Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Tanpa kubaca isinya, aku penasaran mengenai titi mangsanya. Kuscrool sampai bawah, tak ada titi mangsa. Di sana hanya tertulis, Gadisku Beraroma Dupa - Ida Ayu Ambarukmi. Siapa itu? Apa Mas Ichsan juga memiliki kehidupan lain di dunia maya? Cepat-cepat kukembalikan kursor ke atas, berniat membaca postingan itu. Sebuah puisi berbentuk paragraf dengan kalimat lugas dan minim majas. Kaff pernah bilang, yang seperti itu namanya senandika.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Neng Zulfa

Neng Zulfa

“Lomba jasmani suduh cukup seperti tahun lalu saja, tapi di bidang kerohanian, selain lomba banjari, qiro'ah, lalaran, pidato, ceramah, lukis dan kaligrafi, kita bisa menambahkan baca atau cipta puisi juga membuat cerpen.” Zulfa yang tadinya bertanya pun tersenyum lantas mengangguk, “Ide yang bagus, Zi,” katanya kemudian menatap sekitar. “Mbak-mbak yang lain bagaimana? Setuju juga, atau, ada yang merasa keberatan dengan ide yang satu ini?” Semuanya terdiam kemudian saling pandang. Entah terlihat takut atau ragu. Ekspresi itu berbaur di wajah-wajah santri putri itu.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

Mereka juga teriak-teriak seperti pada saat latihan hadroh. "wetan kali... Kulon kali... Tengah-tengah ono mbaaaak Santri..." "saiki ngaji, sesok yo ngaji..Ben iso rabi karo mbak santriiiii.." Masyaallah.. Kreatifitas tanpa batas...
9.823.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 634 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

"Puisi, karya sastra yang mengungkapkan perasaan, isi hati, dan juga pikiran. Juga bisa diambil dari sebuah pengalaman hidup. Puisi sebuah syair yang mengandung makna.” Para siswa memperhatikan Guru yang menjelaskan tentang puisi. Guru juga membacakan beberapa puisi, tentang perjuangan seorang jenderal dan juga puisi tentang romansa. Setelah menjelaskan tema pelajaran hari ini, Guru menutup bukunya. "Sekarang giliran kalian. Ambil kertas, dan kuas." Guru kembali ke mejanya. "Tulis satu puisi. Temanya tentang perjuangan.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
107.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Satrio Sang Penguasa Wanita

Satrio Sang Penguasa Wanita

puji Ibu Wahyu dengan tulus, matanya berbinar melihat perubahan total pemuda yang dulu sering diceritakan suaminya sebagai mahasiswa paling kurang mampu namun paling cerdas di kampus. Satrio segera melangkah maju, membungkukkan tubuh tegapnya dengan sangat rendah, lalu meraih tangan Ibu Wahyu untuk mencium punggung tangannya dengan penuh hormat. Sikap santun yang ia tunjukkan itu lahir dari rasa hormatnya kepada orang tua yang santun itu. "Selamat siang, Ibu. Maaf jika kedatangan saya merepotkan siang hari ini," ucap Satrio dengan suara rendah yang sangat beretika.
7.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

tanya Aruna, suaranya mengandung sedikit rasa ingin tahu. Arya tersenyum, pandangannya jauh. "Aku mungkin akan menjadi Arya Dirgantara yang lemah, bekerja di gudang, dan mati dalam kesengsaraan. Kinanti adalah katalis yang diperlukan untuk membangkitkan Naga di dalam diriku." "Jadi, kau berterima kasih padanya?"
10723 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status