Asmara Ghina
'Kepada pemilik senyum yang tidak pernah bosan aku memandangnya
Aku tuliskan puisi yang tidak indah ini, sebab semua keindahan sudah terdefinisi dalam dirimu
Rasa yang tak bisa berdusta, semua yang kurasakan adalah murni karena cinta
Aku bisa saja merangkai kata menjadi bait-bait yang menggambarkan kesempurnaanmu
Akan tetapi, aku merasa lebih sempurna jika rasa sayangku terbalaskan olehmu'
"Ih, aneh banget, ya. Siapa pengirimnya?" tanya Ghina.
"Dia gak cantumin namanya," jawab Reza.
"Jangan-jangan bukan buat aku. Itu tadi nggak ada kata 'Ghina', kan?"
"Ya, aku nggak tahu juga. Tapi puisinya keren, ya? Pasti pengirimnya puitis banget." Reza masih memeriksa kertas di tangannya.
Hot Chapters