Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Tiga Pahlawan

Legenda Tiga Pahlawan

Angin sore bertiup pelan. Suasana damai yang langka. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa benar-benar nyaman. Dengan mata setengah terpejam, ia menatap awan merah di kejauhan lalu mendadak mendapat inspirasi. Dengan nada puitis ia berkata, “Mentari senja bagaikan darah...” Roger yang sedang rebahan di tikar bawah langsung menyambung santai,
10765 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Hampa yang tak bermuara kian menemani tanpa bicara pada mentari yang senantiasa menyambut pagi. Anugerah yang Tuhan kirim melalui Mikail, mematikan kobaran si jago merah yang melahap daun-daun kering dan ketandusan hati yang siap menjajal kasih sayang dari gadis yang selalu ku puisikan dalam purnama yang sedang dalam tulisan.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Nilakandi

Nilakandi

Oh Pecandu, rupanya matahari menyambutmu dengan senyumnya, Desir angin itu akhirnya mendekatkanmu pada bahagia, Ah tunggu, bahagiakah? petakakah? Sang waktu menunggumu bercerita, datanglah. Puisi misteri menggema di laut menguning lagi. Ya, Diwana lagi-lagi terjebak di dalam mimpi versi keduanya itu.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Asisten Pribadi Tuan Muda

Asisten Pribadi Tuan Muda

Hari yang cerah. Mentari pagi bersinar indah. Seolah memang sedang menyambut pagi yang menyenangkan untuk Mita. Senyumnya pun menawan di bibir sedikit tebalnya. Sorot mata sipitnya juga bersinar terang, siapapun pasti tau jika gadis itu sedang berbahagia. Terlebih senandung-senandung kecil sering dia gumamkan. Sehingga aura bahagiannya kian terasa.
9.4128.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
THE FRAPPUCINO MURDER

THE FRAPPUCINO MURDER

Suara menenangkannya memuji kehebatan Vis dalam berbohong di suatu pagi yang hangat. Mentari pagi hari ini sungguh bersahabat. Ada nuansa rindu di setiap paparan sinar matahari yang menyentuh kulit. Vis menutup mata dan mengangkat dagu, mengarahkan wajah tepat ke arah di mana matahari berada. Sungguh hangat dan menenangkan. Rasanya seperti baru kemarin Vis merasakan kehangatan seperti ini di hari Jumat pagi. Tepat di mana Vis seharusnya dapat bertemu dengan kakak setelah melalui malam yang panjang.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Terjerat di Hati yang Salah

Terjerat di Hati yang Salah

“Mentari, kamu bisa bikin aku gila dalam sehari. Dan itu cuma karena kita mengobrol biasa …." *** Lampu-lampu jalanan mulai menyala satu persatu. Matahari yang tadi sibuk menyinari bumi, kini perlahan turun dan digantikan oleh rembulan malam. Dingin, kesan pertama Mentari ketika dia sedang menunggu Maheswara di luar kantor. Sengaja menunggu kantor sepi, agar tidak membuat geger kembali seisi kantor, cukup tadi pagi saja.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Warisan Utang Mertua

Warisan Utang Mertua

Part 23 POV SINTA Mentari pagi kini menampakkan sinarnya yang mulai menyinari belahan bumi. Diriku yang masih lemah sekuat tenaga ingin bangun duduk bersila namun tak bisa. Perlahan pandanganku melihat sekeliling tumbuhan yang tumbuh di dasar tebing seakan menyemangati ku harus bisa. Kucoba menggerakkan tubuh yang kaku ini benar saja kepalaku masih terasa sakit akibat benturan semalam.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Pelan tapi pasti, mata Mimi makin berat, lama-lama Mimi tertidur juga. ***** Pagi menggantikan malam. Mentari menyeruak membuka hari, memberi kehangatan pada seluruh alam. Burung kembali berkicau. Bunga-bunga mulai bermekaran dan kupu-kupu mulai beterbangan mengitarinya.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 551 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Memoar Rasa

Memoar Rasa

(Mentari Cerah, Secerah Aku dan Masa Depan Bersama Dia) Pagi yang cerah itu berhasil membangunkanku dari mimpi indah. Matahari telah mencium wajahku dengan sinarnya. Agaknya, hari ini akan lebih hangat di banding kemarin. Aku melihat bunga dan akasha telah bersiap untuk berangkat, namun tidak dengan kusuma. Aku pun lantas langsung membangunkan kusuma dan segera bersiap untuk berangkat kuliah. Kami memutuskan untuk berangkat bersama pagi itu.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Suamiku Pengacaraku (Bahasa Indonesia)

Suamiku Pengacaraku (Bahasa Indonesia)

Namun, namanya roda kehidupan terus berputar. Mentari tidak akan terlambat sedetik pun untuk menyapa pagi hanya karena embun jatuh di matamu. Senja tidak akan lupa melukiskan jingganya pada sudut langit meski langitmu dirundung mendung. Pun begitu, malam tidak akan sunyi oleh tebaran bintang-bintang yang menerangi gelap meskipun tidurmu tidak nyenyak.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status