Sistem Aura (Infinity)
Tapi Kael tidak menunjukkan sikap interesan.
Eriel meneruskan; “... Kak, biar kuberi tahu satu perkara penting, bahwasanya, kita punya privilese yang potensial guna meraih apa yang ingin diraih oleh manusia konvensional pada umumnya ... keadilan, kemenangan, kekuasaan ada di depan mata kita. Kakak, hakikatnya manusia itu rakus, egois, haus, dan munafik. Maka, sebelum orang lain yang mengambil kursi kekuasaan, kita harus lebih dulu merampas kesempatan itu. Sebab, itulah kehidupan ....”