Tukang Pijat Super
“Kalau begitu, mulai saja. Aku sudah lelah hari ini.”
Juned mengangguk pelan, lalu mulai memijat punggung Bu Ratna. Gerakannya profesional, dimulai dari pundak, turun ke punggung, lalu ke bagian pinggang. Otot-otot Bu Ratna terasa kaku, mungkin karena terlalu sering bekerja dalam posisi duduk.
Saat tangan Juned menekan titik tertentu di bahu Bu Ratna, wanita itu menghela napas pelan. “Kamu memang punya tangan yang luar biasa. Pantas saja banyak pelanggan yang suka.”