Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Catatan Usang

Catatan Usang

bisik Prily setelah menarik Ibunya kembali masuk ke dalam rumah, meninggalkan Akbar begitu saja. “Lagi pula cepat atau lambat kamu akan berpisah ‘kan? Jadi apa bedanya sekarang atau nanti. Kesempatan itu enggak akan datang dua kali.” Pagi itu Ibunya terlihat begitu bersemangat. Setelah melihat Akbar yang sukses, pasangan suami istri itu seolah melihat secercah harapan yang baru. Ia merindukan masa kejayaannya yang dulu, tidur di kasur yang empuk. Ruangan berAC yang nyaman juga suasana perumahan cluster yang begitu dia rindukan. 10 tahun sudah lebih dari cukup. Ia tak ingin jika harus menua dan mati di tempat seperti ini. Hanya Prily harapannya yang terakhir. “Maksud Ibu apa?”
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
Mantra Pemikat Sang Perawan Tua

Mantra Pemikat Sang Perawan Tua

PELET DARAH KOTOR "Aku ingin menikahimu, Kesih, apa syarat yang kau minta?" tanya Karta sang juragan penggilingan padi. Pemilik puluhan hektare lahan pertanian di Desa Kemangi terus menatap Sukesih. Dalam pandangan matanya tidak ada perempuan yang cantiknya melebihi Sukesih saat ini, tidak juga Sumiarsih istrinya. Seorang mantan penari jaipong yang dahulunya menjadi primadona pria-pria sekecamatan.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
About Me Alshameyzea

About Me Alshameyzea

Ku tuliskan kenangan tentang Cara ku menemukan dirimu Tentang apa yang membuatku mudah Berikan hatiku padamu Takkan habis sejuta lagu Untuk menceritakan cantikmu 'Kan teramat panjang puisi 'Tuk menyuratkan cinta ini Telah habis sudah cinta ini Tak lagi tersisa untuk dunia Karena telah ku habiskan Sisa cintaku hanya untukmu Aku pernah berpikir tentang Hidupku tanpa ada dirimu Dapatkah lebih indah dari Yang ku jalani sampai kini? Aku selalu bermimpi tentang Indah hari tua bersamamu Tetap cantik rambut panjangmu Meskipun nanti tak hitam lagi Bila habis sudah waktu ini Tak lagi berpijak pada dunia Telah aku habiskan Sisa hidupku hanya untukmu Dan telah habis sudah cinta ini Tak lagi tersisa untu
9.62.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
RELATIOXIC RULES

RELATIOXIC RULES

Bu Markonah adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI B yang membawakan materi tentang puisi. “Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang puisi. Ada yang sudah tahu definisi puisi? Puisi adalah sebuah karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan setiap larik dan kata-katanya yang sangat diperhatikan,” kata Bu Markonah Seluruh siswa menyimak dan mencatat penjelasan Bu Markonah, tetapi Alexa malah sibuk mengecek ponselnya berulang kali. Danish masih belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
Merebut Kembali Cinta Lama

Merebut Kembali Cinta Lama

“Dis, kamu nggak papa?“ lagi lagi Melinda menanyakan hal yang sama kali ini. Adis menggeleng pelan. “Santai aja, aku nggak papa kok, nggak perlu khawatir.“ Pesta itu begitu meriah. Lampu-lampu kristal berkilauan, musik mengalun lembut, dan para tamu mengenakan pakaian terbaik mereka. Sangat berbeda dengan pernikahan Adis dulu bersama Rakabumi—yang dilakukan secara diam-diam, tanpa pesta, tanpa saksi yang berarti. Malam ini Adis terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang membalut tubuhnya dan sepatu heels yang membuat langkahnya tampak anggun.
817 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA JURAGAN TUA

JERAT CINTA JURAGAN TUA

Dan di dalam hati Alma, badai baru saja dimulai. * Hujan belum berhenti. Derasnya seperti menolak segala kehangatan yang mungkin singgah di rumah tua itu. Dinding hijau pudar makin tampak suram, seperti menyimpan cerita yang belum selesai. Bau tembakau dan kayu tua menyesakkan dada. Suasana rumah Juragan Darsa begitu hening, bahkan suara tetesan air dari ujung genting terdengar nyaring memecah malam.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
Balada Perawan Tua

Balada Perawan Tua

Mau cari yang gimana lagi? Aku menghembuskan nafas lelah, ibuku ini tipe ibu-ibu yang tidak akan puas dengan hanya satu jawaban. [Kurang suka sama dia.] [Terus kamu sukanya yang gimana? Mama udah kenalin sama anak-anaknya temen Mama, kamu selalu bilang nggak suka? Apa jangan-jangan kamu sukanya bukan sama wanita?]
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Saat pesta teh di tempatku, dia bahkan tidak tahu perbedaan gaya puisi kuno Dinasti Han dengan gaya kontemporer saat ditanya oleh Nona Wang Yimei. "Dia hanya bisa terbata-bata dan akhirnya berpura-pura sakit kepala untuk pulang. Ternyata, selama ini dia hanya menghafal beberapa bait populer dan menggunakannya berulang kali. Sastra yang sesungguhnya? Dia nol besar!"
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

tanya Sita seperti tak sabar saat Bumi berhenti untuk menyesap dulu rokoknya. "Di antaranya ada puisi untuk perempuan yang tak begitu kukenal, tapi cukup sering kulihat di kampus. Ada juga puisi untuk perempuan yang kemudian jadi istriku... sekarang sudah jadi mantan istri. Dan...," Bumi menoleh sebentar ke wajah Sita, lalu melanjutkan dengan suara pelan tapi mantap, "ada pula puisi yang kutulis untuk Teteh."
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Lirik lagunya kira-kira seperti ini: Lagu terdengar seperti nyanyian dewi dengan jiwa dari seruling giok Secangkir anggur yang memabukkan mengiringi tarian pedang bersama angin Sesosok berjubah putih lewat dengan elegan Istana baru berukirkan emas, suara bara api yang menggema Guratan tebal tinta menanggalkan barisan puisi indah Jubah putih dan pedang bisa menahan asmara Pegunungan dan liuk sungai tak mengingat masa lalu Menulis puisi untuk kesenangan dan menghilangkan kecemasan Dia berkata, bahwa dirinya adalah jelmaan dewa yang jatuh pada istana giok yang sulit membuatnya tinggal Turun ke dunia fana hanya untuk bersulang anggur Mata bergairah, hanya karena sedikit guratan, sedikit puisi, d
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai jenis jenis puisi lama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status