Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Selama menjalani kehidupan rumah tangga, pasangan itu tampak bahagia selalu, apalagi setelah kehadiran sang buah hati yang lucu bernama Andry Prawira, romansa keindahan semakin lengkap jadinya. Nilam sari sedang berada di dapur, ia sedang menyiapkan sarapan sederhana nasi, telur dadar, dan segelas teh hijau hangat. Rambutnya diikat sederhana, namun aura ketulusan dan kasih sayang membuatnya tampak mempesona. "Mas Wisnu..." Panggilnya mesra, "sarapannya sudah siap, dipersilahkan kepada sang raja untuk menikmati walau menu nya sederhana," ucapnya dengan senyum dan canda.
10905 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Dirindukan

Istri Yang Tidak Dirindukan

Mata Badai, Awan terbelah, memperlihatkan secercah cahaya, harapan. Harapan palsu, karena badai belum benar-benar berakhir. Sering kali, bagian terburuknya baru saja akan dimulai. Charlotte memandang judul lukisannya yang ternyata dibeli ayahnya dari galeri miliknya, membingkai dan menggantungnya di dinding kamar pribadi sang Senator itu.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Sudah saatnya tiba melaksanakan salat asar. Para santri putri hilir mudik melewati santri putra. Mereka hilir mudik memenuhi pondok pesantren yang dipimpin oleh Kyai Hasyim. Sementara santri pria bergerombolan menuju ke masjid. Sarung berkibar bak bendera yang memberi hormat tertiup angin. Aku juga memperhatikan hijab santri putri yang melambai dipermainkan angin. Udara di pesantren ini sangat sejuk. Letaknya di daerah Kabanjahe.
9.4121.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Catatan Rumi

Catatan Rumi

"Masya Allah bagus banget namanya. Jadi tiba-tiba keinget sama penyair Jalaludin Rumi." Hamdi tertawa. "Aku sengaja ngasih nama Rumi karena aku ngefans banget sama tulisan karya beliau." "Oh gitu. Kalau panjangannya Rumi apa?" Dia terdiam sambil sesekali menatap anaknya yang masih lahap memakan nasi padang itu. Ada dasar aku di dalam dirinya untuk memberitahu namun, bagaimana lagi? Rasanya semua itu sudah terlanjur dan akan sulit untuk kembali diubah.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status