Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Simpanan!

Simpanan!

Mengukir sebuah tulisan di atas pasir yang basah. Saat ombak mulai mendekat Ammar berlari mundur, membiarkan ombak itu menyapu apa yang sudah ia ukir di atas pasir basah tersebut. Saat ombak mulai mundur dan menyusut. Ia kembali pada tempat semula lalu mengukirnya lagi. Tawanya menggema setiap ombak itu mulai mendekat. Ia lakukan hal yang sama sampai beberapa kali. Entah lah ... aku juga tak mengerti apa maksudnya?
1032.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi ombak
Read
+Library
Jangan Mencintaiku Mr. Don Juan

Jangan Mencintaiku Mr. Don Juan

Tentu saja, boleh. Finnley termenung menatap lukisan itu sejenak, lalu berkata, "Lukisan ini menggambarkan suasana senja kemerahan dengan latar belakang hitam, kemudian ada hutan kecil di satu sisi, dan seorang wanita berjalan di tepi pantai di kejauhan. Gelombang laut abstrak tampak bergelora seakan hendak menelannya. Hmm ... bagaimana kalau 'The Turbulent Waves'?" "Ombak Bergelora ... it sounds good! Aku suka itu."
103.0K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as puisi ombak
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Cahaya tombak yang menyilaukan, seperti garis-garis pelangi, menembus kehampaan. "Haha, bagus sekali! Badai yang dahsyat!" Pemuda berbaju kuning itu menggerakkan tangannya, angin di telapak tangannya membawa suara deburan ombak laut. Pukulan telapak tangan itu seperti gelombang laut, satu lebih tinggi dari yang sebelumnya. Akhirnya, ketujuh gelombang itu tumpang tindih, membentuk gelombang dahsyat yang menghantam tombak, memaksa prajurit pembawa tombak itu mundur.
1012.9K viewsOngoingAdded to Library 490 Times as puisi ombak
Read
+Library
LOVE THE LAW

LOVE THE LAW

Tulisannya rapi, berisi puisi pendek. (‘Jika kau adalah badai, biarlah aku payung yang goyah, bukan pelindung, hanya penenang.’) Ia tahu siapa penulisnya. Dan malam itu, ia membalas. Menyusupkan secarik kertas ke balik buku yang sering dibaca Ainsley: ‘(Kau bukan payung, Ai. Kau pelangi setelah ribut. Jika aku badai, kau alas yang tak mau runtuh.’)
993 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi ombak
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Dinda, yang kini duduk di kelas empat SD, semakin mirip Dion tenang, tapi matanya menyala penuh rasa ingin tahu. Suatu pagi, ia duduk di beranda sambil menulis sesuatu di buku kecil. “Bunda,” katanya tiba-tiba, “boleh aku baca puisiku yang baru?” Dina tersenyum. “Boleh, Sayang. Aku dengerin.” Dinda membuka bukunya dan mulai membaca pelan: “Dulu aku takut gelap, karena kupikir cahaya cuma dari lampu.
825 viewsCompletedAdded to Library 17 Times as puisi ombak
Read
+Library
GARIS PATAH LOGIKA

GARIS PATAH LOGIKA

Mereka adalah anak-anakku, lahir dari pertarunganku dengan laut dan dengan diriku sendiri. Aku tidak tahu akan menjadi wanita seperti apa dirimu. Tapi aku punya firasat. Firasat seorang seniman. Aku merasa kau juga memiliki 'ombak' di dalam dirimu. Sebuah energi yang liar, yang mungkin tidak selalu dimengerti oleh dunia yang menyukai garis lurus. Jangan pernah biarkan mereka memadamkannya, Anya. Peliharalah badai di dalam dirimu. Itu adalah hadiahmu.
817 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as puisi ombak
Read
+Library
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

Mas Raja: "Alya Humaira, Aku rindu" Cairan bening langsung memenuhi kedua pelupuk mataku begitu membaca pesan itu, dan sedetik kemudian cairan bening itu mulai menganak sungai di kedua pipiku.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 193 Times as puisi ombak
Read
+Library
Mahar Kedua

Mahar Kedua

jelasnya dengan menunjukkan ombak kecil di bawah kaki kita. Hamparan ombak bergulung perlahan, cahaya mega membuat gelombang-gelombang itu seakan bercahaya. Asyraf tidak bohong, deburan ombak yang menghantam cadas menjadi irama music tersendiri. Suaranya, juga ribuan bulir air menyembur bebas mengenai apa saja. Mereka tersenyum lebar melihat pemandangan itu. "Kau menyukainya?"
2.9K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as puisi ombak
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 503 Times as puisi ombak
Read
+Library
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.8K viewsCompletedAdded to Library 437 Times as puisi ombak
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status