Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dosen Mudaku

Dosen Mudaku

' To be continue~ Besok Up lagi. Jangan lupa follow author🗿
2.7K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

#PJSR 2 ________________ PoV Bang Ochi ________________ Harapanku sederhana, semoga suatu masa nanti aku dan kamu dapat melihat malam yang hujan dari satu pintu tenda yang sama dan meremas dinginnya malam. Apakah sesulit ini memahami seorang perempuan? Setiap sikapnya seakan mengabarkan isyarat, tapi sayangnya aku dan dia hanya seperti memiliki banyak momen tanpa sebuah komitmen.
9.57.3K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Aku pun mencoba berkata, "Tristan, kamu masih ada di sana?" Terdengar gumaman "emm" samar dari ujung telepon. "Kamu sudah dengar semuanya?" Tristan menjawab dengan "emm" lagi. Aku berpikir ulang dengan hati-hati. Sepertinya aku tidak mengatakan sesuatu yang salah atau bisa membuat Tristan salah paham dan cemburu. "Kalau begitu, tunggu aku di tempat biasa. Aku akan segera pergi mencarimu."
12.7K viewsCompletedAdded to Library 482 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Di suatu hari tanpa sengaja Di suatu hari tanpa sengaja senja menghampiri kau dan aku. Kau berdiri, tegak kulihat. Aku duduk, gemetar. Di suatu hari tanpa sengaja teriakan itu terdengar. Siapa? Aku jawabmu. Kau takut dan aku ragu. Di suatu hari tanpa sengaja hujan datang.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
Pernikahan Gadis 100 Juta

Pernikahan Gadis 100 Juta

Rona berbicara di dalam hati, menutup mata kemudian memikirkan hal-hal baik yang akan menimpanya hari-hari esok. Matahari semakin menanjak, menaiki langit dengan sedikit rasa malas sebab awan menutupi sebagian wajahnya, Maven tak begitu peduli dengan cuaca hari itu, ujian tengah semester yang sedang ia lalui banyak menyita pikirannya, jawaban yang ia tulis di kertas ujiannya membuat ia bingung tak terkendali, perihal soal bahasa indonesia yang menginginkan ia membuat sebuah puisi dengan tema cinta akan tetapi jari-jarinya bahkan tak dapat menuliskan satu kata pun, ia bahkan menulis puisi sedih yang tak berujung, rasa kesal pada dirinya sendiri ia lampiaskan pada kalimat singkat pada puisinya
2.9K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

~~~~ Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok, lusa, atau beberapa hari kemudian tetapi yang perlu di ketahui ialah apa yang kamu kerjakan hari ini adalah apa yang akan kamu kerjakan esok. Risa, mahasiswi jurusan Sastra Indonesia di salah satu kampus ternama di ibu kota, sedari kecil ia bermimpi menjadi seorang penulis hebat, dengan para pembacanya yang selalu terinsipirasi dengan apa yang ia tulis, tetapi sayangnya itu hanya sebuah khayalan dan mimpi yang enggak tahu kapan akan terwujud. Dorrrr! Risa tersentak kaget tatkala sebuah tangan memukul pundaknya sambil berteriak tepat di telinganya.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
Nature Squad

Nature Squad

There's a house we can build (Ada sebuah rumah yang bisa kita bangun) Every room inside is filled (Setiap ruangan di dalamnya terisi) With things far away (Dengan sesuatunya dari jauh) The special things I compile (Hal-hal special yang aku kompilasi) Each one there to make you smile (Masing-masing hal itu membuat aku tersenyum) On a rainy day (Pada sebuah hari hujan) Binar percaya tidak ada hal yang tidak mungkin. Selama ia tidak menyerah, mimpinya itu pasti akan terwujud. Gadis itu percaya Tuhan akan memudahkan jalannya.
105.1K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.8K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Hari Ahad. Hari Ahad. Seperti biasa, Adam tak sabar menunggu hari ini. Hari dimana dia selalu bertemu pujaan hatinya, Naura. Seperti matahari yang tak sabar menunggu terbit, seperti bulan yang tak sabar menunggu malam, atau seperti kelelawar yang tak sabar petang menyapa. Kebahagiaan Adam membuncah setiap hari Ahad, karena wajah pualam nan cantik Naura akan kembali bisa ditatapnya.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
Mulai Hari Ini, Kita Takkan Bertemu Lagi

Mulai Hari Ini, Kita Takkan Bertemu Lagi

“Farah ....” “Jangan memanggilku.” Aku mundur selangkah. “Diriku tidak membencimu, tetapi aku juga tidak akan memaafkanmu.” “Ada hal-hal yang sekali terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Ada orang-orang yang sekali pergi, tidak akan pernah kembali lagi.” “Kamu pulang saja dan makan sendiri kastanye itu. Aku sudah tidak menyukainya lagi.”
5.0K viewsCompletedAdded to Library 136 Times as puisi pada suatu hari nanti
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status