Mengejar Cinta Istri yang Kusia-siakan
Hanya wanita lain yang selalu memenuhi hatinya.
"Memangnya kenapa kau bilang?" geram Ikosagon sambil mencengkeram dagu Theona.
"Ya, memangnya kenapa? Apa kau marah? Bukankah kau tidak mencintaiku? Lalu, untuk apa kau marah?" Dengan susah payah Theona membuka mulut.
"Meskipun aku tidak mencintaimu, tapi bagaimana pun juga kau itu istriku. Jadi, sudah sepantasnya aku marah," sergah Ikosagon menggebu.