Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menunggu Masa Idah

Menunggu Masa Idah

Bab 10 Sepi. Bosan. Dua hal itu terasa sangat menyebalkan bagi Ibram. Ia yang biasanya selalu sibuk di kantor, kini harus berdiam diri di rumah sepanjang hari. Belum lagi Laila yang terasa lama sekali di luar rumah. Padahal, perempuan itu sudah berangkat dari pagi, sementara ini sudah hampir memasuki waktu Ashar. Rasanya tidak mungkin jika memeriksakan kandungan hingga selama ini. Atau mungkin perempuan itu pergi ke suatu tempat terlebih dulu?
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan dilaksa lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" .[QS.Al an'am :59] Firman itu terus kudegungkan tatkala hati kecil ini merasa cemburu, saat mata terus saja mendapati Aini dan Sattar berjalan berbarengan. "Ridha terhadap masa lalumu, agar keridhaan masa depan ada padamu. Ikhlaskanlah masa lalumu, agar masa depan menyambutmu dengan penuh kedamaian, Br
8.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Baca
+Pustaka
Dipinang Kakak Angkat

Dipinang Kakak Angkat

Kehidupan yang indah menanti di masa mendatang. SELESAI
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Baca
+Pustaka
SEPERTI YANG KAU MINTA

SEPERTI YANG KAU MINTA

"Aku ingin kau tahu, bahwa diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama dalam beribu-ribu pinta, dan aku berharap bahwa masa depanku alah yang ditakdirkan denganmu". _ @JunaJunanda Part 7 TERIMA KASIH SEMPAT MENGOBATI PATAHKU
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Baca
+Pustaka
Cooking Broadcast for Love

Cooking Broadcast for Love

Aku harus mengubah ID ku lagi karena aku jatuh cinta dengan makanan ini] Melihat komentar dan bunga-bunga sakura yang bertebaran di layar kasat mata miliknya, Yura merasa sudah waktunya untuk menutup siaran hari ini. “Baik karena hari ini kita sudah selesai memasak, waktunya untuk mengundi undian. Dan yang mendapatkan telur kukus hari ini adalah,” Yura terdiam sejenak, dia melihat komentar yang muncul di depannya seperti melihat anak-anak yang sedang menunggu pengumuman lulus tes ujian, “selamat kepada Bulan Mimpi, Singa Kecil, Ubur-Ubur Tampan, Bombom, dan Nikmat Sepertimu! Kirimkan alamat kalian ke inbox dan segera dua puluh menit lagi telur kukus ini akan ada di depan kalian. Terima kasih
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Baca
+Pustaka
Summer Pieces

Summer Pieces

Ia pun duduk di bawah salah satu pohon sambil memandang aliran air. Aku pun duduk di sebelahnya, “Seberapa sering?” “Seminggu atau dua minggu sekali. Aku banyak berpikir di sini. Mengingat masa lalu, berandai-andai, merancang masa depan.” “Merancang masa depan?” alisku terangkat. Ia sedikit tersenyum simpul. “Apa yang ingin kulakukan setelah hari ini, minggu depan, bulan depan, setelahnya.. seperti itulah. Terkadang aku mengenangmu. Bukannya aku tidak bisa move on...”
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Baca
+Pustaka
GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

"Jangan menoleh ke belakang. Tiada seorang pun tahu awal mula terciptanya semesta. Jangan takut masa depan, tiada yang abadi untuk selamanya. Jika sibuk dengan masa lalu atau masa depan, kau akan kehilangan hari ini." –Maulana Jalaluddin Rumi. ***
1065.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Baca
+Pustaka
Malaikat Bertelinga Panjang

Malaikat Bertelinga Panjang

“Aduh maaf tapi malam ini aku sedang tak ingin terlibat dalam perkumpulan bodoh ini. Aku sudah bosan dengan semua ini. Apa tidak ada hal lain yang bisa kita bicarakan? bagaimana kita menghadapi dan mengatasi masalah yang sedang menimpa kita misalnya. Aku rasa masih ada masa depan, kalian hanya terjebak di masa yang sudah lalu dan tak bisa diperbaiki. Tanpa sadar ada masa depan yang masih bisa kita raih. Malam ini aku sadar, tetapi sudah terlambat. Aku kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam kehidupanku. Sayangnya aku sadar setelah ia pergi. Maaf tapi rasanya aku sudah tak ingin terlibat, kalian boleh panggil aku lagi jika kalian sudah siap memikirkan masa depan.”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Baca
+Pustaka
Merajut Asa

Merajut Asa

Perjuangan hidupku begitu keras dan aku kembali dengan mata yang teramat lelah saat menyaksikan dunia sepertinya tidak akan berubah, tapi ketika tawamu hadir tawa itu mengudara mencariku tawa itu memperlihatkan padaku pintu-pintu kehidupan Stanza keempat dan kelima penuh dengan majas, tidak ada goresan pada lariknya. Textliner kembali dibubuhkan Joseph di stanza terakhir. Tertawalah pada malam, pada siang, pada bulan, tertawalah pada kekacauan jalanan di pulau ini
1062.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi masa depan 4 bait
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
Moy
Terima kasih sudah membuat bacaan yang luar biasa. Saya benar2 hanyut dalam ceritanya, karena ceritanya benar-benar hidup, tidak mudah ditebak dan pembaca bisa merasakan dilokasi yg ada dalam cerita. Sungguh serasa baca living books dengan asupan subjek bidang psikologi. Dan ternyata ini kisah nyata
asta
Hampir satu tahun istirahat, jeda di Bab 68. Begitu balik untuk menyelesaikannya, untuk mengisi waktu berpuasa, ternyata isi ceritanya berubah. Saya belum menyelesaikan cerita sebelumnya. Saya mengingatnya tentang seorang ibu satu anak yang diceraikan dan tinggal bersama keluarga Swedia di US. (-_-)
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status