Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aira's

Aira's

Bait Untukmu Setetes air mata telah memadamkan semangatku, Seucap kata dari kau telah membelah hatiku, Kau bilang aku bodoh, Kau bilang aku tak gigih, Pembacaan puisi yang ditayangkan perdana di tv nyaris membuat ayah menangis seorang diri ketika mendengar dan melihat bagaimana pilunya Aira membaca puisi. "Maafkan Ayah Nak!" batin ayah sendu dan meremas kuat selimut yang ia pakai.
1014.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 559 Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
108.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 292 Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Lalu tunas-tunas yang dulu tumpul Kini tumbuh menembus tanah memamerkan dahan-dahan dan ranting-ranting Memamerkan daun-daun Memamerkan bunga berwarna warni dalam satu tangkai Dalam sekejap saja semua terjadi Dalam sekejap saja hati sudah berubah haluan Dalam sekejap saja udara sudah kembali sesak Dimana sebenarnya ketetapan hati itu berada? “Akh...Adaaam” Adam menyebut namanya sendiri sementara tangannya mengacak-acak rambut. Kembali buku agenda hitam terbuka terisi puisi dadakan. Sudah beberapa minggu berlalu masih saja bayang-bayang Andrewi muncul. Bagaimana dia gugup kemarin, bagaiamana polosnya dia tersenyum malu-malu, cara berbicara, suara dan semua gerakannya memacu setiap inci otak u
109.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 371 Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

D A N (Keresahan yang Ku Saksikan) Sarah Sibuk dengan ketidakpastian Diriku bagai daun yang berguguran Mencarimu berkeliling Hingga tubuh ini terombang-ambing Bagai baling-baling Dan, Hatiku bertanya Dimana kau berada Dan, Menunggumu bagai gelombang jalan Dengan batu yang berhamburan Penuh debu dan kotoran Aku dalam kegersangan Dan, Mengapa sesuatu yang ku harap ada padamu Tak jua ku temukan pada dirimu Tak tercoret setitikpun rasa iba yang tertanam dalam rindumu Untuk sedetik saja menemuiku Dan menemui cinta yang ku bawa untukmu Dan menemui rindu yang ku tabung untukmu Dan menemui kasih sayang yang ku beri untukmu Dan menemui senyum yang ku simpan untukmu
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 94 Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Hati Suamiku, Milik Pujaan Hatinya

Hati Suamiku, Milik Pujaan Hatinya

Tangannya yang kuat menepuk pelan kepalanya, seolah-olah Alisa adalah bunga paling rapuh sedunia. Kehangatan seperti itu hanya pernah kuterima sekali darinya. Saat itu, kupikir aku telah menemukan matahari. Demi satu-satunya cahaya di hidupku yang gelap, aku mempertaruhkan segalanya dan melemparkan diri ke matahari itu. Hasilnya, aku terbakar.
8.1126.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.9K Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 155 Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Ipakita ang mga Review (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Basahin ang Lahat ng Review
CINBU dan HURIN (Cinta Seorang Budak)

CINBU dan HURIN (Cinta Seorang Budak)

Aku segera merapatkan kerudung di depan wajah, SULTANKU Dari embus sepanjang gersang Sendiri terpasung kerinduan Hingga sunyi kian menjamah pilu Sedang pandang masih sejarak impi Aku bernama sepi Dalam riuh parasmu Tertahan yang pernah gagu di pelupuk Lalu sebisa hati kulerai cekatnya Dari embus sejauh angan Ingin kukabarkan Tentang luruh sekat memancang Tentang jemu semakin meradang Aku bernama sepi Tanpamu, sandar paling kekar Tanpamu, tatap paling debar Sedang di sini, masih kelu barang sepatah
105.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 175 Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Wanita di Balik Kaca Mobil Suamiku

Wanita di Balik Kaca Mobil Suamiku

Dia mengunyak sambil memperhatikan aku. “Kenapa melamun tadi?” tanyanya lagi. “Jika ada sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka itu adalahsuara hati.” Aku berpuisi. Dia tambah tertawa lebar. Kesal, aku tak menyembur lembaran tisu, meremasnya hingga berbentuk bulatan, lalu melemparkanke wajahnya. Berharap masuk ke mulutnya yang tertawa lebar itu.
1073.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Cinta yang Tumbuh di Senja Di bawah langit senja, Ku temukan dirimu, tak terduga. Tatapanmu, penuh perhatian, Mencairkan hatiku yang beku dan kesepian. Setiap senyumanmu, Seperti sinar mentari pagi, Menghangatkan hatiku, Mengusir segala keraguan dan sepi. Dalam percakapan yang mengalir, Di malam-malam yang panjang, Ku temukan kedamaian, Di balik kata-katamu yang tenang.
2.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 67 Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
The Time Replayers

The Time Replayers

kataku. Starla mengangguk. Kami kembali berlari dengan memegang tas peserta di depan kami. Mentari menyala di sini Di sini di dalam hatiku Gemuruhnya sampai di sini Di sini, di urat darahku Meskipun tembok yang tinggi mengurungku Berlapis pagar duri sekitarku Tak satupun yang mampu menghalangiku Menyala di dalam hatiku
106.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 207 Beses bilang puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status