Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin

Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin

“Di dekat sini ada pulau. Pulau Karang Putih. Tim dokter dari Dr. Mulyana membuka fasilitas medis di sana. Aku mau bawa kamu ke sana.” Jantung Cantika berdegup kencang.
1025.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 514 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Malam tanpa bulan menyelimuti pesisir Ujung Galuh. Air laut telah surut hingga ke titik terendahnya, menyingkapkan hamparan terumbu karang tajam yang oleh para nelayan disebut sebagai Karang Tulang. Puluhan perahu kecil yang dirakit dari batang pohon lapuk meluncur senyap membelah genangan air dangkal. Di dalam perahu terdepan, Arga duduk di haluan, matanya menembus kegelapan, sementara Ki Darmaji memegang kemudi bambu dengan tangan yang kokoh. Dewi duduk di tengah perahu, memeluk keranjang anyaman berisi persediaan obat dan air tawar, wajahnya tenang meski bahaya mengintai di setiap sisi.
10738 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
Partner In Crime

Partner In Crime

Aku terus melajukan kapal ini dengan kecepatan stabil hingga terlihatlah pulau kecil di arah tenggara, kuhubungi kedua kapal yang lainnya dan memerintahka mereka untuk segera mendarat di pulau tersebut. Pulau tersebut bernama Pulau Miangas, pulau terluar di ujung utara Indonesia. Kulihat penduduk di sana begitu ramah menyambut kami, mereka mengira kami adalah orang Filipina karena bahasa yang mereka gunakan Bahasa Inggris. “Kami baik-baik saja, Pak,” ucapku, sontak orang yang menjemput kami terperanjat kaget aku bisa berbahasa Indonesia.
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

kataku Pak Ujang mengambil kuncimotor di kamarnya yang terletak di belakang bangunan rumah dekat dengan garasi. “Mba, ini bekalnya, sudah Yu’ti tambahin, terus ini minumnya,”cakap Yu’ti “Lho kok ada 2 kotak Yu’? Yang satu lagi apa?” tanyaku “Yang satu lagi nasi goreng, pasti nanti mba laper.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Begitu memasuki rumah makan, seorang pelayan menyambut kami dan memberikan daftar menu. "Haruan cacapan limau kuit," ujarku pada pelayanan rumah makan. Ikan haruan atau ikan gabus memang sangat sempurna saat dipadukan dengan cacapan limau kuit. Cacapan limau kuit sejenis sambal berbentuk cair, terbuat dari irisan bawang merah mentah, diberi irisan limau kuit serta cabe rawit. Tak lupa garam dan air secukupnya. Rasanya sangat segar. Menggugah selera.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
MEZZALUNA [Indonesia]

MEZZALUNA [Indonesia]

tutur Malia gigih. Segera ia menurunkan sebelah tangannya, menarik sebilah pisau yang sengaja ia sembunyikan di balik punggungnya. Dan tanpa ragu, ia goreskan pisau tersebut ke lengan kirinya. Segaris cairan merah kental menyembul dari balik kulit putih Malia. Bersamaan dengan itu, aromanya yang menggoda menyeruak –mengikis aroma lembab yang menyelimuti ruangan berdinding batu itu.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
Desa Pulo Majeti

Desa Pulo Majeti

Mereka lantas keluar dari hutan sebelum para warga bangun untuk beraktivitas. Pak Suro akan memikirkan jalan keluarnya bersama dengan rekan-rekannya. Dalam keheningan subuh yang dingin dan mencekam, mereka meninggalkan jasad Kakek Apung dan Rizky di rumah panggung tersebut. *** “Sepertinya di sini juga habis badai.” “Iya, sepertinya begitu Pak Kyai,” kata Agus, membalas pernyataan Kyai Jafar yang tengah memperhatikan suasana Desa Pulo Majeti.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

Dwipangga segera berenang menuju pulau menyusul rekan-rekannya. Pulau kecil itu hanya ditumbuhi rumput-rumput dan satu jenis pohon, yaitu sejenis palem, dan tidak begitu banyak, tersebar di seluruh penjuru pulau. Tanah pulau itu lembab dan dipenuhi rumput hijau hampir diseluruh permukaannya. Di pantai pun tidak ada pasirnya, hanya rumput dan lumut. Suropati dan kawan-kawan beristirahat di bawah pohon palem yang paling besar di pulau itu, sambil melihat burung-burung camar yang terbang berkeliaran.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
KEMBALILAH SUAMIKU

KEMBALILAH SUAMIKU

Kini, tak ada lagi pohon drini, yang ada hanyalah pandan laut (Pandanus tectorius) memenuhi setiap jengkal tanah, berebut hidup dengan rerumputan. Pulau ini juga sekaligus memisahkan sisi Timur dan Barat pantai menjadi dua karakter yang berbeda. Bagaikan manusia berkepribadian ganda, satu sisi tenang dan lembut, sementara sisi lainnya keras dan garang. Di Timur pantai, tebing-tebing berbaris gagah, berdiri angkuh seolah menantang penguasa laut. Dipadu dengan pulau karang, maka sebuah lagu yang elok pun terbentuk. Terjaga dari amukan ombak, menjadikannya tempat nyaman untuk mandi hangat air asin, bagaikan berada di bathtub raksasa, melemaskan otot yang lelah me
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
Milky Legends

Milky Legends

Ujar Clori sembari menunjuk sesuatu dibalik jendela kapal. Morine dan Yurine langsung beranjak dari sofa dan melihat ke arah jendela utama kapal. Tanpa di duga, disana ada sebuah pulau dari kejauhan. “Apakah kita sudah sampai tujuan?” Nina. “Sepertinya ini bukan pulau yang tujuan kita.” Morine. “Tunggu dulu... Hoy... Jangan bercanda, bukankah itu pulau Caraka?” Poidon.
9.811.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai pulau karang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status