer berkilau memantulkan cahaya, menciptakan suasana yang megah. Dinding-dindingnya dilapisi dengan panel kayu mahoni yang dipernis sempurna, dan ornamen-ornamen emas menambah kesan mewah. Karpet merah yang tebal membentang dari pintu masuk hingga ke setiap sudut lobi, memberikan kesan hangat dan mengundang.
9.5718.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.6K kali sebagai pohon lobi lobi
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
TnaBook's
hello kak, numpang nih hehe, jangan lupa ya mampir juga ke "Godaan sang tante" , seorang pemuda yg cari pekerjaan, tapi malah dapat simpanan, bos nya sendiri, bahkan sampai memiliki anak, dan lagi, bos itu sudah memiliki pasangan hidup, gimana? penasaran kan, yuk mampir. ...
Baca Semua Ulasan
Catatan Si Boi

Catatan Si Boi

Dengan suara terbata-bata, akhirnya tukang kebun itu membeberkan penyebab kepanikan yang menimpanya. "Maaf Pak, saya sudah mencabut pohon-pohon yang Anda minta dan menggali lubang sedalam dua meter di bawahnya. Tapi belum sampai dua meter, saya membentur sesuatu. Sepertinya itu mayat manusia."
9.916.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai pohon lobi lobi
Baca
+Pustaka
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

tiba-tiba Matt membuka mulutnya, lalu menghembuskan lingkaran asap dari bibirnya yang tebal. "Hah?" aku terkejut. “Tin?” “Onok uwit tin opo uwit ara sing tukul nang kene,” Mr. P menjawab pertanyaanku sambil menunjuk ke arah selebaran. "Biasane, wong Indonesua nyebut uwit beringin.” (Ada pohon tin atau pohon ara yang tumbuh di sini. Biasanya, orang Indonesia menyebutnya sebagai pohon beringin).
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai pohon lobi lobi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status