Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

NYANYIAN RINDU Kala Rasa ini Tak mampu kuungkapkan, Kala Rindu ini Tak mampu kuceritakan, Yang ada hanya bisu dan sembilu. Rindu ini, Bagai malam merindukan siang, Laksana bintang-bintang merindukan gugusan awan, Selaksa mentari merindukan hadirnya Rembulan, Yang ada hanya asa yang terangan. Berpuluh-puluh musim telah berganti
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Aku bukan anak kecil yang tak boleh kena air hujan. Nayla tersenyum singkat, dia menggelengkan kepala sambil mengelap sisa air hujan yang masih menempel di rambutnya. "Hujannya nggak terlalu lebat kok, biasa saja. Lagian juga hujannya masih air, bukan hujan batu. Bukan masalah kok." Nayla bersuara lembut. Alunan musik dari musisi lokal di ruang tengah begitu mengasyikkan. Salah seorang musisi yang sedang memainkan piano mengangkat tangannya. Arif membalasnya kemudian mengacungkan ibu jarinya. Nayla paham betul dengan isyarat yang diberikan Arif. Hal itu berarti perintah untuk memainkan lagu kesukaan Nayla, yaitu 'Always on my mind'. "Masih belum bosan dengan lagu itu?" Nayla membuka percakap
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Jerat Hasrat Berondong Kesayangan

Jerat Hasrat Berondong Kesayangan

Pikirannya terus saja tertuju pada putranya yang selama ini bekerja keras menghidupi keluarga. Melihat sang ibu yang tak henti bersedih, Rindu langsung meletakkan sendok. "Bu..." Rindu mengulurkan tangan, menggenggam tangan ibunya. "Ibu jangan sedih terus. Abang 'kan gak jauh-jauh perginya. Sebulan sekali bakal pulang, kok."
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Orang-orang bertanya apa yang membuat ayah menjadi seperti itu? Ibu tak pernah berani mengusir ayah, meskipun ayah lupa, tapi ada seberkas cinta yang masih tertinggal. Fira melihat ibu saat malam datang, diam-diam mengelus ubun ayah ketika ia tertidur di lantai. Fira paham, ada sebuah nama yang lahir diam-diam, nama itu adalah ‘rindu.’
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

TERPISAH RIBUAN RINDU Di malam sunyi, hati gelisah Ribuan rindu menghampiri diri Pandangan mata terhenti pada langit Mencari bayangan yang pergi Kerinduan merajut benang sepi Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Jodoh yang Tertunda

Jodoh yang Tertunda

Kurangkul pundak ibu, dan mengusap-usapnya. “Ibu, kenapa? Rindu sama Ayah?” bisikku. Kepalanya mengangguk lemah. Sekarang isakannya terdengar pelan. Hatiku terasa ngilu menyaksikan pemandangan itu. Aku sangat paham artinya merindukan seseorang yang telah tiada. Rindu yang tak ada obatnya, dan luas seperti lautan tanpa tepi. Kuremas tangan ibu yang terlihat lebih kurus.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Ada Ibunya tengah menyapu dedaunan kering yang jatuh di beberapa tempat di halaman. “Oh mereka Ayah dan Ibu, kau di mana Mas Danang? Bukankah kau semalam ada di sini. Bukankah kau semalam denganku meneguk madu asmara dari tubuhku. Bukankah kita tergeliat membuat aroma rindu semalaman dan kau berjanji tak akan meninggalkanku lagi,” rasa hati Rindu ingin keluar namun seakan ada bisikan alam bawah sadar. Merayunya untuk tetap di dalam kamar.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
RELATIOXIC RULES

RELATIOXIC RULES

Alexa berusaha merangkai kata dalam otaknya dan mencoba menuliskannya dalam buku tulisnya. “Apakah kau paham tentang rindu? Rindu ini membuatku rela menunggumu Walau ribuan detik telah kulalui Aku tetap menunggumu di sini Apakah kau juga rindu padaku? Setelah kemarin kau membuatku tersenyum Sekarang kau tega membuatku menunggumu Datanglah,hapuskanlah semua rinduku”
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Gara-gara Talak Tiga

Gara-gara Talak Tiga

Cantik, tidurlah dalam pelukan mama Cantik, jadilah pelita mama Kamu adalah Mutiara yang dikirim oleh Tuhan Mutiara yang tidak ternilai harganya Belahan jiwa mama yang tidak akan pernah tergantikan Cantik, tidurlah dalam buaian malam Hingga tidak terasa waktu terlewati Duka mama bukanlah segalanya Bahagiamu selalu jadi tujuan mama Cantik tidurlah, tidurlah dan bermimpi indah Cantik-- Tak kuasa lagi aku mendendangkannya, aku duduk dan memeluk kakiku erat. 'Nak, mama rindu!'
9.840.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status