Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUAMIKU SEORANG PENDUSTA

SUAMIKU SEORANG PENDUSTA

Dalam lamunanku entah tiba-tiba mataku terasa berat dan aku sudah tak sanggup membukanya lagi. Mentari pagi bersinar dengan lembut berwarna keemasan menerobos masuk melalui kisi-kisi kaca jendela. Burung gereja bersahutan menyambut datangnya sang surya melompat dari dahan satunya ke dahan lainnya. Mereka tampak ceria tanpa beban kehidupan. "Tuk, wa, tuk, wa ... Ayo All ngikuti gerakanku." ucapku seraya memperagakan senam ringan dengan menggerak- gerakkan tubuhku.
873 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Mentari merangkak perlahan dari balik pegunungan yang diselimuti kabut tipis, seperti lukisan tinta di atas kanvas pagi. Di kejauhan, daun-daun cemara Korea menggigil dalam embun, mengguratkan puisi sunyi yang hanya dimengerti oleh jiwa-jiwa yang telah belajar mendengarkan bisikan angin. Di beranda rumah Nyonya Choi yang menghadap ke timur, Lintang duduk bersila, memejamkan mata, meresapi getaran pagi seperti seorang pertapa yang menjahit makna dari setiap napas alam.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

gumam Adit. @@@ Mentari memancarkan keceriaan pagi. Bumi merenggangkan tangan ke atas. Bangun tidur tadi pagi, baru terasa beberapa bagian tubuhnya memang tidak bisa diajak kompromi. Semuanya masih aman saja, kakinya sudah tidak senyeri kemarin. Yang ada dalam pikirannya sekarang adalah Langit. Semalaman ia mencoba menghubungi lelaki tampan itu tapi tidak mendapatkan balasan sama sekali. Tidak biasanya Langit seperti itu.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
QUEEN: I LOVE YOU PAPA

QUEEN: I LOVE YOU PAPA

“Setiap detik adalah nilai yang tak terhingga, maka menjadi menantu dan pasangan dari anak gadismu adalah hal yang berharga." ---------- Cahaya matahari pagi, sudah kembali menampakan sinarnya, menggantikan cahaya sang purnama, yang sudah menyinari bumi semalaman. Sinar mentari itu, perlahan-lahan membawa kehangatan berbeda, setelah berhari-hari sebelumnya, sang mentari nampak enggan menampakan sinarnya di langit Ibu Kota saat pagi hari.
1050.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Morning Star : Perjalanan untuk Tumbuh dan Bersinar

Morning Star : Perjalanan untuk Tumbuh dan Bersinar

Ira terbangun dari tidur singkatnya ketika sinar matahari diawal musim panas merambat di jendela asramanya, menggeliatkan tubuh dengan pelan berusaha menyerap energi positif dikamarnya. Dibuka jendela kamar di CnD dormitory yang pemandangannya langsung menghadap fakultas teknik Universitas Surya Cendekia. Ini adalah hari pertama dia bangun dari kasur asramanya setelah pindahan kemarin.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Assalamu'alaikum Pesantren (Assalamu'alaikum Cinta)

Assalamu'alaikum Pesantren (Assalamu'alaikum Cinta)

Kata cinta bak mutiara yang indah Namun, kata itu juga bisa membuat luka Tersayat tapi, tak berdarah Sakit, perih dan ngilu bagai teriris sembilu. *** Matahari telah menyingsing menyingkap tabir dibalik kegelapan malam. Berganti sejuknya pagi dengan tetesan embun. Suara burung bersautan, berkicau menemani hari yang indah.
4.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
ELLIA

ELLIA

Ia pun menari-nari, berdendang ria di bawah sorot lampu meja, menggetarkan benda-benda di sekitarnya, menarik mereka dalam pusaran irama yang dimainkan. “Kriiinggg... krriinnggg... krrinnngggg...! Ellia Ellia Ellia oh Ellia... bangun bangun bangun oh Ellia... ayo cepat bangun hei Ellia... menarilah bersama kami... berdansalah bersama kami... ow ow ow ow... Ellia Ellia Ellia oh Ellia... bangun bangun bangun oh Ellia... ayo lekas bangun, bernyanyilah bersama kami... berdansalah bersama kami... menyambut hari Indah... menyapa embun pagi.... sebelum hilang dilahap mentari pagi... menyapa langit biru... sebelum dirundung serakan awan... menyapa semua yang kau lalui... sepanjang hari... hingga da
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Aira's PURNAMA RASA Hari ini purnama menjadi raja Bintang senantiasa bermanja pada malam Purnama menerima tawa Hanyut pada nada, serayu malam Desir darah mengempas nestapa Rangkulan penuh adalah arti Senyum mengembang bak purnama Selaras dengan hati mengucap bahagia pada sebait puisi Malam memanglah temaram Nyaris, purnama datang nestapa hilang Tidak ada lara, terhempaskan oleh malam Meski sunyi, sedu-sedan tiada datang Bahagia tentang rasa Disenyumkan oleh purnama walau sekejap Namun, mata berbinar layaknya bulan purnama Purnama rasa dalam hati mengucap. ————
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Mutiara Untuk Abang

Mutiara Untuk Abang

Hawa sejuk malam membantu mendinginkan darah Mutiara yang mengalir deras nan panas. Apa ini? Perasaan apa ini? Sementara Motaz masih termenung di sofa. "Rara.." Gumamnya dengan rahang mengetat. *** Pagi yang cerah menyapa setiap manusia. Memberikan sambutan terbaiknya bagi umat manusia untuk memulai pagi dengan semangat sempurna seperti kini cuaca yang sempurna. Langit biru terhampar sempurna seolah membawa suka cita. Burung-burung berkicau bersiap di peraduannya menuju penjuru langit lainnya demi rejeki yang sudah menanti.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status