Suamiku Berandalan Sekolah
'Langit itu Kamu
Hamparan pasir putih
Menembus batas waktu
Aku terpaku pada angin berhembus
Setiap kali, ku menyapa rasanya terenyuh
Kamu adalah langit biru
Tidak terhitung, aku melihatmu
Betapa rindu, rasaku kepadamu
Langit, tolong panggilkan dia untukku
Aku tau, jika diriku tidak sebaik itu
Tapi aku mohon, aku hanya ingin kamu
Ya kamu Ranesya'
Aku terpaku, bahkan semua anak kelas berteriak heboh.
"Ciee, ehem Ranesya!"
"Dibuatin puisi sama pacarnya."
Aku melirik Zara mendengus, aku menahan tawa, dan berkata kepadanya.
"Liat? Lo tau siapa pemenangnya sekarang? Lo atau gue?"