Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kebangkitan Sang Bayangan

Kebangkitan Sang Bayangan

Bayangan di Tengah Malam. Malam itu, langit kota terlihat buram, seperti terlapisi abu dan kegelapan. Di tengah suasana sunyi, Luca Ombra berdiri di balkon sebuah bangunan tua, memandang ke arah kota yang membentang di bawahnya. Ia bisa melihat lampu-lampu jalanan berkedip samar, seakan turut menyembunyikan rahasia yang selalu menjadi bagian dari hidupnya.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi ombak
Read
+Library
Kisah Dari Bahari

Kisah Dari Bahari

Cukup untuknya berdiri di bawahnya tanpa ubun-ubunnya menyentuh papan. Dia masuk lewat depan dengan menaiki tangga. Ruangan yang ditemukanya adalah merupakan ruangan yang dipenuhi oleh pernak-pernik dan segala macam seni. Patung, kain batik, ukiran, tikar, dan bahkan terutama lukisan. Lukisan orang-orang yang terkena musibah banjir dari air berwarna darah mencuri pandangannya untuk sesaat. "Silahkan duduk," kata Lamin.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi ombak
Read
+Library
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Puisi itu berbunyi, "Dia, dia, dan dia adalah AT98. Dia tak berupa dan berbentuk, tetapi bernyawa. Dia nyata dalam ketiadaan yang hampa. Dia adalah rasa dari berbagai rasa yang ada. Dia adalah yang baik dan yang jahat dari kita. Dia bagaikan angin yang berhembus membawa kehidupan bagi kita. Dia berjalan tanpa kaki ditengah kehampaan yang mendera. Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran.
9.93.2K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as puisi ombak
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.6K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as puisi ombak
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Kita bisa melewati rintik hujan bersama, berjalan beriringan sampai rambut kita memutih dimakan usia, sebuah janji untuk menua bersama. Dulu, saat membaca itu, air mataku jatuh karena rasa haru yang luar biasa. Akan tetapi, sekarang, aku sadar bahwa itu hanyalah mimpiku sendiri. Mimpi yang pada akhirnya harus aku wujudkan sendirian. Aku tetap diam di tepi pantai sampai fajar menyingsing sebelum akhirnya memutuskan untuk melangkah pulang. Sepanjang malam ini, baik Rangga maupun Ibu, tak satu pun dari mereka yang ingat untuk sekadar bertanya di mana keberadaanku.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as puisi ombak
Read
+Library
KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

Deru ombak makin jelas terdengar, menciptakan simfoni alami yang menyatu dengan detak jantung mereka. Tangan keduanya tetap saling bertaut, langkah demi langkah menyusuri jalur penuh batu kecil. Di kiri, tebing menjulang tinggi. Sementara di kanan, laut memantulkan sinar matahari senja yang mulai redup. “Kalau aku tinggal di tempat seperti ini, mungkin aku akan jadi penulis puisi,” gumam Amelia sambil menendang kerikil kecil ke air.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as puisi ombak
Read
+Library
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Serangkaian kata-kata syair meluncur dari bibirnya. "Laut biru langit biru. Jambangan hati terlepas ditelaga. Bulan menangis binatang merintih. Nyawa bertabur bercecer darah. Aku mencari dalam bingung di tengah dinding-dinding buntu .Engkau muncul membawa pedang seperti pangeran langit. Malam berlalu bertabur sunyi dalam tanya. Amarah dan dendam menutup tirai terang. Harapan muncul bersama sang penegak yang tak tersangkut dendam dan tertaut piutang. Dengan dua tangan kuletakkan di depan perutmu. Aku meminta kau segera datang ke Blora .Berbuatlah sebagai sang bijaksana. Bertutur dengan kearifan. Pintalah Cambuk Sakti Naga intan dari sang penguasa. Agar darah tak lagi tertumpah dan kematian me
98.8K viewsOngoingAdded to Library 238 Times as puisi ombak
Read
+Library
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Dia menatap ke arah Badai dan berkata dengan nada lemah "Aku lebih suka berkelahi denganmu, daripada ditelan lautan." Badai tertawa getir "Kamu masih juga suka bercanda, artinya kita masih berjuang di dalam kolam yang luas ini." Ombak datang kedua kalinya. Bukan hanya gelombang. Tapi kali ini yang datang adalah tembok air raksasa, seolah samudra ingin menyelesaikan pekerjaan yang gagal di gelombang pertama. "Bruakkk!!" Tubuh mereka terangkat ke udara, lalu terhempas kedalam pusaran air yang menyerupai lobang hitam. Dunia menjadi putih oleh busa, lalu gelap oleh kedalaman.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi ombak
Read
+Library
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Ia menyerahkannya pada si ibu dengan gerakan yang ia harapkan seperti manuver agen rahasia, tapi lebih mirip robot seret. “Ini ‘Deburan Ombak’, Tante.” Suara Azura mengalir, menarik pendengarnya ke dunia lain. “Kisahnya tentang perenungan saat kita berdiri di hadapan samudra. Aromanya adalah napas lautan itu sendiri—luas, kuat, tak terbatas. Ini adalah wewangian yang mengingatkan betapa kecilnya kita di hadapan Sang Pencipta, namun juga menjadi bagian dari keindahan alam yang agung, membantu kita melepaskan beban pikiran dan menemukan pandangan baru.”
999 viewsCompletedAdded to Library 35 Times as puisi ombak
Read
+Library
Anak Pulau: Pembawa Kekuatan Legenda

Anak Pulau: Pembawa Kekuatan Legenda

Suara ombak yang menghantam batu-batu besar di tepi pantai bergema di udara, seperti suara masa lalu yang ingin mereka dengar lebih jelas. Mariam menatap laut dengan tatapan kosong, seakan menyatu dengan pemandangan yang ada di depannya. "Suara ombak ini, Patiwaji," katanya dengan suara lembut, "mereka seperti menceritakan sebuah kisah yang tak pernah selesai. Kisah tentang kehidupan, tentang perjuangan, tentang harapan dan ketakutan."
1.3K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi ombak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status