Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kisah Para Penggetar Langit

Kisah Para Penggetar Langit

“Dari sepatumu. Baju, celana, dan badanmu kotor. Tapi sepatumu tidak. Aku memperhatikan, kau sering membersihkan sepatu itu dengan tanganmu. Saat kau minum arak pun, kadang-kadang kau melirik ke sepatumu. Jadi mestinya, sepatu itu adalah benda yang sangat berharga bagimu. Pemberian seseorang yang juga sangat berharga bagimu. Tentunya, bukan gurumu yang memberikannya. Karena biasanya, guru lebih suka memberikan benda-benda yang jauh lebih bermanfaat, seperti senjata, kitab sakti, atau mungkin sempritan tulang yang kau gunakan untuk memanggil burung-burung tadi. Sepatu, seperti juga pakaian, adalah pemberian yang ‘penuh cinta’. Benda-benda tersebut diberikan, karena orang itu memperhatikanmu.
9.959.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi tentang sepatu
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Bayu tertawa lebar sambil menjinjing jijik sepatu Paiman yang baunya nauzubillah, tahi ayam saja kalah bau dengan sepatu itu. "Najis! Sepatu lo, berapa abad ga dicuci sih? Bau banget, njir!" omel Bayu sambil melemparkan sepatu Paiman ke arah yang empunya. "Baru sebulan, Nyet!" jawab Paiman tanpa dosa. "Kenapa kalian malah bahas sepatu sih. Kita 'kan lagi kepo sama kue mochi dengan adonan gagal," kata Bambang menyudahi adu argumen sepatu bau kembali ke pembahasan awal.
1027.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi tentang sepatu
Baca
+Pustaka
Sweet Decepticon

Sweet Decepticon

Vittoria menjatuhkan dirinya di sana. Dengan gerakan kasar, ia melepaskan sepatu hak tingginya dan melemparnya ke rumput. "Persetan dengan mereka semua," desisnya pada kegelapan. "Kamu tahu, sepatu itu terlihat mahal. Sayang kalau dibiarkan basah oleh embun." Suara itu muncul dari balik bayangan pilar di dekatnya. Terdengar rendah, berat, dan familiar hingga ke tulang sumsum.
356 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai puisi tentang sepatu
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

Bisa mati penasaran aku. “Gini lho, kayak yang tadi kamu bilang. Sepatu baru harus dijaga biar awet dan gak mudah rusak atau kotor. Sama seperti pernikahan. Pernikahan itu awalnya ibarat sepatu baru yang masih bersih. Sepatu gak bakal bisa jalan dong tanpa kita pakai dan arahkan sesuai keinginan kita. Serem juga kalau sepatu jalan sendiri,” Khanza tertawa karena menurutnya hal itu lucu. Aku malah fokus memikirkan makna di balik kalimatnya.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai puisi tentang sepatu
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan di Siang Hari

Perselingkuhan di Siang Hari

Matanya berbinar lembut saat melihat rak-rak penuh warna pastel, boneka kecil, pakaian mungil, dan sepatu-sepatu berukuran tak lebih besar dari telapak tangan orang dewasa menyambut mereka. Kiara berhenti di depan rak sepatu bayi. Jemarinya yang ramping meraih sepasang sepatu kecil berwarna merah muda. Dalam benaknya, ia membayangkan kaki kecil yang kelak akan mengenakan sepatu itu—langkah pertama, jatuh pertama, dan tawa pertama. Ia mengangkatnya perlahan, mengelus permukaannya dengan ibu jari.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi tentang sepatu
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta CEO Beristri

Terjebak Cinta CEO Beristri

Sekuat hati menahan emosiku agar tak meledak. “Baiklah Mala, dengarkan! Perkara sepatu, tidak perlu kau ganti! Dan aku tidak, lebih tepatnya belum berpacaran dengan siapapun. Jadi sepatu itu aku dapatkan saat aku menghadiri kuis kepenulisan, dan aku memenangkan doorprize yang ternyata hadiahnya adalah sepatu. Karena itu doorprize, aku tidak bisa memilih harus dapat gift barang cowok, jadi meski isinya sepatu perempuan aku mau tidak mau harus menerimanya. Dan ternyata sepatu berjodoh dengan kakimu. Kau sendiri yang menyimpulkan sepatu itu untuk pacarku, dan aku hanya menjawab semoga kemudian itu menjadi milik pacarku. Adalah karena aku menyukaimu saat pertama aku melihatmu, dan karena kau sud
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi tentang sepatu
Baca
+Pustaka
Hadiah Terindah Di Pernikahan Kedua Suami

Hadiah Terindah Di Pernikahan Kedua Suami

Apa mungkin bisa berlari dengan sepeti ini. "Lebih baik aku lepaskan saja!" Melepas sepatu tinggiku yang tak sesuai keadaan. Rasanya lega sekali. Sungguh menyiksa sepatu mahal ini. Andaikan waktu bisa diulang pasti akan membawa sandal jepit atau sepatu biasa. Kondisi seperti ini menyakitkan. Aku melangkah tanpa alas kaki tak peduli beberapa orang memandangku.
10124.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai puisi tentang sepatu
Baca
+Pustaka
Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Bel pulang telah berbunyi, membuat anak-anak segera memasukkan buku ke dalam tas, dan berebut menuju pintu ingin segera pulang setelah sang guru keluar ruangan. Silvi juga melakukan hal yang sama, mengemas buku-buku dan melangkah ke pintu keluar. Di dekat pintu, gadis itu berdiri sambil melihat satu persatu sepatu yang tinggal. Ia mencari sepatu yang paling buluk di sana, miliknya. Namun, yang ada hanya sepatu-sepatu baru yang sepertinya setiap hari tak lupa disemir. Silvi tak menemukan sepatu yang di dalamnya ada kaus kaki longgar dan dua karet gelang.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai puisi tentang sepatu
Baca
+Pustaka
OGAH MARRIED!

OGAH MARRIED!

jawabnya yang kembali ber-lu-gue. “Kamu jemur sepatumu di mana?” “Di sana,” Dessy menunjuk suatu arah. “Wah, sepatu basah dan bau biasanya suka jadi mainan Paw Paw.” “Enak aja bilang sepatu gue bau.” “Semua sepatu kalau basah pasti lebih bau.” Adri menjawab serius. “Coba taruh di tempat agak tinggi takutnya Paw Paw akan…
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai puisi tentang sepatu
Baca
+Pustaka
Dalam Dekapan Sang Pengacara Dingin

Dalam Dekapan Sang Pengacara Dingin

Sontak Kayla membelalak merasakan tubuhnya dipeluk oleh Tiago dan Kayla buru-buru mendorong pria itu. "Lepaskan aku! Jangan menyentuhku, Brengsek! Ah, sepatu sialan!" seru Kayla kesal. Kayla tidak punya sandal sehingga kalau ia mau keluar sebentar saja ia tetap harus memakai sepatu lusuhnya lagi. "Sepatu itu sudah begitu jelek, mengapa kau masih memakainya, aku sudah membelikan banyak sepatu untukmu kan? Apa itu belum cukup?"
1026.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 771 kali sebagai puisi tentang sepatu
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Mommykai22
Hai semua, akhirnya novel ini tamat juga. Makasih semua yang sudah setia mengikuti novel ini sampai tamat. Maafkan kalau novelnya masih banyak kekurangan. Sampai jumpa di novel author yang lain yaa ....
Monochrome
It’s already annoyed me from the very beginning. Oke asumsinya tokoh perempuan lugu 18thn ga ngerti visum, tapi kan lgsg dilaporin polisi dr awal pasti kan dia ada penjelasan ke polisi kalo diperkosa, ofkors polisi yg lgsg nyuruh minta visum. I know it’s fiction, but make it make sense please ...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status