Dewa
Walau cahaya itu temaram tetap kupahami bahwa di titik ternadir cahaya itu adalah bolam namamu yang kian lama akan semakin meredup,
Tentang anugerah itu, layaknya sudah tak pantas lagi kusanjungkan untukmu. Lantaran kau tak bisa baca hatiku ini, hati yang amatlah mencintaimu sahabat. Jikalau waktu itu aku tak bodoh dan ceroboh dalam menoreh rindu, mungkin kini aku pun akan tetap setia dengan jalinan persahabatan kita dan tak akan pernah ada kata cinta yang kuukir. Bisakah sanubarimu menjerit pinta batinku? Ijinkanku membuat keindahan lagi seperti dulu, kita berpisah dalam ikatan sahabat dan akan kembali lagi mengukir kenangan sahabat. Lantas rindu akan tercipta sebagai sahabat bukan sebagai
Bab Populer