Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

pikirnya dalam gerutu membatin. Mula-mula sang Pendekar Kera Sakti nggak mau ambil pusing soal cewek itu. Matanya asyik menikmati gulungan ombak yang mirip gulungan kasur orang mengungsi karena kebanjiran itu. Buih-buih ombak yang sampai ke pantai dekat kakinya itu memercik, mirip busa sabun yang habis dipakai mandi seorang top model. Baraka merasa senang memandangi keindahan alam seperti itu. Seekor ikan teri melompat, seakan sedang menunjukkan kebolehannya yang tak kalah lincah dengan lumba-lumba di Ancol. Baraka hanya tertawa melihat ikan teri melompat. "Kecil-kecil banyak lagak lu!" ujarnya kepada sang ikan teri, tapi sang teri tidak tahu bahasa manusia, jadi ucapan itu dicuekin saja sam
1030.6K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as puisi ombak
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

katanya dengan nada cemas, “laut ini… tidak normal.” Arjuna berjalan mendekat. Ia menatap ombak yang datang perlahan, lalu surut kembali. Tapi setiap kali ombak menyentuh pasir, ia meninggalkan cahaya halus yang berdenyut seperti urat nadi. “Ini bukan laut yang marah,” kata Arjuna pelan. “Ini laut yang sedang mengingat.” Raksa mengerutkan kening. “Mengingat apa?”
101.5K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi ombak
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Aku menatap laut di kejauhan, laut yang dulu hanya metafora, kini benar-benar hidup, bergerak, dan berbicara dalam bahasa yang tak bisa diucapkan manusia. “Lihat,” kata Arga, menunjuk ke permukaan laut. Di sana, gelombang membentuk barisan kalimat. Setiap ombak menulis satu frasa, lalu pecah menjadi buih yang menghilang. Namun sebelum lenyap, aku bisa membaca kata-kata yang ditulisnya.
790 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi ombak
Read
+Library
Autophile

Autophile

Di pelantaran senja nan anggun, angin membawa aromamu Begitu ku nikmati nyanyian-nyanyian ombak penuh suka Di tepian pantai nan penuh temaram ini, aku bersandar pada sajak-sajak yang membawaku untuk berkelana dalam picisan semu ini Sementara damaiku menikmati setiap alunan indah nan membawaku tuk menari nari bersama senja yang kupuja
103.2K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as puisi ombak
Read
+Library
Alegoria

Alegoria

Berkhianat kepada mereka adalah dosa yang tak terampuni. ***** Oh ombak yang berdebur di bibir laut Sungai jernih yang mengiris daratan Pada gunung cadas yang diselimuti kabut Angin lembah membawa kelembutan. Oh tanah airku, Alegra Raya Terbenam dalam doa, Terlukis dalam gembira, Aku adalah merpati yang lahir dari rahimmu. Oh sejahteralah, Alegra Engkaulah sang penyelamat dari petaka besar
103.6K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as puisi ombak
Read
+Library
Tiada Lagi Ombak Namamu

Tiada Lagi Ombak Namamu

Sinta Lioda sudah menantikan pertunangan yang disiapkan selama setahun ini, tapi acara tersebut justru berubah menjadi lelucon akibat kedatangan cinta sejati tunangannya dari luar negeri. Dia ditinggalkan oleh Ronald di hadapan semua orang. Bahkan, saat mengejarnya dalam keadaan kacau, Sinta mengalami kecelakaan mobil hingga koma. Semua orang menunggu untuk melihat bagaimana Sinta yang biasanya suka sewenang-wenang itu, membalas dendam pada perempuan cinta sejati itu begitu dia terbangun. Namun, ketika sadar, dia seperti menjadi orang yang berbeda. Dia tidak membuka mata dan langsung membuat keributan untuk bertemu Ronald, tidak menelepon pria itu terus-menerus, tidak pula mencari masalah de
530 viewsCompletedAdded to Library 17 Times as puisi ombak
Read
+Library
Aku ingin Bercerai, Tuan Duke Arogan!

Aku ingin Bercerai, Tuan Duke Arogan!

Liora menatap kosong pada ombak yang menghantam batu karang besar di bawah tebing, menciptakan buih-buih putih yang pecah seketika di bawah kepungan angin semenanjung yang menderu. Ia kemudian menghela napas kasar, membiarkan uap tipis menguar dari bibirnya yang kelu karena udara pantai yang menggigit. "Bisa-bisanya aku ada di sini sekarang. Ini benar-benar gila," gerutunya pelan dengan nada suara yang sarat akan frustrasi.
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 262 Times as puisi ombak
Read
+Library
Ahli Waris

Ahli Waris

usir Minah masih menggelayut manja di lenganku. “Menggombal itu indah, seperti gombal mukidin.” Istilah apa lagi yang dia ciptakan. Aku tidak mengerti dengannya. Aneh-aneh. Minah semakin mengkeret kesal. “Opo iku gombal mukidin?” tanyaku penasaran. Dia berdiri membenarkan krahnya. “Gerai ombak bagaikan angin laut, Minah uyu-uyu kita di sini nikah yuk,” suaranya percaya diri.
9.7418.7K viewsCompletedAdded to Library 9.2K Times as puisi ombak
Show Reviews (125)
Read
+Library
Esi Apresia
Halo pembaca. Tolong kalau komen yang bijak ya. Kami author berusaha memberikan yang terbaik buat pembaca. komen membangun sangat kami butuhkan. Jadilah pembaca yang bijak. Dukungan positif kami butuhkan dari kalian semua. Terima kasih.
Adista Tanuwijaya
ada novel cetaknya gk kak?mahal kl baca disini tiap bab tuker koin tiap bab tuker koin,buat yg gemar baca tp bnyk duit mungkin gk masalah tp buat yg gemar baca tp kekurangan gimana?bisa baca gk bisa mkn ini mah.
Read All Reviews
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.1K viewsOngoingAdded to Library 213 Times as puisi ombak
Read
+Library
Istri yang Kau Buang

Istri yang Kau Buang

"Pada CV tertulis kalau Anda adalah seorang lulusan sastra. Pernah bekerja sebagai seorang finance. Saya ingin tahu, kenapa anda bisa nyasar di bidang itu?" Ditatap sedemikian rupa dan diberi pertanyaan seperti itu, membuat rasa gugup kembali menyerang. Sebenarnya Sofia sudah menyiapkan diri jika mendapat pertanyaan seperti itu. Pertanyaan yang cukup lumrah sebab basic pendidikannya adalah Sastra Inggris. Namun, mendengar kata 'nyasar' yang diucapkan penuh penekanan oleh lelaki itu, mau tidak mau Sofia gugup juga. Dia berpikir keras sebelum akhirnya memberikan jawaban.
98.4K viewsOngoingAdded to Library 261 Times as puisi ombak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status