Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BUNDA, PULANGLAH KAMI TAKUT SAMA AYAH

BUNDA, PULANGLAH KAMI TAKUT SAMA AYAH

BUNDA PULANGLAH KAMI TAKUT SAMA AYAH 32. ** PoV Raisa Kulihat putraku yang tidak terlalu bersemangat menerima surat dari Mas Emran. Ketika kuberikan kepadanya dia mengambilnya juga dengan malas. "Rayhan. Tante tahu kamu masih marah sama Ayah. Tapi bagaimanapun dia tetap ayahmu. Maafkanlah dia karena Tante melihat dia juga menyesali perbuatannya."
632.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai puisi untuk hari ayah
Baca
+Pustaka
Suara Hantu di Kamar Tamu

Suara Hantu di Kamar Tamu

Papa mertua menepuk pundakku saat aku mencium punggung tangannya. “Semoga rumah tanggamu sakinah mawaddah warahmah, Ayah bahagia sekali hari ini. percayalah, akan ada pelangi setelah hujan. Yang sudah berlalu, jadikan pelajaran hidup dan jangan dikenang lagi agar tak memperngaruhi suasana hati. Di setiap kejadian, pasti ada hikmahnya,” ujar ayahku dengan senyum bahagia saat kucium punggung tangan yang sudah mulai keriput itu.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 666 kali sebagai puisi untuk hari ayah
Baca
+Pustaka
Dinikahi Juragan Sayur Milyuner

Dinikahi Juragan Sayur Milyuner

Avin dengan suara merdu membacakan surat Yasin setelah selesai salat. “Ya Allah, Yaa Rahman, Yaa Rahiim, ampunilah dosa-dosaku, dosa kedua orang tuaku, berikanlah kesembuhan untuk Ayahku Wirata Kusuma, angkatlah penyakitnya karena hanya diri-Mu yang bisa menyembuhkan penyakitnya.... Berikanlah hamba kesempatan untuk berbakti kepada Ayah hamba Ya Allah... Hamba ingin membahagiakan Ayah sebagai seorang anak dan ingin merawat Ayah sampai ia tua dan renta...
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi untuk hari ayah
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta CEO Beristri

Terjebak Cinta CEO Beristri

POV : Sam "Dia bisa membuatmu gila!" ulang ayah, dengan intonasi yang lebih ditekankan. Aku tercekat, menelan ludah. Padahal sudah sering sebelumnya aku membayangkan hari seperti ini datang. Dimana ayah dan aku berbicara mengenai Mala, perempuan yang paling kuinginkan lebih dari siapapun. Namun, meski sering kali aku merasa mampu melakukannya dalam bayanganku. Merasa siap baik keadaan maupun mentalku untuk menjelaskan dan bersikeras tentang Mala kepada ayah. Nyatanya aku masih ketar-ketir di hadapan ayah! Kebrengsekkanku bahkan belum cukup besar saat di depan Ayah!
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi untuk hari ayah
Baca
+Pustaka
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

Suara adzan berkumandang menandakan hari berganti malam. Alunan panggilan Allah untuk hamba-Nya yang beriman itu terdengar seperti lagu duka untukku. Bagai mimpi di siang bolong, Ayah pergi setelah dia tahu hinanya perbuatanku. Dia pergi membawa corengan aib di wajah dari putrinya sendiri. Allah ... 'Mengapa harus Ayah yang Engkau panggil lebih dulu? Apa yang bisa kulakukan tanpa dia di sisiku dalam keadaan seperti ini?'
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai puisi untuk hari ayah
Baca
+Pustaka
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

Harvest menghela napas, "Bertemu ayah yang nggak bisa membawa ketenangan begini, kapan aku bisa punya ibu?" Harvey mengelus kepala Harvest dengan lembut, "Anakku, entah apa yang akan terjadi antara kami, kamu dan Ibu, selamanya Ayah akan terhubung, nggak ada yang bisa memisahkan kita di dunia ini, Ayah akan mencintaimu, Ibu juga akan mencintaimu, cinta ini nggak akan berubah."
9.5977.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28.4K kali sebagai puisi untuk hari ayah
Tampilkan Ulasan (394)
Baca
+Pustaka
Alina Tamrin
kalau pak Rudi ada hubungan keluarga dgn Selena apa mungkin orang yg selama ini ada di belakang layar yg ingin membunuh Selena adalah ibu Mira yg TDK ingin Pak Rudi mengetahui kalau Selena adalah keluarganya!. cepat dong perbaharui babnya penasaran nih lanjutatannya ... seru buanget ceritanya .........
Siti Ety rumiyati
Ceritanya sepertinya bagus awl baca jg kok bgs ini ceritanya tp pas lihat babnya banyak bangeeets jd mundur hehe pengin cerita yg tdk trll panjang pengin lht Selena n harvey bahagia kl panjang gini sepertinya banyak tarik ulur bahagia,jatuh lg d angkat lg bahagia jatuh lg dst nya. Btw,Smangat author
Baca Semua Ulasan
Alesha : Langkahmu, Petunjukku

Alesha : Langkahmu, Petunjukku

Kadang, hal seperti itu tak perlu diucapkan; cukup dilihat dari cara mereka menatap dunia. “Rak, ayahmu baik, ya?” tanyaku pelan. Ia mengangguk. “Iya. Ayah suka masakin aku nasi goreng tiap pagi, buatin susu dan bacain buku cerita super hero.” Aku tersenyum kecil. “Ayah kamu hebat!" 'Waaah... calon ayah yang cocok buat anakku nanti.' Belum sempat ia menjawab, suara langkah cepat terdengar dari arah belakang.
629 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi untuk hari ayah
Baca
+Pustaka
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

“Boleh aku yang nulis halaman pertama?” Dinda menyerahkan buku itu sambil tersenyum. “Tentu saja.” Rayhan mengambil pulpen, lalu menulis dengan huruf rapi: Halo, kamu yang sedang tumbuh dalam perut ibu. Aku ayahmu. Aku belum sempurna, belum tahu cara jadi ayah yang hebat. Tapi satu yang pasti: aku akan selalu berusaha ada. Selalu. Untuk kamu dan ibu.
88.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai puisi untuk hari ayah
Baca
+Pustaka
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

ucap Yesline dengan menitikan air matanya. (Terima kasih Pak, terima kasih kawan-kawanku. Saya akan membacakan puisi, yang berjudul Ibu. Ibu terima kasih, karena engkau aku dapat terlahir ke dunia ini. Karena engkau, aku dapat merasakan getar getir dan kerasnya kehidupan. Ibu aku janji, jika aku sukses nanti. Aku akan membahagiakanmu,) "Ok, I think that's enough, for those who haven't read the poetry, you can collect it in the future. Let you judge for yourself, now it's time to rest, son." titahku kepada anak-anak muridku.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai puisi untuk hari ayah
Baca
+Pustaka
CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM

CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM

bujuk Ayah dengan mata yang dipenuhi embun. Aku masih mematung, terik matahari semakin terasa sakit menyentuh pori pori kulitku. Aku masih menatap lekat pada kedua bola mata ayahku yang dipenuhi dengan embun. Sepertinya yang dia ucapkan barusan adalah tulus dari dalam hatinya. "Tolong Ayah ya, Des! Ayah sudah tidak punya siapa-siapa lagi," pintanya. Embun yang sedari tertahan akhir lolos berjatuhan membasahi pipi keriputnya.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai puisi untuk hari ayah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status