NINE
Pria itu tampak berpikir panjang sebelum menjawab, air wajah yang sedikit berumur itu tampak serius, "Dahulu, saat ayah masih muda, ada seorang klien yang mantan pembunuh bayaran. Sebenarnya pembunuh itu masih memiliki hati, terkadang mereka tidak menginginkan pertumpahan darah, namun terpaksa karena kebutuhan. Entah uang, entah hasrat.
Tapi jika sudah mengenai hasrat, jelas ia memiliki penyakit jiwa, karena normalnya manusia tidak suka melihat kekejaman. Jadi kalau seorang pembunuh masih memiliki hati, maka ada kesempatan bagi orang lain membuatnya berhenti. Pasti ada. Beda halnya dengan psikopat yang meski sudah memiliki sahabat tetap saja bisa membunuhnya jika terdesak.
Hot Chapters