Friend with Benefit (Bahasa Indonesia)
Entah berapa kali Yogie mengucapkan kata tersebut, tapi bukannya membuat Elena membaik, kata itu malah membuat tangis Elena semakin menjadi.
“Menangislah, anggap aku tidak berada di ruangan ini, jadi kamu bebas menangis sesuka hatimu.”
Pelukan Yogie semakin erat seiring dengan tangis sesenggukan dari Elena. Elena tidak mengerti kenapa dirinya menjadi sangat cengeng seperti saat ini, yang dia tahu adalah, jika lelaki yang sedang memeluknya ini memiliki dua sisi yang berbeda, sisi yang mampu menghapus bayang-bayang masalalunya, dan juga sisi yang secara bersamaan mampu memanggil bayang masalalunya hadir kembali memporak-porandakan benteng kengkuhan yang selama ini ia bangun.