Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Yang Hilang Ingatan

CEO Yang Hilang Ingatan

Aku masih dapat melihatnya, ia menarik segaris datar senyuman. 🎶🎶 Kutuliskan kenangan tentang. Caraku menemukan dirimu. Tentang apa yang membuatku mudah. Berikan hatiku padamu. Takkan habis sejuta lagu. Untuk menceritakan cantikmu. 'Kan teramat panjang puisi. 'Tuk menyuratkan cinta ini. Telah habis sudah cinta ini Tak lagi tersisa untuk dunia Karena telah kuhabiskan
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi untuk cinta
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

Mengatakan apapun kata yang menari-nari dan berkeliaran dipikirannya. Jingga Memudar seiring bulan datang Menghilang seiring gelap menerpa Mempertemukan dua insan yang tak saling sapa Hingga hati saling bercerita Dua insan kini di mabuk asmara Benarkan tuan yang sedang menerka keadaan? Ataukah memang anda yang sedang ku ceritakan? Atau hanya imajiku yang terus berkeliaran Kasih mengatakan bait demi bait puisinya tanpa melepaskan tatapan matanya dari Abadi. Kasih harap Abadi bisa merasakan bahwa puisi ini hanya untuk Abadi. Seseorang yang dapat mencuri hati Kasih dengan mudahnya.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai puisi untuk cinta
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Padahal pagi tadi dibersihkan. Rintik demi rintik turun berlahan. Suaranya mulai membuat hati nyaman. Kalau sudah begini, ada inspirasi dalam menuliskan puisi tentang cinta. HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai puisi untuk cinta
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai puisi untuk cinta
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mungkin cinta ini masih rapuh, Namun ia tumbuh dengan perlahan, Seperti senja yang memeluk malam, Menyatukan dua hati dalam kehangatan. Langit, ku titipkan harapan di sini, Di setiap baris puisi ini, Semoga suatu hari kau mengerti, Betapa dalam cintaku ini. — Senja
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai puisi untuk cinta
Baca
+Pustaka
Cinta Sejati

Cinta Sejati

Ayahnya ikut bicara sambil menepuk-nepuk pundak putra semata wayangnya itu. "Wanita yang tulus mencintaiku? Dengan keterbatasan fisik yang aku miliki, sepertinya itu hal yang mustahil," batin Dipta.
9.95.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai puisi untuk cinta
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai Apakah engkau mengerti? Segala rasa dalam sanubari Yang memintamu tuk hadir di sini Tuk menenemani Agar mengasihi Karenamu .… Ku jadi begini Kuharus dapatkanmu Apapun yang terjadi! Kenapa aku membaca puisi ini, seolah puisi ini untukku? Siapa yang membuatnya? Semua karangan puisi yang aku buat, aku tidak pernah menemukan puisi yang seindah ini.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi untuk cinta
Baca
+Pustaka
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi untuk cinta
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
Hanna (Bukan Gadis Biasa)

Hanna (Bukan Gadis Biasa)

Tak sekejap harus mau. Cinta butuh ruang yang sepi. Tuk mengutarakan hati . Kamu ... Aku ... Bincang bincang. Mau bilang cinta tapi takut salah. Bilang tidak ya? Bilang tidak ya? Mau bilang sayang tapi bukan pacar. Tembak tidak ya? Tembak tidak ya? Tembak tidak ya? Tembak tidak ya? Cinta cinta cinta. Yang aku berikan, tulus dari hatiku ini yang paling dalam.
1030.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 646 kali sebagai puisi untuk cinta
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

POV ZEa lanjutan dari bab sebelumnya Dear pohon cinta, "Kaulah nyala senja yang diam-diam mengupas warna segar kupu-kupu dan aku tumbuh seperti laut waktu memberiku air gairah atas hidup. Barangkali kesengsaraan itu telah menjadi matang dan sempurna. Namun ketahuilah, tak ada luka yang sembuh hanya dengan kalimat-kalimat kebijaksanaan. Sudah semestinya jiwa mengiris setiap fana yang dianggap penting dari sebongkah daging, membakarnya di perapian dzikir paling bara. Hingga suara keberadaan sejatimu. Hanyalah kumpulan kebajikan dan kepatuhan. Pada sang maha cinta. Hanya pada sang pemilik cinta." Aku meremas kertas dengan aroma parfum yang tidak pernah bisa melenyapkan rinduku.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai puisi untuk cinta
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status