Pertanyaan ini mengingatkanku pada diskusi seru di forum penggemar manga romantis tempo hari. Princess treatment sering digambarkan sebagai perlakuan spesial—dimanjakan, dilindungi, dan diutamakan—tapi sebenarnya konsep ini jauh lebih fleksibel daripada sekadar gender. Dalam 'Ouran High School Host Club', misalnya, Haruhi justru mendapat reverse-princess treatment dari klien klub, sementara karakter seperti Tamaki menunjukkan bahwa pria juga bisa menikmati perawatan mewah.
Princess treatment lebih tentang dinamika hubungan daripada jenis kelamin. Aku punya teman cosplayer laki-laki yang selalu dibelikan merch limited edition oleh pasangannya, atau adik laki-lakiku yang senang dipijat kepalanya saat lelah. Intinya, semua orang berhak merasa istimewa. Justru menarik kalau kita memikirkan bagaimana budaya otaku mulai mengeksplorasi ini—liat saja karakter Subaru dari 'Re:Zero' yang sering dapat perlindungan ekstra dari Emilia.