Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Semoga itu sampai padamu di atas sana. *** Puisiku Mana mungkin aku bisa berhenti mencintaimu Di sini masih ada kisah yang belum selesai Masih ada tanya yang tertunda Kemarin aku memanggilmu Kini bayang-bayang menjauhnya punggungmu Selalu menggangguku Kemarin kita masih tertawa Memakan cemilan bersama Di atas bukit Memandang kota Sumbul tertutup kabut Sisa-sisa hujan pagi
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Pagi: “Menulis Puisi Kehilangan” Sesi pagi ini dipandu oleh Mbak Nisa, seorang penyair yang juga pernah mengalami kehilangan mendalam. Ia meminta semua peserta menulis puisi tentang orang yang telah pergi—bukan untuk meratapi, tetapi untuk merayakan cinta yang pernah ada. Anya menulis perlahan, kata demi kata. Puisinya sederhana, tapi penuh kejujuran: Aku pernah menunggumu pulang,
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
804 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Dosen Mudaku

Dosen Mudaku

' To be continue~ Besok Up lagi. Jangan lupa follow author🗿
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

#PJSR 2 ________________ PoV Bang Ochi ________________ Harapanku sederhana, semoga suatu masa nanti aku dan kamu dapat melihat malam yang hujan dari satu pintu tenda yang sama dan meremas dinginnya malam. Apakah sesulit ini memahami seorang perempuan? Setiap sikapnya seakan mengabarkan isyarat, tapi sayangnya aku dan dia hanya seperti memiliki banyak momen tanpa sebuah komitmen.
9.57.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Aku pun mencoba berkata, "Tristan, kamu masih ada di sana?" Terdengar gumaman "emm" samar dari ujung telepon. "Kamu sudah dengar semuanya?" Tristan menjawab dengan "emm" lagi. Aku berpikir ulang dengan hati-hati. Sepertinya aku tidak mengatakan sesuatu yang salah atau bisa membuat Tristan salah paham dan cemburu. "Kalau begitu, tunggu aku di tempat biasa. Aku akan segera pergi mencarimu."
12.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Di suatu hari tanpa sengaja Di suatu hari tanpa sengaja senja menghampiri kau dan aku. Kau berdiri, tegak kulihat. Aku duduk, gemetar. Di suatu hari tanpa sengaja teriakan itu terdengar. Siapa? Aku jawabmu. Kau takut dan aku ragu. Di suatu hari tanpa sengaja hujan datang.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Pernikahan Gadis 100 Juta

Pernikahan Gadis 100 Juta

Rona berbicara di dalam hati, menutup mata kemudian memikirkan hal-hal baik yang akan menimpanya hari-hari esok. Matahari semakin menanjak, menaiki langit dengan sedikit rasa malas sebab awan menutupi sebagian wajahnya, Maven tak begitu peduli dengan cuaca hari itu, ujian tengah semester yang sedang ia lalui banyak menyita pikirannya, jawaban yang ia tulis di kertas ujiannya membuat ia bingung tak terkendali, perihal soal bahasa indonesia yang menginginkan ia membuat sebuah puisi dengan tema cinta akan tetapi jari-jarinya bahkan tak dapat menuliskan satu kata pun, ia bahkan menulis puisi sedih yang tak berujung, rasa kesal pada dirinya sendiri ia lampiaskan pada kalimat singkat pada puisinya
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Mulai Hari Ini, Kita Takkan Bertemu Lagi

Mulai Hari Ini, Kita Takkan Bertemu Lagi

“Farah ....” “Jangan memanggilku.” Aku mundur selangkah. “Diriku tidak membencimu, tetapi aku juga tidak akan memaafkanmu.” “Ada hal-hal yang sekali terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Ada orang-orang yang sekali pergi, tidak akan pernah kembali lagi.” “Kamu pulang saja dan makan sendiri kastanye itu. Aku sudah tidak menyukainya lagi.”
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status