Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Ruyu mengangkat jempolnya, memberi tanda kalau yang diucapkannya benar. Ruyu sebelumnya tidak menyadari jika di buku sebelumnya terselip beberapa frasa kekinian ada muncul di zaman kuno seribu tahun yang lalu karena terlalu menikmati ceritanya. Mendengar keluhan dari Xiaoli barulah ia sadar dan mulai memikirkan siapakah penulis di balik novel populer ini. 'Melihat dari gaya bahasanya memiliki ungkapan yang hanya ada di zaman modern. Tentu saja hanya orang sepertiku yang paham.’
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi zaman dulu
Baca
+Pustaka
Dewi Medis Kesayangan Kaisar

Dewi Medis Kesayangan Kaisar

Tepuk tangan dan seruan kagum menggema begitu Xie Qingyan menyebutkan nama penyair terkenal dari zaman dulu. Dia tersenyum, baru saja menyelesaikan puisinya. “Puisiku tadi terinspirasi dari syair awan milik penyair legendaris di Kekaisaran Jing, Wang Yue An.” “Wang Yue An adalah penyair yang pernah hidup di medan perang. Semua kisah yang dia sembunyikan di dalam syair-syairnya pasti berkaitan dengan penyesalannya di medan perang.” Selir Agung Qin memberikan komentar. “Puisimu barusan, terlihat hidup sekali, Yang Mulia. Seakan-akan kau adalah Wang Yue An yang baru saja keluar dari medan perang yang mengerikan.”
9.851.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puisi zaman dulu
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Mirabilis

Pendekar Pedang Mirabilis

Banga mengedarkan pandang ke angkasa, dan berteriak, "Siapa kau? Apakah kau siluman bayu?" "Aku adalah utusan dari kerajaan dewa, membawa bingkisan untuk penduduk Salakanagara! Aku sudah menunggu kedatanganmu dari zaman perunggu!" Zaman perunggu disebut juga zaman kalkolitik, di mana manusia mulai menggunakan perunggu untuk senjata perang dan kehidupan sehari-hari. Zaman kalkolitik adalah masa akhir prasejarah dengan kebudayaan Dongson. Pedang itu tidak berkarat melewati ribuan musim, tetap berkilau memancarkan cahaya coklat kekuningan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi zaman dulu
Baca
+Pustaka
Terbangun di Masa Kuno

Terbangun di Masa Kuno

Di masa yang berbeda, Kekaisaran Dinasti Han. Kaki mungil itu tersuruk-suruk mendekati ujung bukit. Itu adalah sebuah bukit yang indah dan itu cocok menjadi tempat kematiannya. Itulah yang terus dipikirkan oleh Li Hua. Tiba di sana, pandangannya lurus ke bawah, memandang jelas aliran sungai yang nampak tenang. Ia ingin sekali hidupnya tenang seperti air sungai yang mengalir.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi zaman dulu
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai puisi zaman dulu
Baca
+Pustaka
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Tiada lagi jawaban apapun yang dapat papi katakan pada perempuan yang meratapi nasib rumah tangganya. Suara malam seakan bersahutan dengan tangisan lembut seorang perempuan yang masih dalam dekapan. Suara jarum jam yang terus menghiasi tangisan, tak mengubah apapun untuk mengembalikan waktu pada masa yang dulu mereka lalui. Malam itu bagai kesengsaraan sang pendekar yang tersasar dan tak lagi ditemukan. Puisi-puisi yang terhidangkan dalam setiap masakan, kini tak berarti apa-apa untuk dicicipi kembali dalam wujud kelezatan.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi zaman dulu
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Dia teringat dengan seorang sastrawan zaman kuno yang bisa menciptakan sebuah puisi dengan mudahnya dalam tujuh langkah, sehingga hari ini dia meminjam puisi sastrawan tersebut. "Daun kacang dijadikan bahan bakar di bawah panci, sedangkan kacang menangis di dalam panci. Mereka tumbuh dari akar yang sama, kenapa harus saling membunuh?" Setelah mengatakan puisi itu, Wira menoleh dan melihat semua orang. Pandangan mereka tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, seolah-olah berpikir mengapa ada orang yang begitu berbakat di dunia ini. Penampilan Wira jelas seperti orang kasar yang hanya mengetahui beberapa huruf saja, tak disangka Wira menciptakan puisi ini.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202.6K kali sebagai puisi zaman dulu
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Kristal Jiwa Raja Naga

Kristal Jiwa Raja Naga

Yin Long menghentikan tiupan serulingnya dan berkata, "Baiklah, Senior. Meski mungkin puisiku tidak seindah seperti karya para penyair terkenal." "Tidak masalah," ucap Zi Wu, santai. Yin Long lantas berseru, "Arak mengalir seperti waktu di lembah seribu kabut. Dingin menyentuh meridian jiwa, hangat membelai takdir. Di dunia yang dimandikan cahaya lilin, setiap teguk adalah dupa yang dipersembahkan untuk bumi yang sabar!"
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai puisi zaman dulu
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Selamat datang buku terbaru saya ini. Mohon doanya supaya saya diberi kesempatan dan kemampuan untuk menyelesaikan buku ini hingga tuntas. Semoga siapa pun yang berkunjung ke mari juga diberi kesehatan dan rejeki yang berlimpah, aamiin ...
Baca Semua Ulasan
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Dia tahu dia akan mengejutkan semua orang jika dia menunjukkan bakatnya. Darryl tersenyum dan menatapnya. "Katakan padaku kenapa puisi itu bagus?” 'Ha ha! Puisi itu berjudul 'Pasir Murni Surgawi — Pikiran Musim Gugur' oleh Ma Zhiyuan, penyair besar dari Dinasti Yuan. Bagaimana bisa tidak menakjubkan?' pikir Darryl. Jewel memiringkan kepalanya sambil berpikir dan berkata, “Pokoknya, menurutku itu luar biasa! Puisi itu ditulis dengan indah."
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259.2K kali sebagai puisi zaman dulu
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Baca Semua Ulasan
Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri

Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri

gumam Li Zi lirih. Tulisan itu menggunakan aksara zaman kegelapan. Namun, begitu pandangannya menelusuri baris demi baris, matanya memancarkan cahaya tipis. Simbol-simbol rumit yang bagi orang lain hanyalah goresan tak bermakna, baginya bagaikan melodi yang bisa ia dengar dan pahami.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi zaman dulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status