Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan yang Tak Pernah Terpilih

Pernikahan yang Tak Pernah Terpilih

Keluarga Mafia Kane memiliki aturan leluhur yang cukup longgar. Sebelum menikah, setiap ahli waris memiliki satu kesempatan untuk mengundi. Jika mendapat undian keberuntungan, mereka dapat memilih pasangan mereka sendiri, tanpa harus mengikuti perjodohan keluarga. Xavier mendapat undian kurang beruntung selama lima tahun berturut-turut. Aku sudah menjalin hubungan dengannya selama tujuh tahun, tetapi masih belum bisa menikah dengannya. Di tahun keenam ini, aku malah mendengar percakapannya dengan tangan kanannya. "Bos, kamu dapat undian keberuntungan lagi." Suara Xavier terdengar lebih dingin dari biasanya. "Ubah jadi undian kurang beruntung seperti dulu." Tangan kanannya merasa ragu dan memberi nasihat, "Bos, kamu sudah ubah undian keberuntungan menjadi undian kurang beruntung selama lima tahun berturut-turut. Kamu nggak takut Celia akan pergi? Celia itu gadis tercantik di Nepilo. Orang yang kejar dia nggak terhitung jumlahnya!" Xavier menyahut dengan percaya diri, "Nggak. Celia sangat mencintaiku. Dia nggak akan menikah dengan orang lain! Ayah Lyra meninggal saat menyelamatkanku. Lyra mau aku menemaninya selama lima tahun. Setelah tahun ini, aku akan berikan Celia pernikahan yang megah sebagai kompensasi." Secercah harapan terakhirku lenyap setelah mendengar kata-kata itu. Xavier mungkin tidak tahu bahwa Keluarga Kane memiliki satu aturan leluhur terakhir. Jika gagal mendapatkan undian keberuntungan enam kali, ahli waris itu akan kehilangan hak untuk memilih pasangan hidupnya sendiri. Sementara itu, aku akan segera menikah dengan orang lain.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Akhir Tragis Suamiku Bersama Sahabatnya

Akhir Tragis Suamiku Bersama Sahabatnya

Di hari putriku meninggal, aku berniat meletakkan papan arwahnya di aula leluhur Keluarga Gunawan. Namun, Jefri Gunawan yang berusia lima tahun malah melempar papan itu ke lantai dan menginjak-injaknya sampai hancur berantakan. “Dia bukan anak Keluarga Gunawan, apa haknya diletakkan di sini? Bahkan kalau kamu mati pun, aku nggak akan sudi menaruh papan namamu di sini!” Aku melirik ke arah papan arwah seorang wanita yang terpajang di aula itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Begitu melihat arah pandanganku, Jefri langsung berdiri menghalangi penglihatanku. “Kamu pikir kamu siapa?! Emangnya kamu pantas dibandingkan dengan ibuku?!” “Pelakor selamanya akan jadi pelakor! Selamanya nggak akan pernah punya harga diri!” Aku tak menyangka anak yang kubesarkan dengan tanganku sendiri, ternyata bisa begitu mirip dengan ayahnya. Menatap putra kandungku yang berdiri di hadapanku, aku pun jatuh ke dalam keputusasaan yang tak berdasar. “Jangan kira karena sudah mengurusku beberapa tahun, kamu bisa jadi ibu kandungku. Ibuku hanya satu selamanya!” “Kalau hebat, pergilah dari rumahku!” Dia tak tahu kalau papan arwah yang dia hancurkan itu adalah milik kakak kandungnya sendiri. Namun semuanya sudah tak penting lagi. Putriku sudah tiada dan tak ada gunanya lagi aku bertahan di sini. “Nggak perlu mengusirku, aku akan pergi hari ini juga.”
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Setelah kembali ke keluarganya, Kevin Alfian tak pernah lagi menyebut mahasiswi yang dulu sempat membuatnya tergila-gila. Dia memperlakukan Yumna Susanto dengan sangat baik, begitu baik hingga Kevin selalu pulang tepat waktu setiap hari, mengingat semua kesukaannya, merebus air gula merah saat Yumna datang bulan, dan memeluknya erat saat dia bermimpi buruk. Semua orang berkata, "Pak Kevin benar-benar suami teladan." Hingga suatu hari, saat mereka pergi makan di restoran yang biasa mereka datangi, setelah membayar dan hendak pergi, tiba-tiba terdengar keributan tak jauh dari sana. "Cuma nyentuh sedikit, kenapa sih? Sok suci!" Seorang pelanggan yang mabuk sedang menarik pergelangan tangan seorang pelayan. "Kerja di tempat kayak gini, bukannya memang buat cari lelaki kaya?"
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Berhenti Memaksakan Cinta yang Melelahkan

Berhenti Memaksakan Cinta yang Melelahkan

Emran yang sedang perang dingin denganku mengunggah sebuah postingan di media sosial. [ Seratus orang pertama yang like dapat uang karena aku baru putus! ] Dalam sekejap, sudah ada 99 repost dan like. Aku tahu dia sedang menungguku mengalah, seperti sepuluh kali sebelumnya, memohon padanya untuk menghapus postingan itu. Namun kali ini, aku langsung repost dan memberi komentar. [ Aku juga mau! ] Kemudian, aku memblokir semua kontaknya. Tiga hari kemudian, adiknya mengirim pesan. [ Tiket untuk pertunjukan kelulusan Kak Emran sudah disisakan buat kamu. Katanya asal kamu datang, dia mau memaafkanmu. ] Aku melirik tiket pesawat di atas meja, lalu membalas. [ Nggak sempat. ] Aku memang benar-benar tidak sempat, karena aku lulus seleksi dan diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di Universitas Bajira. Malam itu juga, aku akan terbang untuk mendaftar ulang. Sejak saat itu, aku dan dia terpisah ribuan kilometer, tak pernah bertemu lagi.
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Apa Kamu Kurang Istri?

Apa Kamu Kurang Istri?

Dua minggu sebelum pernikahan, Felix Darmaji tiba-tiba menunda upacara pernikahan kami. Dia berkata, "Shifa bilang kalau hari itu adalah pameran lukisan pertamanya. Dia sendirian saat acara pembukaan nanti. Aku khawatir dia merasa ketakutan kalau nggak sanggup menghadapi situasi itu, jadi aku harus pergi untuk membantunya." "Kita berdua juga nggak memerlukan acara penuh formalitas seperti ini. Apa bedanya kalau kita menikah lebih cepat atau lebih lambat sehari?" lanjut Felix. Namun, ini adalah ketiga kalinya pria ini menunda tanggal pernikahan kami demi Shifa Adnan. Saat pertama kali, Felix mengatakan bahwa Shifa baru saja menjalani operasi. Wanita itu merindukan makanan dari kampung halamannya, jadi Felix tanpa ragu pergi ke luar negeri untuk merawatnya selama dua bulan. Saat kedua kalinya, Felix mengatakan bahwa Shifa ingin pergi ke pegunungan terpencil untuk melukis serta mencari inspirasi. Felix khawatir akan keselamatannya, jadi dia ikut bersama wanita itu. Ini adalah ketiga kalinya. Aku menutup telepon, menatap teman masa kecilku, Callen Harlan, yang sedang duduk di seberang dengan sikap santai. Dia sedang mengetuk lantai marmer dengan tongkat berhias zamrud di tangannya, membentuk irama yang teratur. "Apakah kamu masih mencari seorang istri?" tanyaku. Pada hari pernikahanku, Shifa yang tersenyum manis sedang mengangkat gelasnya, menunggu Felix untuk bersulang bersamanya. Namun, pria itu justru menatap siaran langsung pernikahan putra kesayangan Grup Harlan, pengembang properti terbesar di negara ini, dengan mata memerah.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
⁠Dari Luka Menuju Kebebasan

⁠Dari Luka Menuju Kebebasan

Alena Pradita berdiri di tengah kerumunan sambil menggenggam dua tumpukan kertas. Yang satu adalah hasil diagnosis mati rasa emosional, sedangkan yang satu lagi adalah perjanjian kesepakatan cerai. Tiga jam sebelumnya, karena status perkawinannya di sistem rumah sakit menunjukkan bahwa Alena telah bercerai, dia pun sengaja pergi ke kantor catatan sipil. Staf itu mendongak dan berujar, "Bu, kamu dan Pak Ardian memang sudah bercerai tiga tahun yang lalu." Ekspresi Alena seketika membeku. "Mana mungkin? Kami baru menikah tiga tahun yang lalu." Staf itu memastikannya lagi, lalu menjawab dengan nada yang agak aneh, "Benar, waktu perceraian memang di tiga tahun yang lalu, tepatnya ... tujuh detik setelah pernikahanmu."
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Cinta yang Dulu Begitu Indah

Cinta yang Dulu Begitu Indah

Nayla Ginanjar berdiri di depan kantor catatan sipil, mengajukan permintaan menikah kepada Renzo Kamari untuk ke-99 kalinya. Namun, Renzo tetap tidak datang. Di telepon, dia hanya berkata dengan nada datar, "Kalau kita menikah sekarang, akan ada yang mati. Tunggu dulu." Belum sempat Nayla mengatakan apa pun, telepon sudah ditutup oleh Renzo. Teman-teman di sampingnya tidak mengerti apa yang terjadi. Di tangan mereka, kamera masih terangkat dan siap merekam momen ketika pasangan itu menerima akta nikah. Namun, melihat ekspresi Nayla, mereka ikut tertegun. "Kamu dan Renzo tumbuh bersama dari kecil selama belasan tahun, hubungan kalian sedekat itu. Dia benar-benar nggak datang hari ini?" Nayla hanya tersenyum getir dan tidak menjawab. Dulu, hubungan mereka memang sangat baik dan bahkan bisa dibilang hampir sempurna. Renzo hampir mengisi seluruh kehidupan Nayla.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Tunanganku tiba-tiba mengumumkan ingin menikah dengan kakakku. Sementara Twinkle, si bangsawan yang selalu bersikap dingin dan tenang tiba-tiba, melamarku sambil berkata bahwa dia telah mencintaiku selama bertahun-tahun. Tiga tahun menikah, Twinkle selalu lembut dan perhatian. Tidak ada satu pun hal buruk yang bisa kutemukan darinya. Sampai suatu hari aku tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan seorang teman. "Twinkle, Amelie sudah mendapat semua yang dia inginkan. Pernikahan palsumu ini sebenarnya nggak perlu lagi, 'kan?" "Kalau aku nggak bisa menikahi Amelie, menikah dengan siapa pun nggak masalah. Dengan begitu, dia juga nggak akan mengganggu kehidupan Amelie." Di ruangan tempat Twinkle setiap hari berdoa, dindingnya penuh dengan nama Amelie. Aku mendengar dia berdoa di hadapan Tuhan. "Semoga semua kebaikan di dunia ini menjadi milik Amelie. Aku rela menukar kebahagiaanku seumur hidup demi kebahagiaan dan kedamaian Amelie." "Amelie, aku nggak berharap di kehidupan berikutnya bisa memilikimu. Aku hanya berharap kamu selalu mengingatku." Inilah kenyataan di balik tiga tahun pernikahan bahagia yang kujalani. Aku pun meniadakan identitasku dan merencanakan kematian palsu. Sejak saat itu, aku dan Twinkle tidak memiliki hubungan apa pun lagi.
27.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 785 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Musim Dingin Tanpa Claire

Musim Dingin Tanpa Claire

Ayah memilih sepasang anak kembar di pasar gelap untuk dijadikan budak bagi aku dan kakakku. Kakakku lebih dulu memilih sang kakak, bertubuh tinggi dan gagah, meninggalkanku dengan si adik yang sudah sekarat, si "bisu". Aku merasa kasihan padanya, maka aku membiarkannya tinggal di sisiku. Ia tidak bisa bicara, maka aku membawanya berobat ke mana-mana. Ia memiliki fobia kebersihan yang parah, maka aku menjaga jarak dengannya. Aku mengira semua itu akibat trauma yang pernah ia alami. Hingga suatu hari, musuh ayah menculik aku dan kakakku. Ia justru meninggalkanku, tanpa ragu memilih mati untuk melindungi kakakku dari tembakan. Menjelang ajal, untuk pertama kalinya ia membuka mulut, dengan mata memerah ia berkata pada kakakku, "Akhirnya, kamu bisa melihatku." Sedangkan kepadaku, ia berkata, "Di kehidupan selanjutnya, tolong jangan pilih aku." Barulah aku sadar, ternyata ia bukan bisu, dan juga tidak memiliki fobia kebersihan. Apa yang disebut "bisu" dan "fobia kebersihan" hanya ditujukan kepadaku.. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke hari pemilihan budak. Kali ini, aku mengabulkan permintaannya.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi

Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi

Putriku sakit parah dan membutuhkan sejumlah besar uang untuk pengobatan. Sementara itu, suamiku bukan hanya langsung menyerah dalam memberikan pengobatan, tetapi juga memulai hubungan asmara dengan teman masa kecilnya, Rachel Linata. Dalam keputusasaan, cinta pertamaku, Collin Luandra, mentransfer 10 miliar ke rekeningku dan menemaniku merawat putriku. Namun, putriku tetap tidak dapat terlepas dari cengkeraman maut. Enam tahun kemudian, Collin dan aku memiliki anak sendiri. Saat pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sendirian, aku mendengar percakapan Collin dengan dokter. "Pak Collin, kamu dan Bu Rhea juga sudah punya anak kalian sendiri sekarang. Gimana kalau apa yang terjadi waktu itu terungkap?" "Waktu itu, Rachel sakit parah. Aku mau nggak mau pakai sedikit trik supaya Rachel bisa terima transplantasi jantung dari anak itu. Lagian, Rhea sudah hamil lagi sekarang. Dia seharusnya nggak akan permasalahkan hal itu lagi." Saat ini, aku baru menyadari bahwa putriku sengaja didiagnosis secara salah. Collin telah diam-diam mentransplantasikan jantungnya kepada Rachel.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2930313233
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status