Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
874 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

#PJSR 2 ________________ PoV Bang Ochi ________________ Harapanku sederhana, semoga suatu masa nanti aku dan kamu dapat melihat malam yang hujan dari satu pintu tenda yang sama dan meremas dinginnya malam. Apakah sesulit ini memahami seorang perempuan? Setiap sikapnya seakan mengabarkan isyarat, tapi sayangnya aku dan dia hanya seperti memiliki banyak momen tanpa sebuah komitmen.
9.57.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Aku pun mencoba berkata, "Tristan, kamu masih ada di sana?" Terdengar gumaman "emm" samar dari ujung telepon. "Kamu sudah dengar semuanya?" Tristan menjawab dengan "emm" lagi. Aku berpikir ulang dengan hati-hati. Sepertinya aku tidak mengatakan sesuatu yang salah atau bisa membuat Tristan salah paham dan cemburu. "Kalau begitu, tunggu aku di tempat biasa. Aku akan segera pergi mencarimu."
13.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Di suatu hari tanpa sengaja Di suatu hari tanpa sengaja senja menghampiri kau dan aku. Kau berdiri, tegak kulihat. Aku duduk, gemetar. Di suatu hari tanpa sengaja teriakan itu terdengar. Siapa? Aku jawabmu. Kau takut dan aku ragu. Di suatu hari tanpa sengaja hujan datang.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Pernikahan Gadis 100 Juta

Pernikahan Gadis 100 Juta

Rona berbicara di dalam hati, menutup mata kemudian memikirkan hal-hal baik yang akan menimpanya hari-hari esok. Matahari semakin menanjak, menaiki langit dengan sedikit rasa malas sebab awan menutupi sebagian wajahnya, Maven tak begitu peduli dengan cuaca hari itu, ujian tengah semester yang sedang ia lalui banyak menyita pikirannya, jawaban yang ia tulis di kertas ujiannya membuat ia bingung tak terkendali, perihal soal bahasa indonesia yang menginginkan ia membuat sebuah puisi dengan tema cinta akan tetapi jari-jarinya bahkan tak dapat menuliskan satu kata pun, ia bahkan menulis puisi sedih yang tak berujung, rasa kesal pada dirinya sendiri ia lampiaskan pada kalimat singkat pada puisinya
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Nature Squad

Nature Squad

There's a house we can build (Ada sebuah rumah yang bisa kita bangun) Every room inside is filled (Setiap ruangan di dalamnya terisi) With things far away (Dengan sesuatunya dari jauh) The special things I compile (Hal-hal special yang aku kompilasi) Each one there to make you smile (Masing-masing hal itu membuat aku tersenyum) On a rainy day (Pada sebuah hari hujan) Binar percaya tidak ada hal yang tidak mungkin. Selama ia tidak menyerah, mimpinya itu pasti akan terwujud. Gadis itu percaya Tuhan akan memudahkan jalannya.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Mulai Hari Ini, Kita Takkan Bertemu Lagi

Mulai Hari Ini, Kita Takkan Bertemu Lagi

“Farah ....” “Jangan memanggilku.” Aku mundur selangkah. “Diriku tidak membencimu, tetapi aku juga tidak akan memaafkanmu.” “Ada hal-hal yang sekali terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Ada orang-orang yang sekali pergi, tidak akan pernah kembali lagi.” “Kamu pulang saja dan makan sendiri kastanye itu. Aku sudah tidak menyukainya lagi.”
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke

Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke

Aku sendiri tengah terduduk diatas bukit dan bersandar dibelakang pohon rindang dengan pemandangan perbatasan yang terlihat begitu jelas sejauh mataku memandang. Hari ini adalah hari liburku, jujur aku belum menyiapkan informasi terbaru tentang Claire pada Eric untuk Minggu ini. kusandarkan kepalaku keatas pohon sambil meraih sehelai daun maple yang jatuh keatas pelupuk kepalaku. Aku mengamatinya sambil tersenyum tipis. Hingga terlintas suatu ide untuk puisi yang akan kubuat untuk edisi musim gugur kali ini.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status