Kisah Para Penggetar Langit
lanjutnya, “Kata Ayah, ilmu mereka tinggi sekali. Bahkan ketinggian ilmu mereka itu sulit diukur. Musuh-musuh mereka berusaha mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Maka, untuk menjaga kerahasian, mereka menyimpan ilmu-ilmu tersebut ke dalam puisi-puisi yang sukar dimengerti. Sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa mengerti.”
“Benarkah katamu itu?” tanya A Liang.
“Itu kata Ayah,” jawab Cio San. “Dan sebenarnya Kakek dan Ayah sendiri adalah penganut agama dari barat itu,” lanjutnya.
“Benarkah? Jadi kamu bisa aksara barat itu juga?”
“Sedikit-sedikit, saya paham. Cuma saya belum pernah melihat sedikitpun bacaan dengan aksara asli agama itu. Kalau ada, pasti menarik sekali.”