Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PERTAMA UNTUK NAIMA

PERTAMA UNTUK NAIMA

Walau hanya lara yang terasa, saat ia membuka mata. Fajar pagi menari-nari bersuka cita menyambut sang mentari yang mulai menyinari hari. Tetesan embun pagi yang suci harus rela melenyapkan diri saat sengatan mentari mulai menusuk kulit ari. Naima yang sedang berjalan menuju kediaman sang bibi harus terhenti, saat getaran di saku jaketnya terasa menggelitiki.
1037.9K viewsCompletedAdded to Library 871 Times as puisi mentari pagi
Show Reviews (53)
Read
+Library
athena_vivian
asekkkkkk, gue suka gaya Naima!! Jadi cewek emang harus tahan banting selain tahan yang lain. Bab-nya udh banyak, y, Kak...gratis satu bab, donkkkk................., tapi, Naima kaya Alice in Wonderland, ya...having great experiences in another places....
Kiki Sulandari
Naima speechless,ketika tahu hadiah kalung emas putih dengan bentuk infinity bukan berasal dari Jaka melainksn dari Albe Apakah Naima akan memakai kalung itu? atau mengembalikan kalung itu pada Albe?
Read All Reviews
FATED

FATED

[Im Aerum’s POV] Aku menengadahkan kepalaku ke atas. Sang mentari telah menyambutku pagi ini. Mentari itu seolah-olah seperti tersenyum ke arahku. Cuaca hari ini sangat cerah. Tidak terlalu terik namun tetap menghangatkan kulitku. Sang mentari seolah-olah tahu jika aku sedang sangat berbahagia hari ini.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Selamat Malam Duniaku

Selamat Malam Duniaku

Dia sangat benci! Lambat laun onggokan awan hitam beranjak dari tempatnya, burung laut mulai meramaikan suasana. Sinar matahari menembus cakrawala dengan sinarnya yang lembut. Andaikan suasana hatinya tak seburuk ini, ia akan sangat bahagia menyaksikan pemandangan pagi yang indah dan menyegarkan. Di tepi laut saat mentari menyembul dari ufuk timur, saat gulungan ombak menari menyambut sinar mentari. Mira tak pernah merasakan rekreasi sekadar memanjakan matanya pada nuansa alam yang menyajikan keindahan seperti ini. Tapi pagi ini, dia tidak bisa mengatakan selamat pagi pada dunia. Karena pada dasarnya itu hanya akan memperlihatkan betapa menyedihkannya dirinya kini.
3.5K viewsOn holdAdded to Library 135 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

### Minggu pagi. Setiap hari Minggu pagi, Mentari akan lari pagi di sekitar kompleks perumahannya, kemudian berakhir di taman kompleks, tempat di mana banyak penjual makanan berjejer rapi. Di taman kompleks itu pula, banyak anak-anak bermain bersama orang tua mereka. Dan, Mentari tentunya ditemani oleh kakaknya yang selalu memiliki tulisan tanpa wujud di keningnya, namun berhasil dibaca dengan sangat baik oleh cowok-cowok yang punya niat untuk mendekati Mentari. ‘Awas kakak galak’.
109.5K viewsOngoingAdded to Library 371 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Saat Istri Pertama Datang ke Acara Pesta Bayi Suaminya

Saat Istri Pertama Datang ke Acara Pesta Bayi Suaminya

Ada rasa iri dan cemburu yang akhirnya membakar dada, senyuman yang terbit di bibir mungil Saras rasanya seperti belati tajam, menusuk dan membuat luka yang tak berdarah. Mentari pagi telah terbit dari ufuk sana, cahayanya yang terang sangat menyilaukan mata saat beradu tatap. Hembusan angin pagi menambah suasana semakin sejuk, terdengar kicauan burung yang bersahutan, membuat suasana pagi semakin indah.
39.4K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 459 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Mentari pagi tergantung pada pertengahan dansa awan. Hilir mudik sorotan angin mengusir udara lembab. Cerahnya pagi disokong oleh dedaunan mengkilap yang basah. Ganta Yudhistira, menyatu dengan semua itu. Ia berdiri di tengah-tengah taman bunga tersayangnya, menyapa satu persatu bunga rawatnya membawa keran air.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as puisi mentari pagi
Show Reviews (93)
Read
+Library
Rain (angg_rainy)
Terima kasih yang sudah baca Samuel-Sienna sampai tamat, hatur thankyou ...🫶🏿 Maaf jika masih ada typo dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, cieh. Untuk yg mau baca karyaku yg lain, author ini multi nasional ko, eh multi platform, bisa di Novelt**n, Victi*, Dr**me, H*nov*l, dll
widurindriarti
Suka banget sma kombinasi keduanya Sienna awalnya sosok yang menguasai trnyata yg dy siksa stiap hari Samuel adl macan tidur. Kondisi berbalik Samuel yang menguasai permainan...... Very nice dark romance
Read All Reviews
Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Pagi sepi, sore pun sepi Siang malam dingin dan sunyi Gelap tanpa sinar mentari Hanya siulan jangkrik berbunyi Aku, di sini seorang diri Melantunkan syair ini Sebagai penggerak hati Memanggilmu tuk menemani Kemarilah! Lihat aku bagai peri Tubuh ramping, cantik, dan wangi Wajah mempesona memikat hati
9.8141.6K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as puisi mentari pagi
Show Reviews (33)
Read
+Library
Donat Mblondo
Mohon maaf ya... jika ada yang tidak berkenan dengan nama² nyleneh di cerita ini. Terima kasih atas masukannya. Saya akan memperbaikinya di seri ke-2. Terima kasih banyak bagi yang sudah baca sampai tamat. Semoga kalian sehat selalu...
Alhan Ard
Halo semuanya, izin promosi ya kak. Mampir yuk ke Novel "Aku Menjadi Dewa yang Menjalani Hukuman di Dunia Modern" Dimana menceritakan seorang dewa yang bertransmigrasi di manusia biasa dengan dunia saat ini!
Read All Reviews
Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Tidak ada satu pun jeritan yang keluar dari mulutnya. Dia menundukkan mata, membiarkan sup panas itu membakar kulitnya. Bahunya menegang kaku, dan ujung jarinya tampak sedikit meringkuk. Suara sup yang mendidih dari dalam panci masih terdengar di telinga. Ruangan yang baru saja dipenuhi aroma segar, saat ini hanya menyisakan bau amis yang mengenaskan. "Aku sudah bilang, kamu harus pergi!"
7.0K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Accidentally In Love

Accidentally In Love

Begitu juga dengan Vanesha yang terkena terpaan sinar mentari pagi kala itu. Secercah sinar mentari pagi itu bagai harapan untuk jiwa-jiwa yang dilanda gundah. Binarnya menuntun menapaki jagat raya seantero bumi. Suara burung-burung bernyanyi bersahutan, saling bersiul memberi salam. Bak suara malaikat yang mengantar para manusia menyambut harinya.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 220 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status