Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

Matanya mulai berkaca-kaca. “Nggak mungkin, itu nggak mungkin. Aku nggak akan mau cerai! Ella, kasih aku satu kesempatan lagi, ya? Aku bakal berubah. Aku sudah blokir semua kontak Tira. Aku benaran sudah tahu salah sekarang….” Namun, tak ada orang yang akan terus-menerus memaklumi kesalahan orang lain. Dulu, aku salah besar. Terlalu buta cinta, sampai kehilangan jati diri.
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Baca
+Pustaka
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Suara rintik hujan di atap seolah menjadi irama tunggal yang menemani ratapannya. “Ya Allah… kuatkan hamba-Mu yang hina ini,” gumamnya lirih. “Kuatkan aku agar bisa menjalani hidup penuh siksaan ini. Jangan biarkan aku runtuh, ya Rabb. Berilah aku kekuatan untuk menahan derita demi mereka yang kucintai.”
789 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

“Kadang yang paling rapuh adalah keberanian untuk terus melanjutkan.” Saat mereka kembali ke aula, perubahan besar terjadi. Balai itu kini memiliki dua sayap. Sayap pertama: Perapian Awal, tempat kalimat pertama lahir. Sayap kedua: Lorong Kelanjutan, tempat cerita yang lelah bisa menemukan arah lagi. Lia menulis nama barunya di atlas: Rumah Cerita yang Bernapas Kurator memandangnya dengan mata teduh.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

--- Kael: Api yang Ingin Menjadi Kata Kael memekik, tubuhnya retak seperti cermin yang ditampar badai. Bara di dadanya menjelma aksara merah, terbang melayang, lalu menempel di tubuh para bayangan. Setiap yang tersentuh berubah menjadi huruf terbakar, tapi dari abu itu lahir kalimat-kalimat baru—cacat, patah, liar. “HAHAHA! Kalau kau lahir dari kata yang hilang, maka biarkan aku jadi kebakaran yang menelan huruf-huruf itu!”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Baca
+Pustaka
My Friendship Story

My Friendship Story

Jika saja hujan bisa jatuh dengan tepat ke tanah, Maka mengapa kau tidak bisa labuhkan pada orang yang sudah tepat untukmu dan itu ialah diriku??? • • • "Iya, Mami gue tuh ada tahi lalatnya di deket mata. Emang lo gak nyadar ya tadi?"ucap Gibran yang masih nyaman dengan Nayfira yang sedang menggeleng-gelengkan pipinya.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Baca
+Pustaka
RADANIA

RADANIA

"Ga, kita gak pernah tau kedepannya bakal gimana, gue takut lo ninggalin gue." "Lo itu ibarat bidadari tak bersayap, dan gue sayapnya. Karna gue, akan selalu jadi sayap pelindung lo, gue akan selalu nyemangatin lo buat bisa terbang bebas. Dan gue yang akan selalu buat lo ketawa." "Gue janji gak akan pernah ninggalin lo." "Promise?" "Promise." Flasbcak Off "Lo udah berhasil jadi sayap gue Ga, lo udah berhasil buat gue terbang dan dalam hitungan detik lo berhasil buat gue jatuh sejatuh-jatuhnya," ucapnya sendu seraya menatap foto tersebut.
9.54.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Pernah mewarnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Adam sudah merebahkan diri di lantai saat Reff itu masih berlanjut. Dinginnya lantai semoga bisa meredam panas di dalam dada. Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu. Dengan masih tetap memegangi dada, dia meringkuk menangis berteriak tanpa suara. Melepaskan semua, mencoba menerbangkan ke langit, semoga terbawa oleh angin dan mengubur di suatu tempat yang tidak bisa djangkau oleh siapapun. Semua rasa cinta dan patah hati. semua penyesalan dan harapan.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Aku adalah gelap yang berterima kasih pada keberadaan matahari. -Leo Zeus- *** Ketika Nayara dan Gia masih membahas puisi itu dan cerita kenapa puisi itu sampai ada, Manggala pun masih bersama pikiran yang tidak bisa hilang dari kepalanya. Saat Nayara tidak bisa tidur mengulang-ulang puisi itu, Manggala pun tidak bisa tidur mengharapkan teman tidur. Dan beberapa hari kemudian Manggala mendapat kejutan yang membuatnya semakin mati akal.
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Lelah (lelah) Lelah hati ini (gapai hatimu) Menggapai hatimu tak jua menyatu (lelahku lelah) Lelah lelah hati ini Bagaimana kelak ku akan Melangkah di sisimu Lelah lelah hati ini Menggapai hatimu tak jua menyatu Lelah lelah hati ini Bagaimana kelak ku akan Melangkah di sisimu Lelah (lelah) Lelah hati ini (gapai hatimu) Menggapai hatimu tak jua menyatu (lelahku lelah) Lelah lelah hati ini Bagaimana kelak ku akan Melangkah di sisimu ***
10482.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.4K kali sebagai puisi kahlil gibran sayap--sayap patah
Tampilkan Ulasan (67)
Baca
+Pustaka
yenyen
bagus tapi karena chapternya banyak dan karakternya juga banyak, mending bacanya harus marathon, skip seminggu lupa lagi ini siapa ya aditya? siapa ya mirinda? hehehe.. but overall bagus dan memperkenalkan syariat islamnya mantap, dan menjelaskan bukan agamanya yang salah tapi individunya yng bermas
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status