Ada satu sosok yang sering bikin aku terkesima: Ingvar Kamprad, pendiri IKEA. Orang-orang sering ngira dia hemat banget sampe terkesan pelit—ngejar diskon, naik bus umum, bahkan pake furnitur IKEA yang murah di rumahnya sendiri. Tapi di balik itu, dia bikin empire retail furnitur global! Gaya hidup sederhananya bukan karena miskin, tapi filosofi 'Lagom' ala Swedia yang neremin keseimbangan. Lucu ya, orang bisa salah tebak total padahal dia literally ngubah cara seluruh dunia beli rak buku dan lampu meja.
Justru itu yang bikin dia inspiratif. Ketika industri lain pamer kemewahan, Kamprad memilih konsisten dengan nilai inti mereknya. Bahkan di usia senja, dia tetap menolak simbol status seperti mobil mewah. Bukan tentang tampil kaya, tapi tentang membangun warisan yang nyata—sesuatu yang jauh lebih bernilai daripada sekedar penampilan.