Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sweet Decepticon

Sweet Decepticon

Vittoria menjatuhkan dirinya di sana. Dengan gerakan kasar, ia melepaskan sepatu hak tingginya dan melemparnya ke rumput. "Persetan dengan mereka semua," desisnya pada kegelapan. "Kamu tahu, sepatu itu terlihat mahal. Sayang kalau dibiarkan basah oleh embun." Suara itu muncul dari balik bayangan pilar di dekatnya. Terdengar rendah, berat, dan familiar hingga ke tulang sumsum.
295 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as puisi tentang sepatu
Read
+Library
Raina

Raina

Bisa mati penasaran aku. “Gini lho, kayak yang tadi kamu bilang. Sepatu baru harus dijaga biar awet dan gak mudah rusak atau kotor. Sama seperti pernikahan. Pernikahan itu awalnya ibarat sepatu baru yang masih bersih. Sepatu gak bakal bisa jalan dong tanpa kita pakai dan arahkan sesuai keinginan kita. Serem juga kalau sepatu jalan sendiri,” Khanza tertawa karena menurutnya hal itu lucu. Aku malah fokus memikirkan makna di balik kalimatnya.
109.9K viewsOngoingAdded to Library 216 Times as puisi tentang sepatu
Read
+Library
Perselingkuhan di Siang Hari

Perselingkuhan di Siang Hari

Matanya berbinar lembut saat melihat rak-rak penuh warna pastel, boneka kecil, pakaian mungil, dan sepatu-sepatu berukuran tak lebih besar dari telapak tangan orang dewasa menyambut mereka. Kiara berhenti di depan rak sepatu bayi. Jemarinya yang ramping meraih sepasang sepatu kecil berwarna merah muda. Dalam benaknya, ia membayangkan kaki kecil yang kelak akan mengenakan sepatu itu—langkah pertama, jatuh pertama, dan tawa pertama. Ia mengangkatnya perlahan, mengelus permukaannya dengan ibu jari.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as puisi tentang sepatu
Read
+Library
Terjebak Cinta CEO Beristri

Terjebak Cinta CEO Beristri

Sekuat hati menahan emosiku agar tak meledak. “Baiklah Mala, dengarkan! Perkara sepatu, tidak perlu kau ganti! Dan aku tidak, lebih tepatnya belum berpacaran dengan siapapun. Jadi sepatu itu aku dapatkan saat aku menghadiri kuis kepenulisan, dan aku memenangkan doorprize yang ternyata hadiahnya adalah sepatu. Karena itu doorprize, aku tidak bisa memilih harus dapat gift barang cowok, jadi meski isinya sepatu perempuan aku mau tidak mau harus menerimanya. Dan ternyata sepatu berjodoh dengan kakimu. Kau sendiri yang menyimpulkan sepatu itu untuk pacarku, dan aku hanya menjawab semoga kemudian itu menjadi milik pacarku. Adalah karena aku menyukaimu saat pertama aku melihatmu, dan karena kau sud
102.4K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as puisi tentang sepatu
Read
+Library
Hadiah Terindah Di Pernikahan Kedua Suami

Hadiah Terindah Di Pernikahan Kedua Suami

Apa mungkin bisa berlari dengan sepeti ini. "Lebih baik aku lepaskan saja!" Melepas sepatu tinggiku yang tak sesuai keadaan. Rasanya lega sekali. Sungguh menyiksa sepatu mahal ini. Andaikan waktu bisa diulang pasti akan membawa sandal jepit atau sepatu biasa. Kondisi seperti ini menyakitkan. Aku melangkah tanpa alas kaki tak peduli beberapa orang memandangku.
10124.8K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as puisi tentang sepatu
Read
+Library
Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Bel pulang telah berbunyi, membuat anak-anak segera memasukkan buku ke dalam tas, dan berebut menuju pintu ingin segera pulang setelah sang guru keluar ruangan. Silvi juga melakukan hal yang sama, mengemas buku-buku dan melangkah ke pintu keluar. Di dekat pintu, gadis itu berdiri sambil melihat satu persatu sepatu yang tinggal. Ia mencari sepatu yang paling buluk di sana, miliknya. Namun, yang ada hanya sepatu-sepatu baru yang sepertinya setiap hari tak lupa disemir. Silvi tak menemukan sepatu yang di dalamnya ada kaus kaki longgar dan dua karet gelang.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as puisi tentang sepatu
Read
+Library
OGAH MARRIED!

OGAH MARRIED!

jawabnya yang kembali ber-lu-gue. “Kamu jemur sepatumu di mana?” “Di sana,” Dessy menunjuk suatu arah. “Wah, sepatu basah dan bau biasanya suka jadi mainan Paw Paw.” “Enak aja bilang sepatu gue bau.” “Semua sepatu kalau basah pasti lebih bau.” Adri menjawab serius. “Coba taruh di tempat agak tinggi takutnya Paw Paw akan…
105.5K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as puisi tentang sepatu
Read
+Library
Dalam Dekapan Sang Pengacara Dingin

Dalam Dekapan Sang Pengacara Dingin

Sontak Kayla membelalak merasakan tubuhnya dipeluk oleh Tiago dan Kayla buru-buru mendorong pria itu. "Lepaskan aku! Jangan menyentuhku, Brengsek! Ah, sepatu sialan!" seru Kayla kesal. Kayla tidak punya sandal sehingga kalau ia mau keluar sebentar saja ia tetap harus memakai sepatu lusuhnya lagi. "Sepatu itu sudah begitu jelek, mengapa kau masih memakainya, aku sudah membelikan banyak sepatu untukmu kan? Apa itu belum cukup?"
1026.5K viewsCompletedAdded to Library 767 Times as puisi tentang sepatu
Show Reviews (9)
Read
+Library
Mommykai22
Hai semua, akhirnya novel ini tamat juga. Makasih semua yang sudah setia mengikuti novel ini sampai tamat. Maafkan kalau novelnya masih banyak kekurangan. Sampai jumpa di novel author yang lain yaa ....
Monochrome
It’s already annoyed me from the very beginning. Oke asumsinya tokoh perempuan lugu 18thn ga ngerti visum, tapi kan lgsg dilaporin polisi dr awal pasti kan dia ada penjelasan ke polisi kalo diperkosa, ofkors polisi yg lgsg nyuruh minta visum. I know it’s fiction, but make it make sense please ...
Read All Reviews
The Blue Eyes

The Blue Eyes

Dedaunan di dahan pohon-pohon di pekarangan itu turut melambai, seakan-akan tengah menari terdorong angin sebelum tiba saatnya mereka gugur ke bumi. Aku melangkah hati-hati menaiki bukit di sebelah kanan villa. Beratnya ransel yang disampirkan di punggung, membuat gravitasi bumi menguat untuk menarikku ke bawah. Sepatu boot cokelat yang digunakan juga sudah terbenam beberapa kali di berbagai titik lumpur, dan memaksaku untuk mengingat bila nanti harus membeli sepatu karet, seperti yang biasanya dipakai pak Tono bila tengah berkebun.
95.6K viewsCompletedAdded to Library 172 Times as puisi tentang sepatu
Read
+Library
Magic You

Magic You

"Nah itu dia." Aku membuangnya dan berjalan menuju kelas. Baru dua langkah aku berjalan, aku kembali terjatuh untuk kedua kalinya dengan alasan yang sama... Yaitu sepatu. Huh? Bukannya tadi sudah terikat kencang? Firasatku berkata ini pasti karena buku itu... Buku itu membawa kesialan! Aku tidak menggubrisnya dan melepaskan sepatuku. "Nah tuh! Aku lepas sepatu... Ngak bakal terjatuh lagi!" Tawaku puas.
104.2K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as puisi tentang sepatu
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status