Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.1K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as puisi masa depan 4 bait
Read
+Library
SUDAH TAK PERAWAN

SUDAH TAK PERAWAN

Joko tingkir ngombe dawet Jok dipikir marai mumet Ngopek jamur nggone mbah wage Pantang mundur terus nyambut gawe Pantang mundur terus nyambut gawe Ning purwokerto tuku ketan Iki crito anak rantauan Lombok rawit pedes tenan Golek duet kanggo masa depan Golek duet kanggo masa depan Rokok klobot ning ngisor wit mlinjo Paling abot ninggal anak bojo Tuku donat ning kalimantan Tetep smangat kanggo masa depan Tetep smangat kanggo masa depan
1093.8K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as puisi masa depan 4 bait
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

(Saat Ini yang Abadi). "Ketakutan akan hari esok adalah ilusi," Lia berseru melalui The Psionic Web. "Masa depan adalah hasil dari seberapa besar cinta yang kau rasakan detik ini. Jika detik ini kau penuh cinta, maka masa depan tidak punya pilihan lain selain menjadi indah."
902 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as puisi masa depan 4 bait
Read
+Library
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

Pesan dari Dimas. “Udah sarapan?” Aku tersenyum. Lalu membalas. “Besok sore bisa ketemu? Aku ingin cerita. Tentang masa lalu. Tentang masa depan. Tentang kamu.” Tak lama, balasan masuk: “Besok, jam berapa pun. Aku tunggu.” Dan kali ini... aku tahu. Aku siap. --- Suara Nadia “Ada cinta yang membakar cepat, lalu pergi.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as puisi masa depan 4 bait
Read
+Library
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Pria itu menatap langsung ke arahnya, dan dengan suara dalam yang terdistorsi oleh waktu dan kehancuran, ia berkata: “Aku adalah kau... dari masa depan yang kau ciptakan.” Dan malam Batavia, dengan segala luka yang terbuka, retak menjadi dua di antara waktu dan takdir yang saling berbenturan, menciptakan jurang yang tak mungkin dijembatani dengan mudah. Permainan ini... baru saja dimulai.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as puisi masa depan 4 bait
Read
+Library
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

“Sebelumnya aku ingin bertanya. Menurut kamu, masa depan itu seperti apa?” Jingga diam. Otaknya dibuat berpikir serius padahal selama ini dia jarang menggunakan otak dalam waktu lama. Terakhir dia memaksa otaknya berpikir adalah saat menjalani ujian sekolah beberapa tahun yang lalu. Setelah itu, dia tidak menggunakannya terlalu sering. Dia kemudian menjawab setelah berhasil menyimpulkan sekelebat pikiran, “Menurut saya, masa depan itu ya masa depan. Sebagai ajang untuk merefleksi dan memperbaiki diri.”
4.7K viewsCompletedAdded to Library 182 Times as puisi masa depan 4 bait
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar: "Unyu, pinter kamu carinya. Entar digas pol, sekarang nikmati dulu kesendiriannya ya. Tampak mereka terlihat hanyut dalam pikiran masing-masing. Merindu masa depan itu pada dasarnya menyakitkan. Namun, terkadang ini memang sebuah jalan yang harus ditempuh, sampai akhirnya bisa memeluk harapan indahnya maupun kenyataan yang entah bagaimana. Merindu masa depan belum ada kepastian, hanya keyakinan positiflah yang mampu membalik sakit menjadi semangat yang berbukit-bukit. Ciara: "Hmm, tapi riweh gak sih, Om?"
105.0K viewsCompletedAdded to Library 149 Times as puisi masa depan 4 bait
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

perintah David. Ameli dan David sama-sama duduk berdampingan di sebuah sofa besar berwarna putih. "Jangan merendah! Rumahmu lebih besar daripada rumahku. Mungkin dalam tahun depan jika Bisnisku melesat, aku akan membangun rumah dengan desain seperti ini," ucap Ameli sambil melihat ke sudut rumah David. "Begitu, ya? Bagaimana kalau kamu tinggal di sini saja?"
1.3K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi masa depan 4 bait
Read
+Library
Biarkan Aku Pergi!

Biarkan Aku Pergi!

Aku bilang padamu, 'berhenti di sana', Pesawat terbang di langit biru, Aku akan melakukan perjalanan, Aku akan melakukan perjalanan jauh. Air mata jatuh di dadaku, Hubungan ini, tidak akan berakhir, Kita mengejar impian masa depan kita bersama, Ini bukan akhir, ini awal yang baru. *****
9.76.2M viewsCompletedAdded to Library 240.0K Times as puisi masa depan 4 bait
Show Reviews (1979)
Read
+Library
Zeshan Shandu
sebenarnya aku bosan dengan alurnya yang sama... seperti g ada habisnya masalah yang terjadi. paling kasihan sama cathy.. emang boleh ya laki2 seberkuasa itu? tapi jujur aj setiap kali merasa bosan, menit selanjutnya bikin penasaran...
Ella Yuni
ceritanya bagusss banget,, walaupun chapternya ribuan tapi berasa padat gitu isinya. suka banget sama kisahnya shaun n catherine masih belum puas sama ending temen2nya shaun. chester walaupun badboy tp keren, knp harus cacat. rodney knp dibikin carakternya jd bego gini sama author
Read All Reviews
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Ehem ... wahai anak muda. Janganlah engkau berputus asa. Walau kebahagiaan tak menyapa. Hanya saja tak terlihat oleh mata." Lang menatap sinis gadis yang bersandar di pembatas jalan itu. "Lo nyindir gue?" "No, no, no! Saya lagi latihan baca puisi buat besok di sekolah," elak gadis berseragam SMP itu. "Ngeles aja lo kayak bajaj," ejek Lang. Gagal sudah aksi bunuh diri yang sudah ia rancang baik-baik. Ini semua gara-gara gadis pendek itu. Ralat, bukan gadis itu yang pendek, tetapi Lang-nya saja yang ketinggian.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 263 Times as puisi masa depan 4 bait
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status