RANJANG (PANAS) ADIKKU
ujar ayah sambil merangkul pundak Ibu.
"Ayah, katakan sesuatu, kenapa sejak kemarin ayah diam saja?" tanyaku sambil menangis dan menarik lengan ayah. Bagaimana pun pria yang kini sudah mulai menua itu sangat baik dan penuh kasih sayang padaku.
"Maafin Ayah, Nduk, Ayah ndak berdaya," jawab ayah pelan.
"Ayo tho Yah, ngapain kamu ngobrol sama anak pungut yang gak tahu terima kasih itu. Sudah tahu adiknya demen sama si Adam, mbok ya kasihkan saja, berbagi, gitu lho, Yah."