Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri yang Kau Anggap Bodoh

Istri yang Kau Anggap Bodoh

"Nggak ada salahnya kalau dia merasa nyaman di rumah kita." Sukma hanya mendengus kesal, memilih diam agar tidak memperkeruh suasana pagi itu. Namun, di dalam hatinya, dia semakin muak dengan kelakuan Rani dan sikap Yudi yang selalu membelanya. Setelah selesai sarapan, Sukma membersihkan rumah seperti biasa. Tapi hatinya sedikit terhibur ketika melihat pesanannya di aplikasi dagangnya semakin banyak. Dia merasa bangga karena usahanya semakin berkembang, tabungannya pun semakim gendut. Namun, ketenangannya tidak berlangsung lama. Dari ruang tamu terdengar suara tangisan anak-anak Rani. Terutama suara Toni, anak sulung Rani, merengek minta jajan.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Aula belajar penuh dengan suara-suara membaca, gemerisik lembaran kitab, dan aroma tinta yang melekat di udara. Di pojok ruangan, duduk Bagas dan Santri, dua pemuda dari Kali Bening. Mereka mengeluh pelan. Bagas: "Kitab hukum ini... seperti membaca batu! Tak masuk ke kepala." Santri: "Andai saja kita bisa seperti Tuan Raka. Ia bahkan tak pernah menginjakkan kaki di sekolah, tapi bisa mengutip isi kitab dengan lisan yang seolah turun dari langit."
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Bukan Sebab Cinta Ditolak

Bukan Sebab Cinta Ditolak

Datangkan si jundai(hantu) biar dia gila, siang dan malam mencariku. Tiga mantra di atas dikutip dari syair lagu “Gasiang Tangkurak” yang berasal dari Sumatera Barat.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Disia-siakan Keluarga, Diratukan Ibu Mertua

Disia-siakan Keluarga, Diratukan Ibu Mertua

tanya salah satu santri yang baru kembali dari kantin pesantren. “Pergi,” balasnya kasar. “Males saya tinggal disini.” Keempat santri itu bertatapan. Fahmi terus melangkah menuju gerbang, lalu menggenggam jeruji dan mengguncangnya sambil berteriak-teriak meminta dibukakan gerbang. “Kenapa, Gus....”
16.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Kutukan Sang Putri Pesantren

Kutukan Sang Putri Pesantren

“Kebaikan? Kebaikan apanya? Papa mau masukin aku ke sini supaya nggak ada beban lagi di rumah, kan? Supaya nggak ada lagi anak gadis yang kerjanya cuma bisa rebahan aja. Iya? Papa emang udah gila!” Ucapan sang gadis tentu saja membuat beberapa santriwati yang menonton beristigfar. Keributan kecil itu semakin menarik atensi, hingga seorang pria paruh baya yang mengenakan gamis putih dan serban mendekat. Terlihat beberapa santriwati memberi jalan untuk pria paruh baya yang sepertinya merupakan pemilik pesantren ini. “Assalamu’alaikum,” ucapnya dengan suara pelan. Baik Clara maupun kedua orangtuanya terdiam sejenak.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Shalaff The Magic Of Prayer

Shalaff The Magic Of Prayer

(Panitia penerimaan santri baru) "Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabarokatuh... Untuk santriwan dan santriwati yang terpilih menjadi anggota panitia PSB. Jangan lupa dan jangan terlambat, bahwasanya besok pagi kalian harus balik ke Pondok, agar kita memiliki waktu untuk menyusun secara matang acara penerimaan santri baru tahun ini. Niatkan karena Illahi ,semangat jalani organisasi, hati-hati di jalan dan sampai bertemu besok di Pondok Al Hikmah ini. Wassalamu' alaikum warohmatullahi wabarokatuh. " Pesan dari pembina Panitia PSB. "Putriii... Dingin sekali airnya," ujar Santi mengagetkanku. "Ya memang, kita kan di gunung, hehe. " Jawabku sambil tertawa. "Hehe iya juga si.. Btw baca apa kau Pu
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Wira agak terkejut, tetapi dia tetap menjawab sembari menangkupkan tangan, "Iya, hamba adalah Tuan Wahyudi." "Aku sangat menyukai puisimu, terutama yang berjudul Mengenang Dirga dan Pantang Menyerah. Tuan Wahyudi, bisakah kamu mengajariku cara menulis puisi?" tanya sang Kaisar Cilik sambil tersenyum. Penampilannya cukup polos dan lucu.
96.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203.0K kali sebagai puisi santri
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

'Tulisannya bagus," batinku memuji tanpa sadar. Tiga tahun menikah, aku bahkan tak tahu bagaimana tulisan Aini. Kata demi kata, aku kembali meneruskan membaca goresan itu. ------ "Seorang santriwati menginjak tanah haram!" teriakan salah satu santri putra membelah pagi di asrama Pondok Pesantren Nurul Hidayah. Jibran yang baru saja selesai berseragam, melongok keluar kamar. "Siapa?" tanyanya lantang. "Sepertinya santri kelas 10!" jawab Fatah dengan terengah-engah. "Ana kesana sekarang!"
8.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status