Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dibuang Suami, Dicintai Ipar

Dibuang Suami, Dicintai Ipar

Fajar menyapa pesantren dengan ritme yang sama, namun bagi Humey, setiap detik yang berlalu adalah penanda dari waktu yang terus berdetak. Langit di atas pesantren perlahan membasuh kelabu dengan semburat jingga, sementara lantunan ayat suci dari masjid kecil mulai mengusik kesunyian, membangunkan para santri untuk menyambut hari.
10308 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

Mas Raja: "Alya Humaira, Aku rindu" Cairan bening langsung memenuhi kedua pelupuk mataku begitu membaca pesan itu, dan sedetik kemudian cairan bening itu mulai menganak sungai di kedua pipiku.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
(A)Gus Nazril

(A)Gus Nazril

Untuk menambah kehikmatan acara, santri yang tergabung dalam grup hadroh al anwar bersiap menaikki panggung sambil menunggu Kyai yang akan mengisi pengajian siap. Ternyata lagu pertama yang dibawakan oleh grup hadroh adalah nadzoman kitab dasar yang berjudul aqidatul awam. Dan itu adalah lagu kesukaan Rey, dia yang hampir terlelap di dekapan mamanya langsung on lagi. Lalu minta berdiri di pangkuan gue. Bocah ini menirukan syairnya tapi dengan bahasa dia sendiri sambil lompat-lompat di pangkuan gue.
1089.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai puisi santri
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
ini pakai POV campuran ya? Baru ngeh ... saking seru dan ngalirnya cerita. Keren banget ada romance religi yang populer kayak gini. Ikut senang lihatnya. Bikin semangat bikin karya. Saya juga nulis romance religi. Salam dari Khair dan Khaira, ya, Kak. Semoga bisa populer juga :D
Sophie Soffin
bagus menurutku, ada comedy nya ada sedihnya, ada senengnya jg. serius baca smpe terbawa cerita. ikut emosi wktu nazril lya nikah, eh trnyta cm mimpi. ikut kaget dan gak percaya lya kakaknya ralin trnyta mntannya nazril dan ketika tante rani nikah.
Baca Semua Ulasan
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menemaninya seakan rumah tangga kami sempurna. Air mataku terus berderai mengingat saat makan malam barusan. Bagaimanapun juga sepiring kepiting saus Padang tak lebih menarik dari seorang perempuan bertitel bidan. Kubenamkan wajah di atas sajadah. Mengadukan perasaan yang berkecamuk dan hati yang remuk kepada Sang Pencipta. Kemudian menentramkan hati dengan membaca kalam ilahi.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Putri yang Sesungguhnya

Putri yang Sesungguhnya

Lalu berkata “Tuan, saya bisa membantu anda membereskan kekacauan yang terjadi.” Gibran menatap Adiwangsa dengan pandangan penuh dengan tanya. “Apa?“ “Anda harus melakukan klarifikasi, bahwa semua postingan itu tidak mendasar. Anda bisa bilang, jika pertemuan itu bukan suatu kesengajaan,“ kata Adiwangsa “Apa?!kau menyuruhku berbohong?“
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Terpujilah wahai engkau bapak ibu guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Wahai engkau ibu bapak guru Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau laksana cahaya bangsa dalam kegelapan Namamu s’lalu terukir di dalam hatiku Engkau laksana pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa Aku serta siswi lainnya semakin histeris meresapi lagu itu. Walau aku sendiri tidak begitu mengetahui maknanya, tetapi syair dibait terakhir “Engkau laksana pahlawan bangsa, Tanpa tanda jasa”. Ya, guruku pak Kasmirin memang pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Karena jasanya kami mampu membaca, berhitung dan memiliki banyak ilmu pengetahuan yang baru.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris

Sang Pewaris

Anjing kampung yang semula bengong di pojok gang kini menggonggong sebelum lari ketakutan ibarat habis melihat hantu. “Sandiwara dan muslihat adalah senjata yang menakutkan bagi mereka yang awam.” Suara Wira bergaung di tembok gang yang sunyi. “Sayangnya aku bukan orang awam. Jadi, siapa yang berusaha kau takut-takuti di sini?” Wira lanjut mengejek. Tidak ada jawaban, tetapi ia tahu penguntitnya mendengarkan. Di tengah selimut pekat bernaung langit berbintang tanpa rembulan yang serupa warnanya, ia meletakkan ranselnya di tepian aspal.
9.936.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Ajari Cinta Jatuh Cinta

Ajari Cinta Jatuh Cinta

"Engkau adalah gunung yang tak bisa kudaki, samudera yang tak mungkin kuarungi. Engkau seluas semesta, dan seindah bintang-bintang yang mustahil kugapai. " Seorang Berandal membaca bait-bait puisi dengan penuh hayati. Rima-rima yang mengalir terpatri di hati sang guru dan anak-anak kelas sastra yang duduk terenyuh oleh indahnya puisi yang dibacakannya. Hanya satu orang yang nampak kesal: Cinta Anandia Suryani, gadis manis berkacamata dengan pipi tembem menggemaskan yang terus cemberut sedari kelas dimulai. Hatinya terus bergumam, "dasar preman pasar, Itu kan puisi cintaku! "
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Sudah saatnya tiba melaksanakan salat asar. Para santri putri hilir mudik melewati santri putra. Mereka hilir mudik memenuhi pondok pesantren yang dipimpin oleh Kyai Hasyim. Sementara santri pria bergerombolan menuju ke masjid. Sarung berkibar bak bendera yang memberi hormat tertiup angin. Aku juga memperhatikan hijab santri putri yang melambai dipermainkan angin. Udara di pesantren ini sangat sejuk. Letaknya di daerah Kabanjahe.
9.4121.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status