Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

"Dan kami ingin tahu apakah Anda akan mempertimbangkan untuk membantu kami mereplikasinya. Bukan menjiplaknya—tapi menangkap intinya. Membuka Hub-Hub di kota-kota lain. Menciptakan sebuah jaringan tempat seni dan sains dapat bersimbiosis secara alami." Ini adalah pengakuan tertinggi. Bukan hanya pengakuan atas karya mereka, tetapi atas filosofi mereka. Ini adalah kesempatan untuk mengubah lanskap budaya secara nasional. Tapi itu juga merupakan sebuah bahaya. Itu berarti ekspansi. Birokrasi. Standarisasi. Semua hal yang mereka lawan.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 33 Times as polemik kebudayaan
Read
+Library
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Dua pria berkumis mengangguk mencerna matang-matang argumen barusan. “Artinya ....” Wanita bermasker warna kelabu menyampaikan konklusi (bernama Karel Maisyah). “Pola pikir dan pola hidup itu tertanam selalu dalam bentuk kebiasaan dan kebudayaan ....” ”Ya. Maka dengan hematnya, kita hanya perlu memantik api di sana ... lalu, buumm ... mereka hanya akan berperang atas politik masa lalu. Dan merusak diri sendiri atas kegagalan diri sendiri. Mekanisme destruksi identitas,“ papar Eriel sungguh-sungguh.
1020.4K viewsOngoingAdded to Library 732 Times as polemik kebudayaan
Show Reviews (6)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Read All Reviews
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Konflik itu terjadi di sebuah pentas besar, tepat di panggung yang sama. “Panggung itu,” kata Raka, membuka mata, “adalah tempat Ayahku berdebat hebat dengan seorang sesepuh Keraton. Bukan soal politik, tapi soal etika seni. Sesepuh itu menganggap wayang hanya boleh menghibur, tidak boleh mengkritik. Ayahku menganggap wayang adalah suara rakyat.” “Siapa sesepuh itu?”
929 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as polemik kebudayaan
Read
+Library
Ifat

Ifat

“Yang ingin dimaksudkan oleh Muhammad Abduh di sini adalah kebiasaan atau budaya. Orang mungkin banyak yang tidak sependapat dan menganggap itu hanyalah hipotesa. Akan tetapi, itulah yang terjadi di sana.” “Orang-orang tidak merasa cemburu melihat istri-istrinya bersentuhan atau berpelukan dengan orang lain. Mereka tidak marah atau khawatir ketika anak perempuannya berdua-duaan dengan lelaki lain.” “Kebiasaan-kebiasaan seperti itu telah menjadi sesuatu yang diwajarkan, lalu berproses menjadi budaya. Ujungnya, pergaulan atau sxks bebas!”
105.4K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as polemik kebudayaan
Show Reviews (10)
Read
+Library
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Read All Reviews
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia merasa tulisan yang dibutuhkan adalah tentang ketahanan budaya, bukan sekadar eksploitasi kemiskinan dan kerusakan. "Kamu terlalu fokus pada estetika kesedihan, Ark!" kritik Lia saat mereka berteduh di sebuah lamin (rumah adat). "Kamu membuat luka mereka terlihat 'indah' di kamera, tapi kamu kehilangan rasa sakitnya."
907 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as polemik kebudayaan
Read
+Library
POEDJAN

POEDJAN

“Tak ingat kau pada Kartini? Jayanya perempuan pada masa itu mulai dilupakan, Deng! Saatnya kita membuat polemik yang menarik Olanda!” Sebersit kata ‘benar’ tertuai kemudian di pikiran Dedeng. Jika polemik berarti cuan, ia akan menghalalkannya. “Atau begini,” Amin kembali memotong pendapat Dedeng yang baru sempat ia ramu di kepala. “Kita cubakan saja sekali. Bagaimana? Entah gagal, boleh kita tarik semuanya.” Dedeng lagi-lagi mendelik. “Sekali ... bergunakah?” “Sangat, Deng! Sangat!”
105.6K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as polemik kebudayaan
Read
+Library
Menjadi Ibu Pengganti Anak Kembar Milyuner Tampan

Menjadi Ibu Pengganti Anak Kembar Milyuner Tampan

Julia berkata dengan nafas masih tersengal "Tak apa, aku baru sampai." Basa-basi singkat ini jadi pembuka diskusi mereka berikutnya mengenai peran budaya terhadap seni sastra. "Masyarakat yang hidup dari pertanian, pasti sastranya juga menceritakan pertanian, begitu pun yang hidup di daerah nelayan." Julia memulai argumennya. "Lalu bagaimana dengan Sparta? Gara-gara suka sekali dengan militer, mereka malah mengabaikan seni dan kesusastraan?"
107.3K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as polemik kebudayaan
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status