Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

tanya Naira, suaranya pecah. “Kau menulis terlalu banyak. Dunia tidak tahu mana yang nyata, mana yang mimpi.” Kertas cahaya terakhir di tangannya tiba-tiba terbakar dari dalam, menyisakan abu berwarna perak yang membentuk tulisan di udara: “Hari Kedua: Dunia Menuntut Balasan.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Manusia memang seperti itu, akan tersesat di tengah sanjungan. Membaca puisi tak lagi mampu memuaskan rasa percaya diri para pelajar yang tengah meledak-ledak. Seseorang mengusulkan untuk membuat puisi di paviliun ini. Jika kelak ada yang lulus ujian, paviliun ini akan menjadi tempat yang dapat dikunjungi oleh siswa di masa mendatang.
9.3428.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.1K kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Menunggu sampai hari terang. ***
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas lebih lanjut, jadi dia juga tidak dapat berterus terang. Kemudian, Dewina pun berkata, "Tuan Wira, kalau begitu aku pamit dulu. Oh iya, aku hampir lupa, aku mendengar bahwa beberapa hari lagi akan ada Kompetisi Puisi Nasaka. Para pemuda dan pemudi dari Provinsi Jawali akan hadir. Kalau Tuan berminat, jangan lupa untuk ikut."
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153.5K kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Eh Markonah, kok, bisa jawab? “Besok tiada waktu lagi bagi kita bersua. Sampai kapan kau akan mengurung diri, Hayati. Zainuddin kesepian tanpamu.” Diandra lagi baca puisi. Entah puisi siapa. “Nyatakanlah cintamu seterang matahari. Biarkan es batu yang beku itu mencair karena hangatnya kopi susu yang diminum secangkir berdua, itu pun, kurang dan ngutang.”
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 617 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Seperti langit jingga yang bertemu senja . Andai aku menjadi puisinya Biarlah Adinda menjadi lagunya. Agar bisa saja menyatu menjadi syair indah yang merdu. Meskipun saat ini hanya sebatas angan semoga esok tersemogakan hingga menjadi kekal dalam keabadian. Aku lelaki yang merindukanmu. Fais Abdilah Guntoro.] Dikirim tadi setelah isya. Kuulangi sampai 4 kali puisi yang dikirimkan Mas Fais padaku andai tadi HP-ku aktif dan aku tahu WA ini pasti aku tidak akan konsentrasi mengikuti acara pengajiannya.
10146.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

H anya ini cara buktikan kalau aku bukan dia E nyahkan segala untuk sebuah ambisi dan asa N antikan waktu yang tepat tuk bersama D engan segala kesakitan berbalut bahagia R intik hujan pun tak sanggup hilangkan rasa A ku inginkan kamu melebihi dunia dan seisinya Gerimis di bumiku, 1 Agustus 2022' Dyra menarik napas dalam setelah menuliskan puisi yang tersusun dari nama sang pria dan mengunggahnya di lama media sosial. Sungguh, rasanya seperti banyak bebatuan berguguran yang hilangkan sesak dada. Walaupun pria di sana mungkin tidak pernah tahu isi hati yang sebenarnya. Setidaknya rasa di hati telah tersampaikan di tempat yang memberikan banyak manfaat ilmu literasi. "Baiknya sekarang tidur. T
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status