Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mate

Mate

Tanganku entah mengapa sedikit bergetar, membuat tampilan cokelat yang ku buat jadi bergerigi tak jelas bentuknya. Setelahku, giliran Mas Wira, ternyata ia membuat cokelat berbentuk awan. Entah apa maksudnya membuat itu. Alfa seperti biasa dengan segala kegilaannya, ia membuat bentuk huruf I, bentuk hati, dan huruf U. Lalu, dengan ngawurnya bilang, “Ini spesial untuk Fita”. Jelas saja terang-terangan Mas Wira melotot ke arah Alfa. Sedangkan Hafiz, ia membuat bentuk emoticon senyum begitu rapi. Sepertinya, Hafiz ada sedikit jiwa seni.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
Persona

Persona

"Aku..." ***
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

“Selo lah emang agak capek aja hari ini, biasanya sih tengah malem baru bisa tidur gak tau hari ini kek capek aja gitu” “Oke yaudah bim istirahat gih, makasih ya sarannya, assalamualaikum” “Okee sama2, waalikumsalam”balasku. Dea menutup telfon. Kembali ku perhatikan layar ponselku yang masih tertera roomchat Dea menanyakan kostum kucing, sungguh itu menggemaskan bagiku. Perlahan jari ini tergerak untuk melihat foto profil whatappnya tertera foto Dea dengan Bang Fahmi. Aku menghembuskan nafas panjang, sebenarnya belum terlalu sakit untuk saat ini. Namun tidak tau kedapannya akan gimana bila ilusi itu terus mengampiri. Jujur aku takut kesadaranku ini lama-kelamaan akan hilang namun, ingin beru
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

sipu gadis itu. Nara Hermansyah. Gadis cantik yang begitu sederhana. Piawai yang lembut serta tutur kata yang bersahaja membuat semua orang begitu mencintainya. Cara pandang yang luas tanpa membedakan ras, suku dan juga kedudukan membuat ia disegani. Banyak anak kecil yang begitu menyukainya, bahkan ia mendirikan sebuah panti untuk mereka yang kurang mampu dan sesekali datang untuk memberi mereka hadiah atau hanya sekadar main.
87.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

"Sudah tidak memberontak lagi? Ingin menikmati permainanku?" Lelaki itu meletakkan kembali kamera video miliknya kemudian membuka kedua paha mulus milik Riri. Selama ini Riri begitu menyanjung Ayus. Wanita itu selalu rajin merawat mahkota miliknya. Tentu saja hal ini membuat kedua mata lelaki asing itu membulat saat menghujamkan miliknya ke inti milik Riri. Terasa terjepit dan bahkan terbilang seret.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
Slave

Slave

Begitulah yang Hasan tau dah kalau tidak salah namanya Pete. Ya, bartender Pete, begitulah cara mereka memanggil pria yang memiliki wajah bule yang begitu melekat. Hasan memperhatikan Pete yang tampak sibuk meracik minuman. "Hai," sapa bartender itu ketika menyadari kehadiran Hasan. Hasan hanya membalas sapaan Pete dengan senyuman tipis, atau lebih tepatnya berupa senyuman sinis penuh ke angkuhan.
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
Identity

Identity

Aku menuangkan teh yang terlihat masih mengepul ke dalam cangkir. Rupanya Vian membuatkan teh sebelum ia pergi. Tapi … kemana ia pergi malam-malam begini? Gelap merajai malam. Suara binatang malam menemaniku saat ini. Tak bisa kembali tertidur, aku menuju ruang kerja untuk membaca sebuah buku. Aku berjalan menyusuri lemari buku. Di antara deretan buku terselip sebuah album foto berwarna merah marun. Spontan rasa penasaran muncul dan tanganku meraihnya. Kubuka perlahan setiap halaman album dan mengamati beberapa foto di dalamnya. Terlihat sosok anak laki-laki imut berusia lima tahunan berdiri tegak yang aku perkirakan adalah Vian. Namun, kedua orangtua yang berada di sebelahnya tidak aku kena
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
FLOWIE

FLOWIE

ujar Frisca meninggalkan Luke. Luke berjalan santai di sepanjang jalan kota kecil ini, mengamati setiap detail bangunan dan orang-orang yang berlalu lalang. Inilah cara Luke membunuh kebosanannya. Ia menelusuri jalan di sepanjang laut dan tanpa sengaja melihat anak kecil sedang duduk sendirian di bangku yang mengahadap ke laut. Luke menghampir anak tersebut yang tampak sibuk menggambar sesuatu di buku gambarnya.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Di sudut matanya, Victor masih sibuk dengan bebannya, namun gangguan nyata justru datang dari arah samping. Seorang pria dengan otot yang dipahat paksa dan rajah tato yang melilit lengannya mendekat. Senyumnya lebar, tipe senyum yang sering menipu orang asing untuk merasa aman. "Hai, aku Sony. Member baru? Belum pernah lihat wajah secantik ini di sini."
10442 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai public figure
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status