Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LANGIT KABUT CAMELIA

LANGIT KABUT CAMELIA

Puing-puing itu ada yang jatuh di zaman purbakala, ada yang jatuh di era industri pertama, dan ada yang jatuh di akhir abad jagad raya. Jika kau ingat kembali, manusia begitu suka mengambil nama benda sebagai julukan sebuah sifat. "Hai kau kepala batu!", "Tangan besinya mendiamkan isi ruangan", "Dia manusia berotak emas!", "Kesedihan bertubi-tubi membuatnya bermental baja". Batu, besi, emas, dan baja adalah bagian kecil dari puing-puing ledakan penciptaan. Hanya saja, manusia lupa ada makhluk lain selain dirinya yang mengambil sifat-sifat dari puing-puing itu. **
1.6K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran. Dia adalah kita dan kita adalah dia. Namun, dia tak pernah mengakuinya." Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
9.93.1K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.7K viewsCompletedAdded to Library 321 Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
Permaisuri di Zaman Modern

Permaisuri di Zaman Modern

Pada zaman dahulu di dataran tinggi China berdiri sebuah kerajaan yang cukup besar. Kerajaan itu bernama kerajaan Awan. Kerajaan awan dipimpin oleh seorang kaisar. Kaisar itu bernama Anming. Kaisar Anming memiliki seorang permaisuri yang bernama Jia li. Permaisuri Jia li merupakan istri satu-satunya yang dimiliki oleh kaisar Anming. Mereka berdua merupakan pasangan yang saling mencinta.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
Nilakandi

Nilakandi

Oh Pecandu, rupanya matahari menyambutmu dengan senyumnya, Desir angin itu akhirnya mendekatkanmu pada bahagia, Ah tunggu, bahagiakah? petakakah? Sang waktu menunggumu bercerita, datanglah. Puisi misteri menggema di laut menguning lagi. Ya, Diwana lagi-lagi terjebak di dalam mimpi versi keduanya itu.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Dari sela-sela retakan, terdengar suara-suara: percakapan yang tak pernah selesai, tawa yang terlupa, jeritan yang pernah dibungkam oleh waktu. Bayang Lama mendekat, tapi tidak dengan marah. Mereka hanya diam, mendengar puisi itu diulang-ulang oleh gema. Sebagian dari mereka—untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun—memudar perlahan seperti debu yang dilepas angin, seolah telah “didengar” sepenuhnya dan kini bebas.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

tanya Huo Yu. "Dari dulu hingga sekarang, ada lima zaman: Zaman Mitos, Zaman Immortal Kuno (Xiangu), Zaman Taigo, Zaman Kuno (Shanggu), dan Zaman Sekarang. Titik pemisah antar zaman tersebut adalah karena kedatangan Malapetaka Besar." Suara Kaisar Abadi Xuan Gui terdengar parau dan kuno. "Runtuhnya setiap zaman disebabkan oleh satu Malapetaka Besar!"
2.2K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kapan? Baiklah, sekarang aku ingat. Sudah lama sekali. Aku pernah membuat puisi ketika kelas 1 SMP dahulu. Banyak tahun yang lalu ternyata. Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya
8.99.6K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Ewan memberanikan diri untuk menjawab, "Penulis puisi ini adalah Juman, jenderal terkenal dari dinasti zaman dulu. Dia sangat ingin merebut kembali tanah air, tapi terus-menerus dihalangi oleh pihak lawan. Akhirnya, dia pensiun dan hidup menyendiri selama hampir 20 tahun." "Puisi ini ditulisnya dalam masa frustrasi dan mengasingkan diri. Dia menyatakan keinginannya untuk berperang demi negara, tapi juga menggambarkan rasa frustrasi dan kemarahannya lewat kalimat terakhir. 'Sayang, usia sudah tua'."
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 24.3K Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
Sistem Super Boros

Sistem Super Boros

"Betapa banyak orang mencintaimu di masa mudamu, mengagumi kecantikanmu, baik yang palsu maupun yang asli. Hanya satu orang yang mencintai jiwamu yang berziarah, kerutan-kerutan menyakitkan di wajahmu yang menua. Dengan kepala tertunduk, ia berbisik sedih tentang hilangnya cinta di samping tungku merah menyala..." Guan Fei membacakan dua puluh puisi modern yang paling disukai para gadis dalam satu tarikan napas, dan diakhiri dengan "When You Are Old" karya Yeats, dengan mengatakan bahwa aku akan mencintaimu selamanya, bahkan jika wajahmu tertutup kerutan. Apakah ini benar-benar Guan Fei! Saat itu, teman-teman sekelas sang guru tercengang. Bukankah dia murid yang payah? Bagaimana mungkin dia
101.9K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as puisi zaman dulu
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status