Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Dampak positif lainnya mereka dapat membedakan mana perbuatan yang dilarang mana yang diperbolehkan serta dianjurkan di dalam agama Islam, hal itu juga membentuk watak yang baik pada diri para santri di dalam maupun nanti setelah keluar dari pemondokan itu. Cahaya belasan obor yang dipasang di halaman hingga samping Padepokan Gagak Hitam, membuat kawasan padepokan itu terang-benderang. Puluhan anak buah Sandaka dan Ketua Padepokan Gagak Hitam itu sendiri tengah berpesta minuman keras, dan memanggang seekor sapi milik warga Desa Sampang itu yang telah mengungsi semuanya.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Duda Muda

Menjadi Istri Duda Muda

Ada juga lomba karya tulis ilmiah, pidato tiga bahasa, debat, dan juga cerdas cermat tema keagamaan. Semua peserta sangat antusias dalam menyambut perlombaan kali ini. Terlihat dari semangat mereka yang membara. Para juri terlihat terpukau dan ikut bangga dengan kecerdasan para santri. Lomba berjalan dengan sangat lancar. “Semangat,” ucap seorang perempuan dari belakang. Fahri menoleh dan tersenyum, namun dengan cepat menundukkan pandangannya kembali. “Kamu jangan terlalu capek ya,” ucap Fahri lalu fokus kembali ke depan.
6.922.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 526 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
(A)Gus Nazril

(A)Gus Nazril

Untuk menambah kehikmatan acara, santri yang tergabung dalam grup hadroh al anwar bersiap menaikki panggung sambil menunggu Kyai yang akan mengisi pengajian siap. Ternyata lagu pertama yang dibawakan oleh grup hadroh adalah nadzoman kitab dasar yang berjudul aqidatul awam. Dan itu adalah lagu kesukaan Rey, dia yang hampir terlelap di dekapan mamanya langsung on lagi. Lalu minta berdiri di pangkuan gue. Bocah ini menirukan syairnya tapi dengan bahasa dia sendiri sambil lompat-lompat di pangkuan gue.
1089.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai puisi santri
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
ini pakai POV campuran ya? Baru ngeh ... saking seru dan ngalirnya cerita. Keren banget ada romance religi yang populer kayak gini. Ikut senang lihatnya. Bikin semangat bikin karya. Saya juga nulis romance religi. Salam dari Khair dan Khaira, ya, Kak. Semoga bisa populer juga :D
Sophie Soffin
bagus menurutku, ada comedy nya ada sedihnya, ada senengnya jg. serius baca smpe terbawa cerita. ikut emosi wktu nazril lya nikah, eh trnyta cm mimpi. ikut kaget dan gak percaya lya kakaknya ralin trnyta mntannya nazril dan ketika tante rani nikah.
Baca Semua Ulasan
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menemaninya seakan rumah tangga kami sempurna. Air mataku terus berderai mengingat saat makan malam barusan. Bagaimanapun juga sepiring kepiting saus Padang tak lebih menarik dari seorang perempuan bertitel bidan. Kubenamkan wajah di atas sajadah. Mengadukan perasaan yang berkecamuk dan hati yang remuk kepada Sang Pencipta. Kemudian menentramkan hati dengan membaca kalam ilahi.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Putri yang Sesungguhnya

Putri yang Sesungguhnya

Lalu berkata “Tuan, saya bisa membantu anda membereskan kekacauan yang terjadi.” Gibran menatap Adiwangsa dengan pandangan penuh dengan tanya. “Apa?“ “Anda harus melakukan klarifikasi, bahwa semua postingan itu tidak mendasar. Anda bisa bilang, jika pertemuan itu bukan suatu kesengajaan,“ kata Adiwangsa “Apa?!kau menyuruhku berbohong?“
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Terpujilah wahai engkau bapak ibu guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Wahai engkau ibu bapak guru Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau laksana cahaya bangsa dalam kegelapan Namamu s’lalu terukir di dalam hatiku Engkau laksana pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa Aku serta siswi lainnya semakin histeris meresapi lagu itu. Walau aku sendiri tidak begitu mengetahui maknanya, tetapi syair dibait terakhir “Engkau laksana pahlawan bangsa, Tanpa tanda jasa”. Ya, guruku pak Kasmirin memang pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Karena jasanya kami mampu membaca, berhitung dan memiliki banyak ilmu pengetahuan yang baru.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris

Sang Pewaris

Anjing kampung yang semula bengong di pojok gang kini menggonggong sebelum lari ketakutan ibarat habis melihat hantu. “Sandiwara dan muslihat adalah senjata yang menakutkan bagi mereka yang awam.” Suara Wira bergaung di tembok gang yang sunyi. “Sayangnya aku bukan orang awam. Jadi, siapa yang berusaha kau takut-takuti di sini?” Wira lanjut mengejek. Tidak ada jawaban, tetapi ia tahu penguntitnya mendengarkan. Di tengah selimut pekat bernaung langit berbintang tanpa rembulan yang serupa warnanya, ia meletakkan ranselnya di tepian aspal.
9.935.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Ajari Cinta Jatuh Cinta

Ajari Cinta Jatuh Cinta

"Engkau adalah gunung yang tak bisa kudaki, samudera yang tak mungkin kuarungi. Engkau seluas semesta, dan seindah bintang-bintang yang mustahil kugapai. " Seorang Berandal membaca bait-bait puisi dengan penuh hayati. Rima-rima yang mengalir terpatri di hati sang guru dan anak-anak kelas sastra yang duduk terenyuh oleh indahnya puisi yang dibacakannya. Hanya satu orang yang nampak kesal: Cinta Anandia Suryani, gadis manis berkacamata dengan pipi tembem menggemaskan yang terus cemberut sedari kelas dimulai. Hatinya terus bergumam, "dasar preman pasar, Itu kan puisi cintaku! "
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

"Terlalu gombal. Rudra pasti akan muntah mendengarnya." Ia mengganti buku lain, sebuah puisi bertema perjuangan berjudul "Derap Ksatria Mahipura" "Darah menetes di ujung pedang, demi nusa kita menerjang! "Bagus, tapi tidak cocok dengan musik Wina. Ini lebih cocok diiringi genderang perang," keluh Isvara. Karena belum ada yang cocok, Isvara membaca buku berikutnya.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 432 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status