Maaf, Kurebut Istrimu!
Dengan napas yang masih tersengal-sengal dan tubuh yang lemas, Aluna menekan tombol untuk membuka kaca mobilnya sedikit.
“Ma—maaf, Pak. Saya benar-benar minta maaf. Saya tidak sengaja, tadi pikiran saya sedang tidak fokus,” ujarnya lirih dengan suara yang serak dan bergetar, sambil menatap pria tua itu dengan pandangan memohon.
Melihat wajah Aluna yang sembab penuh sisa air mata serta kondisinya yang tampak sangat terguncang, kemarahan pria paruh baya itu sedikit mereda, meski nadanya masih terdengar sangat kesal.
Bab Populer