Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** Ajeng terdiam mendengar pertanyaan sang suami. Belum selesai kemarahan yang diakibatkan oleh pertanyaan keluarga Laksmi tadi, sekarang Pambudi malah mengusik masalah itu. Oke, dia memang terobsesi untuk masuk dan menjadi bagian dari keluarga Cakraningrat. Namun, semua itu digagalkan oleh keberadaan Puspa. Seorang yang dikenal Abimana saat malam inaugurasi di kampusnya dulu.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Karena di kertasnya ada rangkaian kalimat, membuat mereka tidak perlu membuat puisi sendiri. “Wah, ternyata pasangan pertama kita ini mendapat potongan puisi dari satu puisi yang sama, jadi mereka hanya perlu membacanya, menyambungkannya agar jadi satu kesatuan. Dimulai dari yang ada judulnya,” ucap Bu Sri. Boni pun mulai membaca, “Sajak Putih, karya Chairil Anwar. Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

"Semoga besok kita diberi semangat." "A....pesss...." *** Pagi hari menyambut kehadiran pesantren. Santri putra dan putri berebut antri mandi. "Aku duluan...aku..." Teriak mereka kesal karena sebentar lagi masuk salaf. Lekas antri mandi mereka masih antri lagi. Ya. Antri sarapan. Meski sarapan hanya nasi dan tempe, kalau tidak ya lauk pauknya telor mata sapi.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

#Part_15 Pagi yang cerah menyapa pesantren Raya. Seperti tahun-tahun sebelumnya setelah ujian, para santriwati sibuk mempersiapkan lomba. Acara puncak menguji fisik, kekompakan, dan kemampuan bertaktik. Tak lama berselang peluit panjang pun dibunyikan, pertanda pertandingan akan segera dimulai. Seketika sorak-sorai para santriwati membahana menggelitik kaki Raya.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa." "Tentu saja." Arjuna tersenyum. Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa? "Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...." Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna. "Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
9.3427.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.5K kali sebagai puisi santri
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Disia-siakan Suami, Diratukan CEO Tampan

Disia-siakan Suami, Diratukan CEO Tampan

tanya Nada menatap Rani dalam. Perempuan berhidung pesek tersebut menggelengkan kepalanya. "Emangnya mereka siapa?" tanyanya penasaran. "Mereka itu santri paling famous di sini, banyak santriwati yang terpesona dengan ketampanan dan kepintaran mereka apalagi Gus Zizan, selain dia anak pemilik Pesantren ini, ia juga hafidz qur'an dan sangat paham agama, mereka sangat humble dan terkadang tingkah random mereka membuat siapapun yang didekatnya selalu tertawa," jelas Nada yang sangat antusias menemceritakan tentang mereka kepada Rani.
9.95.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Gerak tangan Isabel terhenti. Rin menerawang ke malam perpisahan anak tingkat tiga. Sebagai ketua panitia acara, puisi itu digunakan J-End sebagai kalimat pembuka dalam pidatonya. “Dia hanya bilang ‘Sebuah Puisi Tua dari Slavidion’, tanpa judul dan tanpa nama penyair.” 'Hitam dan Putih Dalam kilatan waktu Terpecah jauh' “Kamu bisa mengingatnya?” tanggap Isabel tak percaya. Padahal ia juga hadir dalam acara perpisahan itu.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

Rendi hanya mengangguk dan segera melajukan motor trail miliknya dengan kecepatan sedang, membelah padatnya lalu lintas Ibu kota untuk bertemu satu-satunya orang tua yang dia miliki saat ini. *** Sementara itu di Garut, saat ini Sri tengah kewalahan menangani puluhan santri yang kesurupan. Dadanya bergemuruh marah. Bukan karena kesal dan lelah mengurusi teman-temannya, tetapi karena marah pada orang yang dengan tega menjadikan para santri itu sebagai sasaran. "Tolong bawa yang sudah sadar ke kobong dua," perintahnya halus pada kedua temannya, Ayu dan Silfi.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Istri Sederhana Sang Duda

Istri Sederhana Sang Duda

Tanya Darma "Ini pasti salah Papa, Papa selalu marahi Mama, karena itu mama pergi, Aditya ingin Mama... Aditya ingin Mama, " Aditya meronta ingin bertemu dengan Alisa, seketika Darma terdiam. "Aditya melihat papa marahin mama, lalu mama menangis ketika papa sudah pergi, papa jahat, papa jahat sama mama, Aditya mau mama, " ucap anak itu meronta-ronta.
101.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status