Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kontrak dengan sang Pria Pengganti

Pernikahan Kontrak dengan sang Pria Pengganti

"Semoga hariku esok lebih baik dan lebih menyenangkan daripada hari ini." Ia menggulingkan badannya ke arah kiri, kemudian mengembuskan napas panjang. "Atau mungkin, besok akan menjadi hari paling menyebalkan dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam hidupku. Aku tak ingin hal itu terjadi besok." Terakhir Pramudita memeriksa ponselnya, lantas meletakkan kembali. Dan memilih memejamkan matanya kemudian. Ia terlihat damai dalam balutan mimpinya.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Cinta (Ketika Cinta Tergadaikan)

Pengorbanan Cinta (Ketika Cinta Tergadaikan)

Kemarin adalah kenangan dan pelajaran. Sedangkan hari ini adalah tantangan yang harus terselesaikan, lalu esok adalah tantangan baru untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Percayalah, hari ini dan esok, aku ingin merangkai hari-hariku bersamamu selamanya. (Zayyan Haziq Priambudi – Cahaya Cinta Azzura)
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
JANGAN NGAKU CANTIK

JANGAN NGAKU CANTIK

"Bila esok ku masih di sini, karena hari ini aku menunggu ... Bila nanti tiada kutemui, akan kuterima suratan ini ... Kubayangkan tentang hari nanti, ku ingin teman dalam hidupku ... Pabila ada cinta yang sejati yang hanya ku lihat dengan hatiku ini ... Akan ku berikan akan ku persembahkan setulus hati ini ... Agar dunia ini menjadi indah di dalam penglihatanku ..." Tidak terasa air bening membasahi kelopak matanya, seketika dia menyeka pipinya dengan tisu.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Mistress: Dendam Wanita Simpanan

Mistress: Dendam Wanita Simpanan

***To Be Continued*** Mulai besok update di jam segini ya. Sebab per hari.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Mendengar ucapan bundanya, ada sesayat luka mengenai hatinya. Cengkeraman Baskara makin kuat. Terlihat garis-garis nadinya mengencang. Giginya gemeretak, otot-ototnya menegang. Ia menelan ludah. “Setiap detik aku tidak pernah berhenti memikirkanmu, Mbak,” kata Baskara tenang. “Rasa ini tidak berubah sedikit pun sejak… “ Ia menelan ludah kembali. Rasanya susah. Entah kerongkongannya yang menyusut atau benda yang ia telan menggumpal besar. “Sejak Mbak hadir di depanku.” Kali ini pandangannya beralih ke lantai. Sebentar saja, lalu kembali pada wajah yang masih juga menatapnya. “Aku nunggu, Mbak. Menunggu kamu siap untuk bersama.”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Ia terlalu sering memikirkan hal-hal yang belum pasti dan mengkhawatirkan segala sesuatu yang sudah diatur oleh semesta. "Apakah kamu mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba. Belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jadi biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Oke, Mayang?"
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 755 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Mengapa kau mengalir pergi Kala ucap terpatri di hati Akankah kau buktikan kau benci dirimu sendiri Kau tolak empat mata Namun, kau suka main mata Nan, bolak balikkan kata Laksana bunga tidur yang terasa Pijar yang ku cari Bukan kata manis yang kau beri Nostalgia yang ku rasa Apa kau merasa hal yang sama? Iblis kejam... Lihat tanda tanya ini Bisakah kita menjadi sahabat? Atau Berteman hingga akhir hayat? Nan, maaf kutelusupkan kau dalam puisi ini 26-04-2018 “Siapa yang menulis puisi ini? Tidak ada penulisnya” ucap Arka “Mungkin di kotak tadi ada sesuatu yang lain” lanjut Arka sambil turun dari kasurnya mengambil kotak yang dia banting tadi
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

Apa yang menentukan bagaimana rupa hari esok? Jawabannya adalah usaha hari ini. Di bawah kanvas putih yang mendukung sinar matahari menghujam ke bumi, di antara semilir angin yang menarikan ranting-ranting minim daun mungil, dan di depan sebuah bangunan penuh estetika yang akrab disebut Fakultas Ilmu Budaya—seorang pemuda menyandarkan punggung pada gerbang.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status